Rabu, Januari 31, 2007

I'm Invisible....but i can see you dudes....

Sejak sebulan terakhir, aku sering menuai protes dari teman-teman yg biasa chatting denganku. Aku dibilangin sombong, milih2 teman, sok sibuk ,dll. Kok bisa? Yep, ini terkait dengan kebiasaanku yang suka memasang status invisible saat chatting. Ada beberapa alasan mengapa aku suka jadi makhluk halus (hehe..invisible)
Pertama, saat ini aku menggunakan layanan chatting meebo karena ada masalah dengan YMku (hiks). Aku tidak tahu masalahnya ada dimana, sudah kuotak-atik, download YM berulangkali, bahkan beberapa teman sudah kudatangkan tuk melihat dan memperbaiki program YMku tetapi tetap aja gak ada yg bisa memcahkan masalhnya ada dimana. Nah, seandainya aku cahtting menggunakan YM mungkin aku bisa memunculkan diri OL pada beberapa orang tertentu, tetapi karena ini meebo, so yang ada statusnya secara general bisa dilihat oleh siapa saja, bahkan kadang ada beberapa orang yg sama sekali tidak kukenal dan tidak masuk dalam listku ikut-ikutan nimbrung say hi dan meng add aku (males dew...)

Kedua, saat chatting, kadang ada satu dua orang yang pengen kuhindari karena mereka kadang2 cuma ngewastingin time. Tipe yg seperti ini biasanya ngomongnya nyebelin banget, ngegombal dengan rayuan yg manis-manis, trus muji-muji ala playboy amatiran. Nah..ini tipikal co2 single yang sedang menebar jaring2 pesona. Aku kenal baik dengan mereka karena sempat jadi temanku saat sama-sama kursus bahasa diBali dulu. Aku pernah sampe ditembak bahkan dilamar lewat chatting, iih....gak gentle mah namanya itu, teman. Trus lucunya, saat co itu melancarkan jurus mautnya, ternyata pada saat yg bersamaan teman akrabku yg sedang duduk chatting disampingku juga sedang digombalin oleh co yang sama. Alhasil, atas kesepakatan bersama kami ngerjain balik co itu biar dia tau rasa n gak bisa ngeles lagi. Ngegombal kok borongan....Ayo...yang pernah melakukan itu, insyaf gih...insyaf...

Untuk melihat siapa aja yg lagi OL, biasanya aku tidak langsung membuka meebo. Jadi yang aku gunakan adalah yahoo preview program. Dengan membuka program ini aku bisa tahu siapa aja yg lagi OL, bahkan yg berstatus invible juga bisa terlihat disana lho, hihihihihi...

Selasa, Januari 30, 2007

Love is not always as sweet as chocolate....

Kemaren Aya dapat kiriman puisi menarik (atau curhatan ya?!) dari seorang teman yang sedang sedih dan patah hati, baru saja ditinggal ama kekasihnya setelah hampir tiga tahun pacaran jarak jauh, hiks....turut sedih mendengarnya, sobat. Sabar aja, mungkin dia bukan Mr.Right yang kamu cari. Mungkin sekarang kamu sedih dan sakit banget tapi seiring berjalannya waktu, aku berharap luka itu akan sembuh meski akan meninggalkan bekas dalam hati. I belive someday you'll find him, your Mr.Right, jangan putus asa ya......terus berjuang. Nih anak, kalo lagi sedih ternyata puitis juga, padahal biasanya juga sama girang dan errornya kayak aya. Btw,thanks dah mo berbagi ke Aya.

Cinta tak akan pernah begitu indah
By :Unknown

Cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan.....
yang satu selalu menjadi penyebab yang lain
dan prosesnya adalah irreversible......
Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.
Jika kamu mencintai seseorang,
jangan berharap bahwa orang itu akan mencintai kamu
persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.
Satu diantara kalian akan memberikan lebih,
yang lain akan dirasa kurang...........
Begitu juga dalam kasus dimana kamu yang mencari, dan yang lain akan menanti......

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta....
mungkin akan begitu menyakitkan,
dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan menderita.....
Tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati,
pada akhirnya kamu akan menangis.....jauh lebih pedih...
Karena saat itu menyadari bahwa kamu tidak pernah memberi....

Cinta itu sebuah jalan.
Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen....
Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja......
Cinta tak harus berakhir bahagia.....
karena cinta tidak harus berakhir.....
Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan....
dan mengerti apa yang tidak dijelaskan,
sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran...
melainkan dari HATI.

Ketika kamu mencintai,
jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan,
karena jika kamu demikian, kamu bukan mencintai, melainkan.....berinvestasi.
Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan.
Karena jika kamu mengharap kebahagiaan,
kamu bukan mencintai.. melainkan memanfaatkan.
Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu
bersama seseorang yang kamu cintai
dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai,
karena egomu yang tak berguna itu........

Bagaimana aku akan berkata " SELAMAT TINGGAL "....
kepada seseorang yang tidak pernah aku miliki ???????
Kenapa tetes air mata jatuh demi seseorang yang tidak pernah menjadi milikku ???
Kenapa aku merindukan seseorang yang tidak pernah bersamaku dan,
Kenapa aku mencintai seseorang yang cintanya tidak pernah untukku ????

Sangat sulit bagi dua orang yang mencintai satu sama lain
ketika mereka tinggal dalam dua dunia yang berbeda.......
Tapi ketika kedua dunia ini melebur dan menjadi satu,
itulah yang disebut KEAJAIBAN !!!!!

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,
karena bunga akan gugur kala musim berganti,
Cintailah mereka seperti sungai, sebab
Sungai mengalir selamanya........

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan2 kaca,
tapi tancapkan dalam pikiran dan benakmu,
bahwa akan ada seseorang yang bersedia
untuk menambal kembali lukamu
dengan mengumpulkan kembali pecahan2 kaca itu.....
Dan akan membuatmu utuh kembali....
Untuk mencintai dan dicintai......

Minggu, Januari 28, 2007

Aya.....kamu memalukan lagi deh!!!!!!

Oh my god, i've just realized something stupid. I made a big mistake for two months , and i really did not notice it during that fool period. How could i did such an embarassing thing!!!!!!!
Mammamia mampus aku....ntar aku jawab ya kalo ditanya? Whaduhh...aya, aya kok bisa careless kayak gitu sih?! Niatnya ngerjain orang, eh malah ternyata ngerjain diri sendiri, hiks. Mo ditaruh dimana ini muka?
Malu-maluin kok keseringan dan begonya ampe gak disadari selama hampir dua bulan. Ok mungkin Anda penasaran apa yg telah kulakukan? hehehehe.....dua bulan kemaren, aku sering ngasih comment ke blog orang lain yang aku pikir adalah blog teman akrabku. Profile blog orang itu sama dengan temanku dan lagi gaya bertutur mereka hampir sama-sama, yaaaahhhh...agak gokil-gokil gitu deh. Yaaaa...wajar aja seh, kalo aku sampe ngasih comment yang ancur-ancuran setiap orang itu ngeposting issue tertentu. Dan kalo Anda termasuk orang yang sering berinteraksi denganku, tau kan gimana biasanya comment-comment yang aku tulis, sok kenal, sok akrab, sok centil bin genit. Aku baru sadar, setelah beberapa hari terakhir orang itu mengupgrade profilenya serta mencantumkan foto dirinya, daaaaan.........itu bukan foto temanku, hiks...tapi foto orang lain yang sama sekali tidak kukenal, hiks......Aya....Aya (shaking head).

