Rabu, Desember 27, 2006

Emang Aya sistemnya gak pacaran gitu ya?


Itu pertanyaan temenku, beberapa hari lalu...
Hwaa....emangnya Aya komputer ya pake ada sistemnya segala, Windows kalee...
"Hehehe...maksudnya? " tanya Aya sambil nyengir, pura-pura bego.
" Gini loh, Aya kan pernah bilang ga pake pacaran pacaran, so...nanti klo ada yang suka langsung nikah gitu ya? "
Ehm, gimana ya jelasinnya... Aya bingung juga, soalnya yang nanya ini teman akrab yang non muslim.

"Ya gitu deh, kalo emang ada yang serius, Aya mau, dia terima, orangtua sama-sama ikhlas dan baik untuk semua, langsung aja komitmen sembari kenalan, pacarannya setelah nikah aja, biar lebih mesra dan halal pula hihihihi...." jawab Aya.
"Berarti kayak beli kucing dalam karung dong ! " kejarnya lagi,
"Hwaa...Aya ga mau beli kucing dalam karung, sayang uangnya, buat beli kamera Nikon terbaru aja (dasar.....GIFO), lagian kucing..noooooooo beybeh!!!"
Sambil rada cemberut, temanku teriak "Aya.....!!!! serius nih !!! "
"Hehe...iya,iya Aya serius mpok. Ya enggak kayak beli kucing dalam karung lah say.... gelap euy!! Kan bisa kenalan dulu, bisa cari info dari orang terpercaya, lagian sekarangkan zaman dah canggih gini ya...bisa lah, trus jangan lupa berdo'a, yakin deh Tuhan pasti beri yang terbaik buat hambaNya "
"Ehmm...brarti tetep pacaran dong, kan kenalan dulu..." cecarnya lagi
"Duh, gimana ya jelasinnya...Gini lis, kenalan kan ga mesti harus berduaan, kenalan kan ga harus jalan kesana dan kesini wasting time, kenalan kan ga mesti harus saling memberi perhatian yang berlebih. Kenalan karna kita punya komitmen yang sama untuk melangkah membina keluarga yang sakinah dan selama masa perkenalan itu sebisa mungkin ga usah aneh2 deh kayak pasangan jaman sekarang ini, kayak telpon nanyain dah makan belum, nelpon nanyain lagi dimana en ma siapa aja, sms ngucapin met bobo, mimpi indah ya...dan bla..bla...yang ga penting banget menurut Aya. Nanti aja klo dah nikah baru deh, aya curahin semua kasih sayang yang aya punya kedianya..." panjang kali lebar Aya jelasinnya.
"ooow...ya..ya...gitu.." katanya sambil manggut2 nurut.
Lanjutnya lagi " Kalo gitu kan lebih jelas ya Ya', ga pake aneh-aneh, ga perlu sering sakit hati "
"Pinter kamu Lis........itu baru teman aya!!!
"Hemmm....any comment?"

Senin, Desember 25, 2006

Lagi Melo berat......


Gak tau kok tiba-tiba aja pengen buat puisi. Dua hari terakhir, suasana hati aya sangat melo banget, hiks.....Bawaannya gak semangat dan ingat2 kejadian sedih. Diperparah lagi dengan kepulangan sahabat tercinta, mas agung ke Indonesia coz studynya dah selese. Ternyata kepulangan mas agung membawa impact yang besar dalam aktivitas harianku dan juga suasana hatiku. Mas agung senang ya, pulang ke Indo ketemu keluarga, yayangnya juga teman2 lama, tapi tau gak seh....kita2 disini pada kangen abis, gak enak lagi ditinggal, sedih......benar2 sedih !!!!