Sabtu, Januari 27, 2007

Australia Day Fireworks 2007 at Darling Harbour

Perayaan Australia Day 2007 yang dipusatkan diDarling Harbour Sydney sangat spektakuler dan membuat takjub. Ckckckck...keren abis deh pokoknya. Semenjak siang, ratusan ribu orang telah memadati area sekitar Cockle Bay (Bay yang berada tepat ditengah Darling Harbour) menyaksikan berbagai macam hiburan mulai dari Face painting, choirs, live music, pameran kapal2 antik dan kapal2 tinggi semacam The Duffkyn and Vampire (mirip kapal bajak laut). Aku sendiri gelaran tikar diDarling harbour nanti setelah jam 6.30pm, gak terburu-buru amat sih karena (untuk sekedar info)Darling harbour itu cuma 10 menit jalan kaki dari flatku, hehehehe. Aku disana bareng dengan beberapa teman antara lain Mb Wayan,Irfan, Ary, Anton, Brian, Mattin, Sony dan beberapa orang lagi anak baru UNSW yg aku gak ingat namanya (-.-) tepat didepan panggung, sebelah kanan Starbuck. Pemandangan cukup jelas dan lumayan dekat ke arah Cockle Bay. Lisa, K'Rini, Mb Iin dan Ryo juga sebenarnya ada disana, tapi kami terpisah-pisah satu sama lain karena pas berangkat ke Darling harbour starting pontnya pada beda-beda dan lagi sulit menemukan mereka dintara kerumunan orang even kita bisa berkomunikasi lewat HP.
Fireworks kali ini menurutku lebih keren dan lebih hidup dibanding fireworks New Year Eve 2007. Diiringi musik yang kadang mengalun cepat dan kadang-kadang melo (Nelly Fantasia, hiks...syahdu banget) ratusan ribu ton fireworks berseliweran kesana kemari dengan cantiknya membentuk formasi yang indah dan berwarna-warni menerangi perairan Cokcle Bay yang biasanya gelap gulita. Oh ya, fireworksnya sendiri diluncurkan dari panggung terapung yang berada tepat diCockle Bay, jadi seluruh penonton dari berbagai penjuru bisa menyaksikan fireworks dengan tanpa harus berdesak-desakan.
Bagi mereka yang belum berkesempatan melihat indahnya fireworks didarling harbour, berikut cuplikan moment saat display fireworks dalam rangka perayaan Australia Day 2007.


Happy Australia Day 2007 semuanya...!!!

Seperti perayaan tahun-tahun sebelumnya, Australia Day 2007 kali ini kembali dilaksanakan dibeberapa lokasi misalnya Hyde Park, Centtenial Park, The Rock, Sydney Harbour dan Darling Harbour. Nah, untuk rombongan cewek2 dari UTS (K'Rini, Mbak Iin, Lisa & Aya) ditambah satu orang co (Ryo), kami memilih tuk merayaknnya diHyde Park. Acara ditempat ini sudah dimulai dari pukul 10am. Jenis hiburan yg disajikan lumayan banyak dan beragam dan tergantung jenis pengunjungnya. Untuk family and children ada live music yg menampilkan Hooley Dooley, The Wiggles, Untuk teenager,young adult tersedia ABC stage yang menampilkan sekitar 100 jenis lagu-lagu yg sedang "in" di Australia yg sering muncul diprogram "rage" di ABC. Lalu juga ada program khusus dari Trailer ABC yg memberi kesempatan bagi siapa saja untuk menjadi news reader, weather reporter, pembawa acara anak2, program gardening atau mo pura-pura jadi penyanyi? Bisa...dan direkam lho lalu kt dikasih cd rekamannya for free.
Selain itu juga, sepanjang jalan College Stree ada display 1000 mobil klasik dan unik. Hmmm...pada mupeng semua tuh liat mobil2 unik dan keren. kapan punya mobil kayak gitu ya, hiks....(bangun...bangun...mimpi mlulu)

Suasana detik2 display fireworks diDarling Harbour, ramai banget kan?!

Kamis, Januari 25, 2007

Minta Nicholas Saputra dong!

(Aya di Coogee Beach)

Kemarin siang saat lagi ngebaby sittingin si kecil Uya (baca : Baby sitter sehari..) secara gak sengaja mataku tertuju pada program Berita Pagi TVRI yang disiarkan oleh channel SBS yang memberitakan kondisi terkini dalam negeriku tercinta, Indonesia. Ada beberapa berita yang menarik yang sempat menyita perhatianku, namun ada satu hal yang cukup menggelitik perasaanku. Tau kan pesan atau ads yang biasa muncul dalam bentuk beberapa baris kalimat provokatif selama berita itu berlangsung yang biasanya muncul dibagian bawah screen. Nah kebetulan ada satu pesan singkat yang isinya kalau tidak salah seperti ini "Allah menyukai orang-orang yang berdoa, maka berdoalah dan memohon kepadaNya. Ketik DOA kirim sms ke 9500 (operator A) dan 9800 (semua operator)".Hah...What the hell is this?

Helloooow....TVRI.........., apakah dikau sudah kehabisan sponsor? Sampai hal-hal yang ridiculous seperti itu bisa dimasukkan dan diulang-ulang berkali-kali selama tayangan berlangsung? Apa tidak ada yang memikirkan dampak negatif dari dimasukkannya pesan seperti ini kedalam program tayangan sekaliber TVRI? Sekedar Fun?!....NoNoNoNoNo......it wasn't appropriate to be put here, apalagi ini disiarkan secara international!!!. Idih.....malu-maluin aja, apakah dipikirnya orang indonesia sudah sebego itu? Emang kalo kita ketik DOA lantas Allah akan otomatis mengabulkan doa-doa kita? Emang ntar Allah mo balas dengan jawaban apa? "Selamat doa anda dikabulkan, sesuai doa yang anda panjatkan tidak lama lagi Nicholas Saputra akan diterbangkan ketempat Anda di Sydney" (whoooo......maunya Aya tuh) atau jangan2 balasannya akan seperti ini......"Maaf anda belum beruntung, doa anda masih belum khusyuk, coba sekali lagi" hahahahaha.........emangnya undian berhadiah?!

Kalo mau berdoa kepada Allah, ya... langsung saja memohon kepadaNya, urusan Doa itu adalah urusan antara kita individu sebagai umatnya dengan Allah SWT Sang Pencipta & Pemilik Segala, gak ada urusan dengan operator ini maupun itu, dan gak perlu menggunakan perantara kirim-kirim SMS segala. Huh dasar, ada-ada saja manusia yang senang mengambil keuntungan dibalik itu semua, pembodohan publik mah ini namanya, sebel......!!!!!