Trus lagi sejak pulang dari Melbourne, aku gak bisa chatting coz ada masalah dengan meeboku, mo kekampus ketemu staff IT tuk ngebetulin program dinotebookku, eh...mereka lagi pada libur natal dan taon baru, hiks....jadi kapan kubisa chatting dunk?!Gatal banget neh mata dan tangan pengen ngetik dikeyboard.
Btw, puisinya jangan diketawain ya, mohon dimaklumi aja orang yang lagi sedih sekaligus kangen.

Satu lagi pergi
Entah kapan ku bisa melihatnya
Ya…dia telah kembali
Kembali ke realita
Kembali ke keluarga tercinta
Kembali bangun dari mimpi indahnya
Meniggalkan kami yang masih terbuai mimpi dinegeri seberang

Satu lagi pergi
Entah kapan ku bisa melihatnya
Dia pergi tak sendiri
Secuil hatiku juga ikut bersamanya
Rasanya ada yang hampa disini
Kosong melompong dan teriris-iris
Dalam dadaku yang terasa sesak

Satu lagi pergi
Entah kapan kubisa melihatnya lagi
Kemarin kumasih berbincang
Tentang hidupnya di masa lalu
Tentang cintanya yang dikhianati
Kini ku hanya bisa menyapa angin
Mencari tau bagaimana kabarnya hari ini
Apakah dia baik-baik saja disana

Satu lagi pergi
Entah kapan kubisa melihatnya
Dibandara terakhir kali kumelihat sosoknya
Sorot sedih tak mampu kau bendung begitupun diriku
Kutau aku rindu hadirmu
Kusadar aku kangen kelucuanmu
Namun sayang egoku terlalu tinggi menguasai diri
Kuabaikan rasa yang mendera itu
Hanya ingin tampak tegar dimatamu
Sekarang kuterlalu rapuh tuk berbohong
Jujur kukatakan
Aku kangen kamu…….
(Dec, 24, 11.35pm)

Selasa, Desember 12, 2006

Pacaran setahun, cinta mulai kadaluarsa

Mitos live happily ever after sepertinya mulai dipatahkan oleh penelitian dari Universitas Pavia Italia. Menurut penelitian tersebut, sesungguhnya rasa cinta hanya bertahan pada tahun pertama hubungan. Selanjutnya? Terserah Anda!

Lirik lagu 'Jatuh Cinta Berjuta Rasanya' milik Titiek Puspa memang nggak salah.
Senyum-senyum sendiri, nggak peduli sama teman, kuping nempel terus sama telepon, sampai jadi cuek pada sekitar memang ciri khas orang yang terserang virus cinta akut. Tak sekadar pengamatan, ciri-ciri tadi juga dibuktikan oleh peneliti dari Universitas Pavia Italia. Menurut para peneliti, emosi yang menggila ketika jatuh cinta disebabkan oleh sebuah molekul bernama NGF (nerve growth factor) yang jumlahnya fluktuatif alias naik-turun. NGF ini lalu dijadikan patokan oleh para ilmuwan ketika meneliti 58 orang yang sedang dimabuk asmara. Ke-58 orang itu diukur kadar NGF-nya kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran NGF pada kelompok orang yang telah memiliki hubungan cinta lebih dari satu tahun. Hasilnya, pasangan yang rata-rata hubungannya masih berusia di bawah satu tahun, hasil NGF-nya jauh lebih tinggi dari orang kategori hubungan mapan. But hey, no need to worry! Bukan berarti pasangan yang sudah berhubungan dalam waktu lama tak lagi jatuh cinta. "Bukannya mereka tidak lagi jatuh cinta. Hanya saja cintanya tak lagi dikategorikan cinta akut," ujar Piergluigi Politi anggota tim peneliti.

Intinya, molekul-molekul yang membuat seseorang lebih romantis, biasanya mulai pudar setelah tahun pertama. Efek cinta pada seseorang memang nggak hanya soal perasaan. Seluruh bagian tubuh bahkan sampai sel-sel terkecilnya ikutan bereaksi ketika sedang jatuh cinta. Penelitian ini setidaknya bisa membuka mata mengapa rasa cinta dan tergila-gila mudah sekali turun naik. Begitu juga dengan perasaan rindu. Tak ada penyebab yang pasti soal apa yang mempengaruhi naik-turunnya NGF. Tapi yang jelas, sensasi pertemuan pertama, kencan-kencan di masa awal, sampai hujan kata-kata romantis pada awal pacaran pastinya juga ikut andil. Karena itu, sekarang nggak heran lagi dong kalau pacar minta vakum dulu. Mungkin aja dia berusaha mengembalikan perasaannya seperti ketika awal-awal pacaran dulu.
Source: detikhot.com

Senin, Desember 11, 2006

Hallo pangeran.......


Ini ada sepenggal cerita, yang aya kutip dari blog seorang teman (thanks ya Mel). Kisah ini tidak disertai ending sebab yang membuat endingnya adalah Anda sendiri, tergantung dari gadis yag mana yang anda pilih sebagai calon pendamping hidup. Pilihan Anda juga akan menentukan karakter seperti apa calon pendamping hidup yang Anda cari selama ini.
Kisah ini fiktif belaka lho. Kalau ada kesamaan nama pemain, nama pembantu, sifat pemain atau pembantu, atau bahkan nama tempat...asli itu tidak disengaja...^_^
Selamat menikmati...

Pada zaman dahulu kala, ada seorang pangeran tampan yang sangat menarik perhatian putri2 di seantero negeri antah berantah. Pangeran ini memiliki segalanya, pandai, menarik dan dia sadar betul akan potensi dirinya. Hingga suatu ketika, sadarlah sang pangeran bahwa masanya untuk mencari pasangan hidup sudah tiba....

Bak layaknya pangeran pada umumnya, kabar pencarian soulmate pangeran ini segera saja tersebar ke penjuru negeri, dibawa oleh teman2 setia, para hulubalang, infotainments bahkan sampai ke pelayan dan pedagang. Banyak puteri hingga gadis jelata yang mencoba mengadu nasib untuk dipersuntingnya, dijadikan ratu negeri. Di masa itu pun rupanya ada banyak gadis2 yang bermimpi bisa menjadi cinderella, berharap pangeran adalah pangeran yang menyukai gadis sederhana lalu mempersuntingnya untuk dijadikan permaisuri tambatan hati. Nah...disinilah cerita dimulai..

Alkisah, suatu hari, setelah lelah berburu kijang, sang pangeran datang ke sebuah perkampungan rakyat untuk bertandang barang sebentar. Ia ditemani oleh salah seorang punggawa sahabatnya, minum2 dan sekedar bertukar sapa. Tak dinyana, dalam perjalanannya menyusuri desa, sang pangeran tertarik untuk mampir ke sebuah majelis ilmu. Disana ia bertemu beberapa gadis yang ia sadari tertarik padanya. Pangeran merasa gembira sekali akan gelagat tersebut....ia pikir apalah salahnya mencoba, barangkali disanalah ia bisa menemukan cinta sejati, belahan jiwanya yang selama ini dicari-cari... Hingga ia datang setiap hari ke majelis ilmu itu dan bertemu para gadis rupawan tersebut...

Gadis pertama bernama Adinda, benar-benar menarik....cantik, pandai berdandan, cerdas juga menyenangkan. Ia seorang pengrajin seni, putri seorang empu ternama di desa itu. Banyak sekali yang menyukainya, termasuk yang sudah bukan rahasia lagi, anak dari sang kepala desa. Adinda dan anak kepala desa sebenarnya sudah lama berteman, mereka sudah bersama-sama sedari kecil. Orang tua Adinda hanya tinggal menunggu waktu pernikahan anaknya. Tapi itulah cinta, seperti mimpi, Adinda terpesona oleh pangeran dan meninggalkan anak kepala desa.Tapi, pangeran ternyata masih bingung, walau ia menjanjikan sesuatu pada Adinda (yah...rasanya ia mencintai Adinda), ia masih berharap bisa menemukan seseorang yang lebih baik sebagai permaisurinya.....