Why do men spend so much time at their jobs?

Artikel menarik buat para wanita yang sering merasa dinomerduakan oleh pria karena mereka lebih fokus pada pekerjaannya. Berisi alasan dan argumen mengapa pria seolah "mengabaikan" anda yang ingin menunjukkan perhatian lebih pada mereka disaat mereka tengah berkonsentrasi penuh pada rutinitas harian yang mereka miliki entah itu dikantor, kampus, maupun di organisasi perkumpulan. Sepertinya ini boleh jadi menjadi jawaban yang rasional dari pihak pria mengapa mereka tidak membalas sms, email atau kadang2 tidak mengangkat telpon dari anda.
Untuk membuat issue ini jadi berimbang, sementara ini saya masih mencoba mencari komentar dari sudut pandang kaum wanita sendiri kira-kira menurut mereka mengapa pria cenderung lebih fokus pada pekerjaan mereka dibanding hal lain diluar itu. Kalo sudah ketemu insya allah, aya postingin, promise^_^

Berikut postingan dari David Zinczenko, editor in chief majalah kenamaan pria Men's Health dan juga co-writer dari The New York Times bestseller "The Abs Diet" dan sebuah buku baru berjudul "Men, Love & Sex: The Complete User's Guide for Women". Check it out!!!


"Why do men spend so much time at their jobs?"
Provided by : Men's Health (Jan' 2007 edition)

Rabu, Januari 24, 2007

Baby Sitter sehari....

(Si Kecil Uya yang seneng difotoin dengan gaya yg gak biasa)

Hari ini bareng mbak Iin aku bertugas jadi baby sitter untuk si kecil Uya (4 thn). Uya ini putrinya K'Taruna kenalan kami dari makassar, mahasiswa research di UNSW. Saat ini K'taruna sedang di Indonesia, sementara K'lina, istrinya pagi ini harus kerja sampai jam 4pm, sementara childcare tempat si Uya biasanya ditipin lagi gak available karena satu dan lain hal. So, untuk satu hari ini terhitung sejak jam 9am-4pm, kami berstatus sebagai baby sitternya, hehehehehe.....Jangan khawatir coz kami berdua adalah qualified nurses yang pernah bertugas di Pediatric ward kok, jadi udah tau teori maupun practice menghadapi anak dengan berbagai usia mulai dari infant, baby, toddler, preschool, school maupun teenager^_^

Uya ini sangat energik dan kritis. Sambil berlari-lari antara kamarku, ruang tamu dan kamar mbak Iin, dia juga tak henti-hentinya bertanya dan berceloteh ttg apa aja yang dilihatnya. Mulai dari bagaimana cara aku membuat nasi goreng, apa yg sedang kulakukan didepan komputer, mengapa rambutku bisa panjang, mengapa aku tidak tinggal bersama orangtuaku seperti dirinya, bahkan mengapa aku mengenakan jilbab difoto sementara dikamar aku tidak mengenakan jilbab.....hwaduh...Uya..uya...ada-ada saja. Bagiku sangat menyenangkan bekerjasma dengan anak preschool seperti ini. Anak seumuran Uya ini sudah pandai menilai sesuatu, bisa diajak berdiskusi untuk menentukan pilihan, dan sudah mengerti akan perintah yang diberikan, hanya saja kita harus extra sabar menghadapi rentetan pertanyaan yang tidak ada habisnya dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan dapat dimengerti olehnya. Mengasuh anak bukan hal baru bagiku karena dulu saat adikku yang bungsu baru lahir akulah yang selalu mengurusi segala keperluannya sampai dia berusia 6 tahun krena kedua orangtuaku sangat sibuk ditoko. Lalu sebagai perawat juga aku sempat punya pengalaman beberapa bulan diPediatric ward merawat bayi sampai anak usia sekolah dengan berbagai kondisi penyakit yang berbeda-beda. Nah khusus untuk mengasuh si Uya ini ada satu hal yang sempat membuatku lumayan kagok. Mostly Uya saat berkomunikasi selalu menggunakan bahasa Inggris, walau kadang2 masih dimixed dengan bahasa Indonesia. Beberapa kali Saat si Uya berceloteh ttg sesautu, aku terpaksa harus mengkonfirmasi ulang apa yg dimaksudnya, kadang dia juga mungkin karena gak tau apa bahasa inggrisnya dia kelepasan ngomong dalam bahasa Indonesia. Contohnya.."Tante Aya..tadi i came here with mommy when it was rain and the bus passed and water kena me in muka (maksudnya tadi dia sempat kecipratan air hujan dimukanya saat busnya melaju didepannya)" atau " I don't like nasi goreng if you put something pedas in it. I don't like pedas" hahahahaha Uya..uya....ada-ada saja dirimu^_^

Oh ya ada satu perbedaan mencolok antara mengasuh anak2 disini dengan anak2 di Indonesia. Si uya karena udah terbiasa belajar diChild carenya, jika diberikan sesuatu selalu mengucapakan "thank you" dan bila meminta sesuatu harus disertai kata "please". Selain itu juga saat dia berusaha dan berhasil mengerjakan sesuatu kita tidak boleh melupakan kata2 encouragement seperti "Well done", "wonderful" atau "You did it very well", "good girl" agar lain kali dia menjadi lebih termotivasi untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif. Secara teori aku familiar dengan sistem mendidik anak seperti ini karena mayoritas nursing textbook yang kubaca saat kuliah dulu rata2 adalah karangan nurses dari amerika maupun australia, namun dalam prakteknya dulu sangat minim karena culture kita di Indonesaia dalam mendidik anak sangat berbeda. Di Indonesia, anak biasanya selalu harus menurut apa kata orang tua dan jarang diberi preferences jika menginginkan sesuatu. Selain itu anak juga akan dianggap manis jika dia tidak bertanya macam-macam dan duduk diam bermain sendiri dengan mainannya saat ditinggal pergi, akibatnya anak menjadi passif dan pemalu untuk mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikirannya (aku termasuk dalam produk yang terakhir ini). Pola mengasuh anak yang sangat berbeda jauh, tapi tetap masing2 punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri, tinggal pintar-pintarnya kita aja sebagai calon orang tua memilih mana yang baik untuk diterapkan pada pola pengasuhan anak-anak kita kelak di masa datang. Well...tanpa Uya sadari, hari ini dia sudah mengajarakanku beberapa hal ttg lessons of life, thanks ya Uya....

Sambil bermain dan menemani Uya berlari-lari kesana kemari didalam flat, aku sempet2in menjelajah didunia maya, hehehehe..ngecheck dan ngirim email untuk adikku Ika, si bungsu yang berulangtahun dan genap berusia 11 tahun hari ini 24/01/07 (Happy Birthday ya sayang, moga-moga ade Ika jadi anak yang soleh dan segala cita-citanya akan tercapai, amien). Sebagai kado ultahnya, dia minta dikirimin miniatur pesawat luar angkasa karena katanya kalo dah gede pengen jadi astronot cewek (hahahaha..emang anak2 bintang aquarius selalu saja berani tampil beda dibanding teman2nya yg lain).....gak papa dek, asal konsisten dan rajin belajar aja ya...

Sambil ngirim email, aku juga bahkan sempat chatting ma seseorang yg lagi sakit disana. Hwaduh....lagi sakit ya kacian, abis aktivitasnya padat sekali dan mungkin semua energinya diforsir habis-habisan tuk kerjaannya disana (fokus....fokus...fokus....). Yah apa boleh buat...karena udah terlanjur sakit aya cuman bisa ngingetin, istirahatin badan dan pikiran dulu please........., jangan lupa nutrisi diperbaiki (makan yg banyak yah biar metabolisme tubuhnya kembali normal.... awas kalo gak...ntar kalo sakitnya tambah parah sekalian disuntik aja deh baru tau rasa, hehehehe), minum vitamin C tuk recovery sel dan organ tubuh juga meningkatkan sistem immune yang berguna melawan antigen yang masuk kedalam tubuh, Insya allah ntar sakitnya sembuh dengan sendirinya kok (flu sifatnya self-limiting disease, jadi jangan khawatir ntar bisa sembuh sendiri kok). Duh, kalo ada yang sakit gini, insting tuk rawat-merawat langsung kumat deh, susah seh...bawaan perawat, hihihihihihi......

Selasa, Januari 23, 2007

BT + Moody = [ERROR] kuadrat

Hari ini cuacana disydney sunny dengan temperature max.27 derajat, gak panas2 amat kayak kemaren yang hampir 40 degree, tapi juga gak terasa adem saat berjalan2 diluar sana. Tadi pagi janjian dengan mbak Iin tuk keluar entah jalan kemana (tumben ide lagi gak keluar neh...), tapi akhirnya tidak jadi karena aku terserang BT kuadrat, moodynya kumat lagi dan kayaknya parah banget. Pengen chatting....., yang biasanya diajak chatting pada sibuk semua, nelpon mas irfan gak diangkat2 (padahal aku mo ngasiin travel blue weekly gratis tuk jalan kemana gitu), mo curhat ma mbak ita, hiks.....dianya lagi pergi selama seminggu ke Tazmania bareng abang Karl. Aduh....kok bisa gloomy gini ya hari ini. Hmmm....let see apa faktor presipitasinya (pencetus) ? Kayaknya ini adalah akumulasi dari PMS (Post Menstrual Syndrom), Unemployee (Sebebnarnya aku dah masuk shortlist di Coles group, trus ditawari kerja shift malam di Redfern dari jam 10pm-8am tapi kutolak, ogah ah...disana kan rawan kalo malam apalagi aku cewek, ntar kenapa2 lagi!!!!!!), kangen ma keluarga, abis dimarahin ma tetua, gak olahraga selama 1mgg coz instructurku blm balik dari Iran, Bahasa Inggris tambah ancur, dan terakhir lagi gak ngerti apa maunya hatiku (hampe...hampe....).
Arrrrrrrghhhhhh.......;( Aku harus ngapain dunk?!!!

Lose Your Jelly Belly Now!!

Sering kita mendengar keluhan terutama dari kaum wanita..."Duh...gak pede neh dengan bellyku yang ndut" atau "Kok bellyku gak rata2 seh padahal dah rutin sit-up nih tiap ari?" Jujur aku juga sering merasa gak pede dengan masalah belly ini soalnya gak enak aja rasanya tampak gendut tapi hanya dibagian perut aja, sedang bagian tubuh yang lain tampak proporsional. Kebetulan kemaren saat lagi browsing ketemu ama article kesehatan berikut ini, tampak mudah tuk diaplikasikan dan kali aja berguna buat mereka yang menginginkan belly yang tampak menarik dan enak dipandang mata (gak perlu yang sampe muscle abdominalnya terbagi-bagi kayak atlet binaragawan lho). Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ya^_^.

Lose Your Jelly Belly Now
(Melissa Ironside, June 2006)

Most people especially women have issues with their jelly belly. No matter how hard they try to get rid of it, that fat pouch around their lower stomach stubbornly stays put. So how can you get it to budge, minus the gruelling, celebrity-worthy, work-out regime? With a little bit of exercise, a simple food plan and lots of clever tips, you'll have a flatter stomach in no time.

Beating the bulge
It's an unfortunate fact of life that as we age, we get thicker around the middle. This is partly due to changes in weight distribution, but it's also because a certain type of fat — visceral fat — becomes more prominent as we get older and collects around our organs. This fat is potentially dangerous if it gets out of control and can cause high blood pressure and high cholesterol.
So why is it so hard to get rid of?
It's very difficult to spot reduce certain parts of our body. This means that while you may be able to lose weight overall, targeting certain areas like your tummy is tricky. Our abdomen is also where we store a lot of the 'the baddies' when it comes to weight loss — stress, bacteria, bloating and inflammation can all add to the fat concentration around our middle. Women's menstrual cycles and food allergies also contribute unnecessarily to rounded stomachs, so if you are experiencing severe stomach cramps, constipation and diarrhoea in conjunction with either of these, see your doctor.
The other reason jelly bellies are so hard to ditch is because there are a lot of misconceptions about how to lose excess stomach weight. Contrary to popular belief, sit-ups and abdominal work-outs are not the answer. While they will add to the overall tone and shape of the area, the only way to get rid of the bulge is with cardio exercise. So to set you on the right track, we've put together a general program to help you target your jelly belly. Try and stick to it for at least eight weeks and then reassess your goals.

What exercise should I do?
Cardio: Ideally three cardio work-outs a week for 40 minutes each is the way to go. Whether you choose to hit the treadmill, swim, walk, do an aerobics class or jump on a bike is up to you. Try and mix up your work-out routine though, so you don't get bored.
Strength: This is where the abs workout comes in. While sit-ups are great, there's no point in doing 30 of them a day for six weeks because your muscles need to be challenged. We suggest doing two of the below exercises after your cardio workout and alternating them weekly.
Basic crunch: Lie flat on your back, knees bent and feet flat on the ground. Put your hands behind your head for support only, not to take any weight. Using your stomach muscles only, rise a few inches off the ground, hold for three seconds and return to your starting position. Do three sets of 15.
Standing twist: Stand tall and hold a towel or resistance band high above your head so your arms are straight. Slowly draw a large, wide circle over your head using your stomach muscles to move only the upper half of your body. Do three sets of 15. To make it harder, use a weight instead of a towel.
Feet lift: Lie flat on the ground and keeping your feet together and legs straight, raise your legs three inches off the ground. Hold for five seconds, lower them an inch and hold for five again. Don't let your feet touch the ground at any time. Do three sets of 15.
Hanging knee raises: Hang from a high bar, like a chin-up bar. Bring your knees up to your chest, hold for three seconds, then bring your legs back down. Only use your abdominal muscles to lift your legs, keep your body still and use controlled, slow movements.
Slow bicycles: Lie on your back with your left knee bent towards your chest and your right leg extended a few inches off the ground. Place your hands behind your head and lift your shoulders slightly. Swap your legs slowly, keeping your feet and shoulders off the ground. Do three set of 15.