Di sudut desa yang lain, pangeran bertemu Aliyah...putri seorang tabib yang sedang belajar ilmu pengobatan. Aliyah sangat sederhana, berbeda dengan Adinda. Ia tidak mempunyai banyak penggemar, tak pandai berdandan dan tak terbiasa dengan kemewahan, tapi ia periang dan mampu mengobati serta menghibur penduduk yang mengalami kesusahan. Bagi Aliyah, hidup akan berarti bila bisa membantu orang lain dan berbaur dengan rakyat.Tapi, kembali tentang cinta....entah apa yang membuat Aliyah, ia benar2 merasa jatuh cinta pada sang pangeran. Aliyah sadar sebenarnya akan posisinya, karenanya ia tidak banyak berharap. Di sisi yang lain, pangeran ternyata juga sadar akan cinta Aliyah kepadanya dan seperti sebelumnya, ia berfikir apa salahnya mengenal Aliyah lebih dekat. Hingga..pangeran rajin sekali menyapa Aliyah, mengirimkan punggawa untuk menyampaikan salamnya hingga...membuat Aliyah sempat berharap, bahwa pangeran memiliki rasa yang sama...

Pada saat yang sama, dari sang punggawa sahabat karibnya, pangeran mendengar kisah seorang putri yang terkenal di seberang lautan. Konon Putri itu sangat cantik, pandai menyanyi dan menari, pintar, sederajat, walau agak manja tapi itu kan wajar karena dia adalah seorang putri....Tapi ada satu halangan, putri ini datang dari negara yang cukup jauh dengan dasar budaya yang sangat berbeda, Ibu suri pasti tidak akan setuju. Tapi, itu bukan masalah....toh, pangeran hanya ingin mengenalnya...belum berfikir yang lebih jauh dari itu. Hingga pangeran pun mengirimkan undangan perjamuan kepada sang putri. Putri Azura ternyata menanggapi dengan senang ajakan tersebut..hingga terjadilah perjamuan kedua, ketiga dan seterusnya...

Selain itu, pangeran juga ternyata bertemu dengan Adelia. Gadis manis yang sangat baik hati. Adelia sebenarnya tahu kisah pangeran dan Aliyah. tapi Adelia tidak pernah menuntut apapun pada pangeran, ia hanya mencintainya, ingin membantunya, memberikan yang terbaik dan menjadi teman terbaik bagi pangeran. Pangeran pun membutuhkan Adelia, membutuhkan teman yang bisa membantunya, dengan setia tentu saja. Bagi Adelia, ia hanya berharap...Tuhan akan memberikan pangeran bila itu memang yang terbaik baginya.

Lalu bagaimana pangeran???
Pangeran..Hmm.....pangeran malah santai saja dengan keadaan ini saudara-saudara. Ia menikmatinya. Ia dan punggawa membawa cerita ini ke balai pertemuan dengan sahabat2 pangeran lainnya. Mereka tertawa2 mendengar kisah ini. Mereka terhibur dengan cerita pangeran hingga mereka mulai menerka2 bagaimanakah kisah selanjutnya???
Siapakah yang akan dipilih pangeran??
Anda sendiri...bagaimana menurut anda???
Siapakah yang pantas untuk pangeran???
Apa pula menurut anda sifat pangeran in???
Kalau sempat....tulis tanggapan anda ya^_^

Cheers,
Aya

Sabtu, Desember 09, 2006

Dikala bimbang akan dirimu


Bukannya lagi sentimentil lho, cuman lagi ingin share aja.
Doa' buat mereka yang sedang gundah dengan calon pasangan hidupnya saat ini.
Aya copy dari dudung.net, semoga bermanfaat.

Doa' Dikala Ragu akan dirinya...

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya
Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan......
Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
----------------------------------------
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
----------------------------------------
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh
Amin...Amin...Amin
Yaa Rabbal 'Alamin.....

Jumat, Desember 08, 2006

Inikah pahlawan tanpa tanda jasa itu?

Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah dua orang guru yang menganiaya muridnya dan mengakibatkan salah satu dari murid tersebut meninggal dunia.

Kasus pertama terjadi di Makassar (What.....?!). Seorang guru Penjaskes di salah satu SMUN Sungguminasa melempari muridnya dengan batu bata tepat dikepalanya. Alasannya sepele, sang guru marah karena almarhum Nur Ikbal Caraka (korban) menendang bola voli pada saat dirinya tengah memberi ujian bola basket pada murid yang lain, padahal seharusnya saat itu korban beristirahat menunggu giliran untuk ujian. Rupanya batu yang dimaksudkan hanya sekedar untuk mengingatkan murid-murid tersebut terlanjur dilempar dan tepat mengenai kepala Ikbal, kontan saja darah mengucur deras dari kepalanya dan Ikbal harus mendapat bebrapa jahitan di bagian yg terkena lemparan tersebut. Sempat dirawat sebentar di RS namun selang beberapa hari kemudian Ikbal menghembuskan nafas terakhir setelah sempat muntah2 hebat dan mengalami penurunan kesadaran yang drastis (Penigkatan Tekanan Intra Kranial, I guess!). Guru yang melakukan pelemparan tersebut kini meringkuk di tahanan dan terancam hukuman penjara 7 tahun dengan kasus penganiayaan dan kelalaian yang mengakibatkan kematian. What a shame!!

Kasus Kedua, terjadi diPalembang. Seorang murid SD sebut saja Fina, dianiaya oleh gurunya gara-gara tidak mengerjakan PR. Sebenarnya bukan hanya Fina saja yang terkena hukuman ini, beberapa murid teman sekelas Fina yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tsb juga mendapat hukuman yang sama yaitu dicubit dibagian pangkal paha kiri dan kanan hingga lebam kebiruan. Namun peristiwa itu berulang lagi minggu berikutnya, kembali Fina dihukum dengan alasan yg sama, tetapi kali ini cubitannya berpindah ke lengan dan mengakibatkan kedua lengan fani menjadi lebam dan nyeri saat disentuh. Oleh orangtuanya, fani diperiksakan ke dokter, dan disarankan untuk beristirahat beberapa hari di rumah. Saat orangtua Fina mengkomfirmasi tentang hukuman yang diterima anaknya, pihak sekolah (dalam hal ini Kepala Sekolah dan guru bersagkutan) malah mengatakan bahwa Fani malas dan jika orangtua Fani keberatan dengan hukuman seperti itu mereka lebih baik memindahkan anaknya ke sekolah lain. Fani sendiri saat ditanyai, mengatakan dia sangat takut kembali ke sekolah, dan lebih memilih pindah ke sekolah lain daripada harus bertemu dengan guru yang menganiayanya.

Kalau melihat dua kondisi diatas, kita lantas bertanya-tanya sebenarnya apa yang mau diajarkan oleh guru sekarang ini disekolah pada murid-muridnya. Terkadang mereka ingin menerapkan disiplin bagi muridnya, tapi tidak pernah mengkomunikasikan maksud dari mendisiplinkan itu untuk tujuan apa. Dan parahnya lagi, jika sang murid terlanjur melakukan kesalahan kecil, maka kemarahan sang guru (yang sebenarnya adalah akumulasi dari kemarahan pribadi) ditumpahkan kepada murid yang tidak berdosa ini. Akibatnya, muncullah hukuman yang membabibuta dan kadang sudah tidak menggunakan logika sebagai tenaga pendidik sama sekali!!!
Dan satu hal, guru2 ini sering mengabaikan bahwa sebenarnya dengan menghukum muridnya, bukan hanya fisik murid2 ini saja yang menderita lebih dari itu psikis dari mereka juga bisa terganggu. Luka fisik bisa sembuh dalam waktu beberapa minggu, namun luka psikis butuh waktu bertahun-tahun, bahkan bisa tidak hilang sama sekali dan menjadi pengalaman traumatis seumur hidup bagi murid tersebut.