Other options: The rowing machines at the gym, sit-ups on exercise balls, belly dancing, Pilates and yoga are all great for toning and reducing your stomach. Mix up your workout routine by replacing one of the staples with one of these each week.

What should I eat?
Follow a normal healthy eating plan (see our guide to fad diets), keep these food tips in mind and you should notice a difference around your middle within a fortnight.
The yes list:
Water and cranberry juice will flush out toxins.
Vegetables.
Rice, corn, gluten-free products and potato.
Protein. Go for organic chicken and meat because they have less hormones and bacteria.
Low-GI foods. Look for the label on foods in supermarkets.
Fibre. It regulates your bowel movements so include wholegrain bread, cereal and nuts in your diet.

The no list:
Too much fruit, wheat and dairy can cause bloating. Don't cut these out of your diet altogether, just reduce your servings to two a day.
Alcohol, caffeine and fizzy drinks.
Salt makes you retain water unnecessarily so stay away from processed (takeaway, packet) foods which are high in sodium.
Sugar.
Chillies and spices. While they can kick-start your metabolism, they can also upset your stomach, so just monitor your body's reaction to spicy foods.

Tricky tips to a flatter tummy
As well as exercise and healthy eating, there are a few small things you can do to reduce your jelly belly…
Stand up straight: be conscious of your posture and pull your stomach in, it'll force your middle muscles to work 24/7.
Breathe: it's perhaps the most important, yet most neglected, aspect of ab-training. Deeply exhale through your mouth and inhale through your nose as often as possible.
Laugh: having a good giggle works all the muscles in your stomach.
Get a good night's sleep: lack of snooze time will lead to poor digestion and weight gain.
Eat early: the later you eat dinner, the harder it is for your body to digest so the food just sits around your stomach.
Colonic irrigation: some people swear by the process of flushing bacteria out of your stomach with pressurised water. It will flatten your belly, however, it's a tad uncomfortable and not for everyone so do some research.
De-stress: we hold stress in our tummies so find an outlet for your worries like Tai Chi, boxing, reading, swimming, painting or writing.
Moisturise: supple, tanned skin gives the illusion of a tighter tummy so invest in a good moisturiser and fake tan.
Dress right: certain fabrics cling to our skin more than others so if you want to play down a jelly belly, opt for softer, more flexible fabrics like cotton, silk and chiffon.

Senin, Januari 22, 2007

Burqini...paan tuh?!

Sejak beberapa bulan terakhir, aku punya hobby baru, setelah martial art kini giliran olahraga renang kujabanin. For you information, aku sebelumnya sama sekali tidak bisa berenang tapi sangat menikmati aktivitas yang related with water seperti berenang (dengan gaya batu tentunya...) serta canoeing dan rafting. So, maka tidak heran jika sejak tiga bulan yang lalu aku gabung di Swimming class for adult beginner (hihihihihi.....telat yak?) yang ada di Sydney Aquatic Centre milik University of Sydney. Teknik yang diajarin memang sangat practical and applicable banget dan membuatku dari yang semula hanya tau gaya "batu" akhirnya jadi bisa berenang dengan freestyle and backstroke, senang buanget seh....hanya ada satu masalah yg sangat serius muncul, yaitu masalah swimsuit!!!!
Jujur, pada saat berenang aku tidak mengenakan jilbab, coz yaaa...anda pasti taulah gimana model swimsuit pada umumnya pendek, ketat dan minimalis. So....walaupun aku sudah mengenakan pants serta swimsuit yang berlengan, namun tetap saja tidak bisa menyembunyikan lekuk tubuh yang seharusnya tidak boleh menonjol, risih aja rasanya palagi berada dalam mixed swimmingpool-.-

Dari mbak Ita salah satu temanku yang juga doyan banget berenang, aku mendapat info tentang burqini yang dikirimkannya melalui email. Hmmm burqini, never heard it b4...paan tuh?

Burqini yang merupakan gabungan antara "burqa" dan "bikini" adalah swimsuit khusus yang dirancang oleh seorang designer Australia, Aheda Zanetti bagi muslimah yang mempunyai hobi berenang dan sering berinteraksi dengan air. Dibuat dari bahan Polyester yang ringan dan water-repellent serta praktis tuk dikenakan, burqini ini terdiri dari dua pieces, yaitu pants and long sleeves thigh or knee-lenght with head covering yang tetap menutupi seluruh tubuh kecuali wajah, tangan dan kaki.
Manfaatnya tidak hanya untuk menutupi aurat wanita, tapi dapat juga menghindarkan dari resiko kanker kulit akibat paparan Sinar UV yang sangat menyengat terutama dipinggir pantai atau outdoor pool, so model ini bisa juga dikenakan bgi mereka yang concern dengan problem kanker kulit yang angkanya lumayan tinggi di Australia. Selain itu design burqini ini juga telah menggiatkan kembali partsipasi wanita muslimah yang sebelumnya harus mundur dari olahraga air karena alasan dress code.

Sejauh ini burqini belum dijual diretail shop, pemasarnnya baru melalui internet dengan harga yang masih terbilang relatif mahal di Australia hiks....($AU170) sedang di New Zealand harganya berkisar antara $NZ192 -214 (di Indonesia gimana ya? Dah ada belum?). Walaupun banyak pihak masih skeptis dengan design ini, setidaknya ini adalah a new hope bagi wanita muslimah yang sebelumnya tidak bisa berpartisipasi mengikuti olahraga air dan menjalankan profesi sebagai life saver guard di pantai2 Australia semacam Cronulla dan Bondi Beach. Thanks to Aheda Zanetti tas inventionnya(Btw, turunin dikit dong harganya mbak Aheda.....).
Mbak Ita, K'Rini, Leesa....berenang lagi yuuuuuk minggu depan.........!!!!!!!