Aku punya pengalaman yang kalo boleh dibilang sempat menjadi traumatis dan membuatku phobia (rasa takut abnormal pada objek tertentu). Sampai masa kuliah dulu aku paling takut melihat tongkat kayu/rotan, mengapa? Saat aku masih duduk diSMU kelas 2, di Papua dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh tgl. 17 Agustus, diadakan Karnaval antar sekolah-sekolah sekabupaten. Pada perayaan 17-an ini setiap murid diharuskan mengikuti pawai sambil mengenakan pakaian/kostum daerah, pahlawan, polisi, wartawan, dll. Saat itu aku ingin sekali mengenakan kostum wartawan supaya bisa bebas memfoto teman2 pada saat pawai berlangsung. Namun rupanya peminat wartawan cukup banyak dan akhirnya jumlahnya dibatasi, dan yang tersisa saat itu hanya kostum RA kartini dan Pakaian adat. Bersama beberapa teman yang belum mendaftar, aku menghadap guru Penjaskes (Again!!!!!) yang menjadi Koordinator Pawai 17 Agustusan di sekolahku untuk meminta pertimbangan agar aku bisa ditambahkan di group wartawan. Sempat terjadi adu argumen, karena aku keberatan ditunjuk untuk mengenakan pakaian RA Kartini, sedang temanku yg lain nurut saja karena takut pada "keseraman" guru penjaskes ini. Keputusan terakhir aku menolak untuk mengenakan pakaian RA Kartini dan memilih untuk tidak ikut pawai tersebut. Karena marah perintahnya ditentang olehku, aku dibentak dan didorong keluar dari ruangan guru tersebut, dan disaksikan oleh ratusan murid-murid yg berkumpul dilapangan depan ruangan itu, aku dipukul berkali-kali dengan tongkat kayu panjang dibagian belakang. Saat dipukul itu aku tidak menangis walaupun rasa sakit akibat pukulan rotan mendera-dera dibagian belakangku. Yang lantas membuat aku sakit hati, adalah karena rasa malu dipukul dengan rotan didepan teman-teman kelas, junior bahkan senior yang sehari-harinya berinteraksi denganku.

Peristiwa itu tidak pernah kuceritakan pada orangtuaku karena aku tahu mereka pasti tidak akan terima anaknya diperlakukan seperti itu. Trauma itu aku bawa sampai ke universitas tanpa berani menceritakan kepada siapa2, bahkan tetangga yang menjadi teman sekolahku sempat kuancam untuk tidak bercerita kepada siapapuntermasuk kepada orangtua mereka. Trauma itu sempat menyebabkan prestasiku disekolah menurun drastis terutama mata pelajaran penjaskes, aku menjadi mudah melamun, sering mimpi buruk, gampang sakit-sakitan (dan akhirnya punya alasan untuk tidak ke sekolah), dan jadi tidak pede bergaul dengan teman-teman sekolah bahkan jadi tidak aktif lagi di OSIS. Orangtuaku sempat heran dengan perubahan drastis yang terjadi pada diriku tapi aku selalu meyakinkan mereka bhwa tidak terjadi apa-apa. Selang beberapa bulan kemudian aku minta pindah ke SMU lain yang ada dipulau Sulawesi karena alasan tertentu.
Lingkungan di sekolah baru membuatku sedikit merasa aman meski tetap perasaan gelisah dan takut berlebihan muncul saat melihat guru yang memegang tongkat kayu atau rotan didepan mata. Aku bahkan pernah loncat keluar melalui jendela kelas, saat melihat guruku masuk ke dalam kelas sambil membawa mistar kayu pada saat jam pelajaran matematika. Duh...jadi malu rasanya kalau ingat pengalaman itu.....