Minggu, Januari 21, 2007

Sebuah Renungan Awal 1Muharram 1428Hijriyah

Assalamu`alaikum Wr.Wb.
Dari milis tetangga, semoga bisa menjadi pengingat dan perenungan bagi kita semua terutama bagi diriku pribadi yang masih sering lalai dengan kewajibanku sebagai seorang muslimah dalam mengarungi hari2ku didunia yang fana dan penuh tipu daya ini. (Aya)

Satu hal yang pasti dalam kehidupan ini adalah bahwa kita akan mati. Karena itu kita harus selalu yakin dan sadar bahwa dunia hanyalah tempat pergantian hidup, bergiliran muncul sebentar, hidup, lalu mati, dan yang lain akan hidup di dunia sekarang, giliran kita hidup, dan ada saatnya hidup kita berakhir. Mau kemana lagi?
Dunia ini tidak akan kita bawa, kita tetap saja disini, kita hanya mengaku-ngaku sebentar, mengaku punya tanah, mengaku punya rumah, matipun tidak akan kita bawa. Kubur kita pun di tanah, bahkan nanti yang akan berpesta pora adalah cacing dan ulat yang akan memakan tubuh kita. Tubuh kita yang sekarang dipelihara, kalau kita sudah menjadi mayat 3 hari saja, orang sudah tidak mau berdampingan dengan kita.
Andaikata tubuh kita sudah kaku, kita pasti sedih, mata sudah tidak bisa lagi baca al-Qur`an, telingan tidak mendengar lagi majlis taklim, tidak ada lagi suara adzan, mulut tidak bisa lagi berdzikir menyebut nama Allah SWT, tangan tidak lagi bersedekah kalau sudah kaku, apalagi kalau kain kafan sudah membungkus diri kita. Tidak ada lagi kesempatan beramal, lalu mengapa kita sia-siakan kesempatan yang ada.
Mari tahun baru ini (1 Muharram 1428H) kita sama-sama memohon kepada Allah semoga kehidupan yang akan datang lebih baik dan barokah selalu mendapat petunjuk-Nya.
Ya Allah rahmatilah aku dengan Al-Qur’aan, jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku.
Ya Allah ingatkanlah apa yang aku lupa dari padanya, berikanlah ilmu apa yang belum aku ketahui maknanya, anugerahkanlah kepadaku untuk membacanya ditengah malam dan penghujung siang. Jadikanlah ia sebagai hujjah bagiku wahai Tuhan seru sekalian alam.
Ya Allah perbaikilah bagiku agamaku karena dialah penjaga urusanku, perbaikilah bagiku duniaku karena didalamnya aku hidup, perbaikilah bagiku akhiratku karena ia tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematian sebagai istirahatku dari segala kejahatan.
Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada penghabisannya, dan sebaik-baik amalku adalah penutupnya dan sebaik-baik hari bagiku adalah hari berjumpa dengan-Mu. Ya Allah aku mohon kepada-Mu kehidupan yang tenteram, kematian yang tenang dan tempat kembali yang tidak menyedihkan dan membuka aib.
Ya Allah aku memohon kepada-Mu sebaik-baik permohonan, sebaik-baik do’a, sebaik-baik kejayaan, sebaik-baik ilmu, sebaik-baik amal, sebaik-baik pahala, sebaik-baik kehidupan, sebaik-baik kematian, teguhkanlah aku, beratkanlah timbangan kebaikanku, tinggikanlah derajatku, kabulkanlah sholatku, ampunilah segala kesalahanku, aku memohon ketinggian syurga.
Ya Allah aku memohon kepada-Mu keharusan mendapatkan rahmat-Mu dan keteguhan pengampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, kejayaan dari semua kebajikan, keuntungan syurga dan keselamatan dari neraka.
Ya Allah perbaikilah akhir hayat kami dalam segala perkara, selamatkanlah kami dari kenistaan hidup di dunia dan siksaan akhirat. Ya Allah anugerahkanlah bagi kami ketakutan kepada-Mu yang dapat menghindarkan kami dari berbuat maksiat kepada-Mu, ketaatan yang dapat menyampaikan kami kepada syurga-Mu, keyakinan yang dapat memperkecil musibah dunia yang menimpa kami, berilah kenikmatan kepada kami dengan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan selama hidup kami, jadikanlah dia sebagai peninggalan kami, jadikanlah pembalasan kami kepada orang yang menzhalimi kami, tolonglah kami menghadapi orang yang memusuhi kami, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai kehendak kami yang paling besar dan pengetahuan paling akhir kami, janganlah Engkau beri kekuasaan atas kami kepada orang yang tidak mengasihi kami.
Ya Allah janganlah Engkau tinggalkan dosa-dosa pada kami melainkan Engkau telah mengampuninya, janganlah Engkau tinggalkan kesusahan pada kami melainkan Engkau telah menggembirakannya, janganlah Engkau tinggalkan utang-utang pada kami melainkan Engkau telah menunaikannya, dan janganlah Engkau tinggalkan suatu keperluan dunia dan akhirat pada kami melainkan Engkau telah menunaikannya wahai dzat yang Maha Mengasihani.
Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka.
Semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam keatas junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarganya serta para shahabatnya yang baik-baik. Aamiin.
Wassalam,

(Abusyainu)

Sabtu, Januari 20, 2007

Sedikit tentang Cinta

"Love is a friendship sets on fire".....(Unknown)

Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat — Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan.

Cinta membutuhkan proses — Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. "Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks," katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena "cinta pada pandangan pertama" adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus "cinta pada pandangan pertama", banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta. Mereka mencintai pasangan sebagai persolinatas yang utuh.

Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi* — Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.

Cinta itu konstruktif* — Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.

Cinta tidak melenyapkan semua masalah* — Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit ( panacea ). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang berarti tidak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.

Cinta cenderung konstan* — Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.

Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik* — Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya.Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.

Cinta tidak buta, tapi menerima* — Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.

Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan* — Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.

Cinta berani melakukan hal menyakitkan (demi yang dicintai)* — Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata "tidak" saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu. Begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.

source : http://blog.iqbalir.com/archives/2006/05/sedikit-tentang-cinta/

Jumat, Januari 19, 2007

Tentang Dia.......



Pernahkah engkau merasa lelah mencarinya?
Menyusuri jalan mencari jawab sebenarnya
Menyesali waktu perjumpaan yg terlalu singkat
Saat dia ada dihadapnmu
Bungkam seribu bahasa tak mampu berucap
Namun saat dirinya pergi
Beribu kata terangkai
Hanya tuk ucapkan "those three words"
Cinta tegarkan hatiku.....
Ku hanya ingin membuatnya bahagia
Selamanya.....

Senin, Januari 15, 2007

The Pursuit of Happyness

In The Pursuit of Happynes, Chris Gardner (Will Smith) is a family man struggling to make ends meet.Despite his valiant attempts to help keep the family afloat, the mother(Thandie Newton) of his five-year-old son Christopher (Jaden Christopher Syre Smith)is buckling under the constrain straint of financial pressure. No longer able to cope, she reluctantly decided to leave.
Chris, now a single father, continues to doggedly a better paying job using every sales skill he knows. He lands an internship at a prestigious stock brokerage firm, and although there is no salary he accepts, hopeful he will end the program with a job and a promising future. Without a financial cushion, Chris and his are soon evicted from their apartment and forced to sleep in shelters, bus stations, bathrooms or wherever they can find refuge for the night (hiks..)
Despite his trobles, Chris continues to honour his commitment as a loving and caring father, using the affection and trust his son has placed in him as an impetus to overcome the obtacles he faces.
This movie is absolutely awesome and remarkable, and it it has been rated Four Stars by Sunrise (Channel Seven). Since this movie is categorized as a PG movie program, you dont need to be worried to go to the movie along with all your family members or friends or even your beloved one, i guarantee they will enjoy it very much. Full of meaning and lesson of life, this movie offers lots of motivation for us and teach us never to give up to reach whatever dream we have as Chris Gardner said to his son"dont ever let somebody tells you that you can't do something even me, .......if you want something, go and get it, fill it". (ok chris...I'll remember your words, i hope i have a bravery and consistency as yours to pursue my dreams).
There is also wiping tears moment you'll experience when they have nowhere places to go and even when they have it....it means staying in a toilet though. Therefore i suggest you to bring tissues while watching this movie ( my fault was i didn't bring it when watched the movie yesterday....no wonder when a lots of tears fallen from my swollen eyes, my friends Ita & Irfan just couldn't stop teasing me after the movie finished). Whaaaaaa....beginilah kalau jadi pribadi yg terlalu sensitif dan peka, hiks..hiks..hiks...(I've been touched deeply, dudes).