Untunglah, semenjak kuliah di S1 Keperawatan UNHAS aku belajar tentang ilmu Psikologi juga Psikiatri, dari situ aku belajar bagaimana agar bisa beradaptasi dan mengontrol phobia pada objek yang kutakuti itu. Aku bersyukur karena sedikit demi sedikit bisa mengendalikan rasa takutku, tapi bagaimana nasib banyak anak-anak di luar sana yang tengah bergelut dengan trauma masa kecil yang tidak mendapat pertolongan sama sekali? Apakah mereka bisa hidup dengan tenang dan melanjutkan perkembangan seperti anak-anak pada umumnya? Well...hanya mereka sendiri dan Allah yang tau jawabannya.

Rabu, Desember 06, 2006

Aa Gym Poligamy?!No way


Ada berita yang cukup mengejutkan dari media cetak maupun elektronik di Indonesia akhir-akhir ini. Ulama kondang Abdullah Gymnastiar atawa yang lebih sering dikenal dengan Aa Gym (pemimpin Ponpes Daarut Tauhid, Bandung) menikah lagi untuk kedua kalinya (bahasa kerennya seh, Poligami bow!!!) dengan seorang janda, mantan model beranak tiga bernama Alfarini Eridani (37 Thn). Ini betul-betul diluar dugaan publik, karena selama Aa Gym dikenal sebagai seorang ulama yang cukup sering menyuarakan ketidak setujuannya dengan praktek poligami.

Dalam konferensi pers baru2 ini, Aa Gym membeberkan alasan mengapa beliau berpoligami. Alasan ini pun diperkuat dengan statement Teh ninih (istri pertama Aa Gym) yang seolah-oleh mengamini keputusan suaminya tersebut. Wah...benar-benar wanita salehah. Disaat banyak wanita-wanita diluar sana yang mengecam habis-habisan keputusan Aa Gym ini, bukannya marah-marah lalu minta cerai, Teh ninih sebagai istri malah mensupport suaminya menghadapi kemarahan massa, unbelieveble....
Mungkin anda masih ingat beberapa waktu lalu, kasus perceraian yang melibatkan artis Dewi Yull dengan Ray Sahetapy dan juga perceraian Trie Utami dengan suaminya Andi Analta Amier. Dua artis ini dengan tegas meminta diceraikan karena mereka tidak ingin dimadu oleh suaminya yang telah tertambat hatinya pada wanita idaman lain. Iyalah...wanita mana coba, yang rela suaminya harus dibagi dengan wanita lain, apalagi jika harus tinggal dibawah satu atap, no way bow!!!

Cerita komplet mengenai pernikahan kedua Aa Gym ini mungkin Anda2 lebih tau dengan mengakses berbagai media yang marak-maraknya memberitakan kabar hangat ini (e.g: liputan6.com, detiknews.com, indonesiamatters.com). Sekarang yang sedang dinanti-nanti oleh banyak orang, apakah pernikahan ini akan berjalan harmonis seperti yang diumbar oleh para poligamers atau tidak. Jika berjalan harmonis, maka keputusan Aa Gym tidak akan diperpanjang lagi dengan teriakan kekecewaan dari pengikut ceramah beliau (yang notabene adalah kaum ibu-ibu dan gadis remaja), tetapi jika pernikahan itu tidak seharmonis yang diharapakan, maka sudah pasti Aa Gym akan dicemooh oleh banyak orang dan bisa dipastikan popularitas Aa Gym berada diambang kehancuran. So, mari kita doakan yang terbaik buat keluarga baru Aa Gym, Amien.

Senin, Desember 04, 2006

Nikah Muda? Gimana ya....