Minggu, Januari 14, 2007

Chasing Cars (Snow Patrol. Ost: Grey's Anatomy)



Chasing Cars (by : Snow Patrol)
We'll do it all
Everything
On our own

We don't need
Anything
Or anyone
If I lay here
If I just lay here
Would you lie with me and just forget the world?

I don't quite know
How to say
How I feel

Those three words
Are said too much
they're not enough

If I lay here
If I just lay here
Would you lie with me and just forget the world?

Forget what we're told
Before we get too old
Show me a garden that's bursting into life

Let's waste time
Chasing cars
Around our heads

I need your grace
To remind me
To find my own

If I lay here
If I just lay here
Would you lie with me and just forget the world?

Forget what we're told
Before we get too old
Show me a garden that's bursting into life

All that I am
All that I ever was
Is here in your perfect eyes, they're all I can see

I don't know where
Confused about how as well
Just know that these things will never change for us at all

If I lay here
If I just lay here
Would you lie with me and just forget the world?

Sabtu, Januari 13, 2007

Ithaca

When you start on your journey to Ithaca,
Then pray that the road is long,
Full of adventure, full of knowledge.
Do not fear the lestrygonians
And the Cyclopes and the angry Poseidon

You will never meet such as these on your path
If your thought remains lofty
If a fine emotion touches your body and your spirit
You will never meet the lestrygonians,
The cyclopse and the fierce Poseidon ,
If you do not carry them within your soul,
If your soul does not raise them before you.

Then pray that the road is long
That the summer mornings are many
That you will enter ports sien for the first time
With such pleasure, with such joy!

Stop at Phoenician markets,
And purchase fine merchandise,
Mother-of-pearls and corals, amber and ebony,
And pleasurable perfumes of all kinds,
Buy as many pleasurable perfumes as you can;
Visit hosts of Egyptian cities,
To learn and learn from those who have knowledge.

Always keep Ithaca fixed in your mind
To arrive there is your goal.
But do not hurry the voyage at all.
It is better to let it last for long years;
And even to anchor at the isle when you are old,
Rich with all that you have gained on the way,
Not expecting that Ithaca will offer you richer.

Ithaca has given you the beautiful voyage.
Without her you would never have taken to the road,
But she has nothing more to give you.

And if you find her poor,
Ithaca has not defrauded you.
With the great wisdom you have gained,
With so much experience
You must surely understood by then what Ithaca means.
(By: Constantine Cavaty)

A Letter for my future groom

I've just visited one of my friend's blog (Iin) and i found a very interesting letter which is addressed for her future hubby (hohohoho.....i've known already who is that lucky man, sis......finger crossed for both of you). So....with her acceptance i copied and edited the letter and posted it here to share to all of my fellas include my future husband (hope so....). It's good for everybody to read this, both those who are still jomblo and taken already. Originally this letter has been taken and translated into English from indrayogi's blog. Visit his journal...highly recommended.
Assalamualaikum wr wb....... How are you going, my future groom? How's your family? Hope we always be fine and be in Allah's protection. Although i never met nor saw your face before, but as Savage Garden songs "I Knew I love You before I met you" and like western people always say, "others might catch my eyes, but you caught my heart", indeed you have won my heart thoroughly.
My future groom, are you waiting me? Waiting can be bored for some people, but not for me. Waiting... only few people consider it as a special thing and for me, waiting is special moment indeed. While waiting you here....many useful things can be done like reading, writing, light discussion, or other good things.
The most beautiful god creature...dont bet your life just because you are exhausted in waiting and finding me, moreover only for marriage. Because marriage is not built in a moment but can be shattered in a second. Marriage gate is something which is sacred and holy therefore we need to enter it with a pure, sincere and honest heart oneday. Once you're there, Allah will dislike if there's someone who's trying to go out from it. Please fill your days with prayers to Allah, ask only direction from Him, pray for me in your night pray and i will also pray for you in, my dearest future hubby.

My future groom, Perhaps my past wasnt like other ukhtis you know, and you might already heard about my stories that are likely to be erased from my mind. Therefore, i dont wanna hide my past from you, i'll let you know all about me so the communication between us will be clear. Also, easier for you to accept me in just the way i am and the other way around.
My future groom, Some of my relatives had asked me about you. Even they didnt ask any detail but i could notice that they asked me who's my future groom and how he looks like, and i know that it is you. Their questions have been answered simply by my smile as i want to make a surprise one day. Yes, they will likely to be surprised knowing that there will be a guardian angel who's gonna live with them. I cant hardly wait to see their surprised faces one day....yeah one day, my half-holy soul.......
While waiting the time arrive, i'll do self-introspection before taking step to go through the life with you, my future companion angel. So that i will be a good person in front of God and your heart, and i will be proper as your beloved wife and mother for our future little angels.
You must ever heard surah An Nur, verse 26 which states that "a good man is for a good woman and a good woman is for a good man". i wanna be this kind of woman so i'll be proper to accompany you someday till the end of the world. If till this time Allah havent united us, i'm sure it's just because im not ready good enough for you right now. I wanna be a good and the only woman for you because im sure you are the best man for me and Allah's choice will never be wrong.
My future groom, I will waiting you till you come to knock my heart oneday, but maybe not now. Because this journey is still long, many problems should be faced. My heart sings in the rhythm of thought as if nothing remain even a second. Anxious cant be avoided. About a flash of shadow, about a piece of future.
My future groom, I know you're missing me, be patient, a wonderful times will come for us, when we will be united in a beautiful holy marriage tie. How are you there? Are you tired finding me? Are you exhausted searching for me there? Just be patient and keep your faith. I will wait, welcoming you with an open arms and and the sweetest smile in my beautiful gown. When the time is come, wear that crown and run to me as you see me. There are lot things i have to find to bring happiness for our life. Pray for me my holy soul, and be patient to find me here...
I promise will wait you.........from now on, my dearest love......
wassalamualaikum wr wb

Jumat, Januari 12, 2007

Hmmmm........

What can i say.....
We went to New Castle with bundle of joyfull and spirit of adventure but returned home with bunch of dissappointment. Maybe we came not at the right time......

Minggu, Januari 07, 2007

Tahun 2007 yang.....