"Ingin melepaskan beban orang tua", itu yg selalu dikemukakan oleh banyak sodara-sodara kita yang menikah di Usia muda.Iya, umumnya mereka yang nikah diUsia muda ini memang berasal dari latar belakang ekonomi yg kurang mampu, mereka tinggal di desa yg notabene masih cukup tertinggal dr arus informasi. Mereka juga rata-rata pendidikannya masih belon tinggi. Menurut sebuah survei yg diadakan oleh serikat buruh international/ILO (June 2006)pada peringatan World Day Against Child Labour di Bogor, dilaporkan bahwa 71% remaja yang berusia 15-17 tahun adalah putus sekolah dan unemployee, dan meraka ini pada umumnya sudah menikah di usia dini.ILO berpendapat bahwa mreka yg putus sekolah dan tidak bekerja memilih utk menikah agar tidak membebani orang tua dan agar tdk terjerumus ke perbuatan zina. Tapi nyatanya mereka malah tambah terjerumus dalam jurang kemiskinan baru yang tidak ada kesudahannya. Sedih mendengarnya!

Masalah tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Dari segi kesehatan usia pernikahan dibawah 17 tahun sangat rentan dengan beberapa masalah kesehatan reproduksi terutama bagi wanita. Yup, ini berkaitan dengan hubungan sexual dan kehamilan. Secara fisiologis rahim wanita <17 tahun belum siap untuk dibuahi. Mereka rentan dengan beberapa kondisi patologis seperti Mola Hydatidosa (hamil anggur) yang bisa menyebabkan perdarahan hebat, kanker rahim, kguguran berulang dan kondisi psikologis yang unstable. Sering banget aku ketemu kasus2 diatas saat masih praktek dibeberapa Rumah sakit diMakassar dulu. Bahkan, yang lebih sedih lagi bila harus menjumpai mereka diRumah Sakit Jiwa dengan alasan kondisi kejiwaan (parah.....) Eniwei, nikah muda tu boleh2 aja kok n gak nglanggar Undang-undang, well, UU No. 1 Tahun 1974 ttg Perkawinan bilang klo usia nikah utk perempuan itu 16 tahun (aku gak setuju!!!! harus diperbaharui lagi neh), utk laki-laki 19 tahun, hhhmmnnn, nikah muda boleh kan, tp ya itu tadi, tolong dipikir dulu, tujuan nikah itu apa, utk menghindari zina aja ato juga utk ngebangun keluarga yg sakinah. sudah siap ato blon, baik scara lahir ato batin. Yup, emang byk sodara-sodara kita yg jd artis pada nikah muda, lets say, Wulan Guritno, trus si Enno Lerian, ato si Nana Mirdad yg nikah di usia 19 tahun, tapi gak byk yg perkawinannya berkelanjutan, plg2 cuman bertahan 1-2 tahun. Well, zaman skarang tu beda bgt ma zaman ortu kita dulu, zaman skarang kayaknya zaman org gampang bosen, ga hanya bosen ama barang elektronik, tp juga bosen ama isteri or ama suami sendiri, gawat khan ya, yasud, yasud, nikah muda ok ok aja, tp pikir dulu dgn keras seblon Anda didesak utk berpikir yg lebih keras lage! Trus kapan dunk usia yg tepat buat nikah? hhhmm, ya di saat udah siap utk membangun keluarga yg sakinah, siap menjadi imam bagi keluarga, pendek kata, di saat si laki-laki sudah bekerja dan siap utk menafkahi isteri dan anaknya, di laen pihak di saat si perempuan udah siap lahir bathin membina keluarga let say...agama & akhlaknya baik, bisa masak, kondisi psikologisnya stabil, dan mandiri.Itu sih menurut sy temans, mungkin menurut Anda beda kali ye...., ya itz ok, kriteria tiap2 orang sangat subjectif kok! OK, kalo ditimbang2 dari segi umur, in my opinion usia terbaik untuk utk cowok nikah itu di antara 25-30 thn dan 20-25 thn buat cewek. So,mo nikah muda atau nggak? Keputusan ada ditangan Anda!!!!