Beberapa hari yang lalu kita baru saja merayakan peralihan tahun dari 2006 ke 2007 yang diiringi gegap gempita fireworks diHarbour Bridge dan ucapan selamat tahun baru dari teman2 melalui ucapan langsung via phone, sms, email bahkan testimonial di FS. Ini adalah tahun pertama bagiku merayakan new year's eve diAustralia, satu kata Te-O-Pe.
Hmmmm.........Awal tahun yang ... (silahkan para blogger lainnya mengisi titik2 tersebut dengan kata2 masing2). Tahun 2007 barulah bergulir seminggu, namun sudah banyak kehebohan yang terjadi terutama di tanah airku tercinta, Indonesia. Mulai dari Kapal Ferry yang tenggelam dengan korban ratusan orang, Harga beras yang menanjak naik, Banjir bandang di Aceh, Serbuan badai Isabel dipesisir pantai Sulawesi, Maluku & Jawa(cantik banget ya namanya) sampai Pesawat Adam Air yang hilang dibelantara Polewali dan tak kunjung ditemukan.
Awal tahun yang........mengenaskan, menurutku. Namun yang menjadi paling mengenaskan adalah informasi pesawat Adam Air yang hilang, kemudian ada konfirmasi lokasi ditemukan (disiarkan tidak hanya secara nasional lho, tapi juga internasional), lalu berakhir dengan info yang simpang siur. Yeah semua berawal dari info. Kumpulan berita fakta yang harus diberitakan ke seluruh penjuru. Namun apa jadinya bila info tersebut tidak valid dan tidak divalidasi tetapi sudah dibroadcast ke khalayak ramai? Kebohongan publik, tidak becus bekerja, pemanfaatan situasi, dll terjadi. Info yang tidak valid namun tetap dibroadcast tiada bedanya dengan info yang dilontarkan infotainment. Apakah elemen indonesia ini sudah mulai terasuki oleh wabah infotainment? Beritain dulu issuenya, lalu cross checknya belakangan setelah mendapat kritikan dari masyarakat. Duh....dimana semangat jurnalisme mereka, yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran & kemurnian isi berita itu?
Sungguh tega, di satu sisi para keluarga korban merundungi nasib orang-orang tercinta dan rekan2 mereka yang terkena musibah, di lain sisi pihak lainnya tidak cepat tanggap dan tuduh menuduh dalam menangani info bahkan mengkambinghitamkan cuaca buruk & kondisi pesawat yang sudah out of date (kok baru sekarang gt lho....), di lain sisi lagi pihak yang lain sangat senang menunggangi info simpang siur tsb. Bila sekedar meneruskan info tanpa validasi, bukankah seperti seekor burung yang hinggap ke pohon lalu menceritakan segala yg dia dengar di udara, kemudian si pohon meneruskan ke burung2 lain. ’katanya’... kata si anu begini lho, kata si anu begitue..., cappee dew..... Dunia yang sudah sarat dengan kecanggihan teknologi segala lini dengan mudah mempercayai plus membroadcast info yang belum (bahkan tidak) valid dengan cepat (mungkin karena takut dibilang ketinggalan berita kali ye...)
Demikian parahkah dunia informasi sekarang ini? Pemvalidasian info memang tidak semudah membalik telapak tangan, namun pasti menghasilkan buah yang matang dan mantap jika dikelola secara teliti dan hati-hati. Tidak sulit2 sekali koq, walau membutuhkan tenaga, biaya dan extra time. Sekarang waktunya berbenah diri, buang jauh2 info simpang siur, segera validasi info yang baru diterima, bangun kepercayaan publik, jauhkan sifat ’memancing di air keruh’, berserah padaNya, dll. Aku berani ngomong kayak gini karena aku adalah salah satu mantan jurnalis kampus sekaligus pemerhati media Indonesia yang sudah "eneg" dengan banyaknya media infotainment yang sering menyiarkan kebohongan publik dan sering membumbu-bumbui suatu berita agar nilai jualnya menjadi tinggi.
Finally, teriring doa bagi seluruh awak kapal dan penumpang Adam Air yang mengalami musibah, juga bagi keluarga mereka yang sedang menanti dengan harapan yang tersisa, semoga Allah SWT memberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani cobaan ini, Amien.

Redakan emosi dalam 6 detik

Dalam ilmu kecerdasan emosional (Emotional Intelligence/EI), ada cara yang paling singkat untuk meredakan stres atau emosi. Anda hanya perlu waktu enam detik untuk rileks dan mengingat hal-hal yang menyenangkan. "Kita menyebutnya 6 second pause. Jika sedang ingin marah atau kesal, stres, maka dalam waktu 6 detik kita harus bisa mengingat hal-hal yang menyenangkan. Di jamin setelah itu akan tenang kembali," kata Hanny Muchtar Darta, Managing Director Radani Edutainment, Certified Emotional Intelligent.
Hanny menjelaskan dalam waktu enam detik, tanpa terputus kita harus bisa mengingat enam hal yang menyenangkan. Misalnya tempat berlibur, makanan kesukaan, orang yang kita sayangi. Setelah lebih tenang barulah memikirkan yang ingin dilakukan. Dengan memakai sistem ini bila ingin marah pun bisa dikendalikan.
Metode 6 second pause ini berfungsi untuk menyeimbangkan kortisol dan limbic system selama 1-6 detik. Pada saat kita sedang stres, emosi tinggi maka kerja limbic system pada otak akan bergerak 80.000 kali lebih cepat dari pada kortisol. Limbic brain bagian dari otak sebelah kanan yang mengontrol emosi, rasa sayang dan memori. Sedangkan kortisol berfungsi untuk berpikir, seperti matematik, bahasa, dan analisa. "Bila emosi sedang negatif maka harus dikombinasikan antara logika dan perasaan. Memang tidak mudah melakukannya, perlu latihan dan kesabaran," ucap Hanny.
Source: www.kompas.co.id

Sabtu, Januari 06, 2007

Night At The Museum (PG)

Sebagai seorang ayah yang ingin membuat putranya bangga, Larry Daley (Ben Stiller) selalu berkhayal memperoleh dan mengalami sesuatu yang luar biasa, meski bisa dibilang Larry selalu gagal mencapai sukses dalam berkarir. Terlebih sejak Larry bercerai dari istrinya Erica (Kim Raver), persaingan merebut perhatian putranya Nick (Jake Cherry) menjadi ambisi utamanya. Sampai suatu saat Larry menerima pekerjaan sebagai seorang satpam di Museum of Natural History, yang diyakininya bisa memperbaiki hubungannya dengan Nick.
Saat tiba pertama kali di Museum, Larry disambut pegawai musem yang cantik Rebecca (Carla Gugino). Rebecca mengajak Larry berkeliling museum dan mengenalkan artifak dan benda-benda bersejarah lain yang harus dihapal dan dimengerti Larry. Rebecca juga mengenalkan Larry pada Mr. McPhee (Ricky Gervais), kepala museum yang dikenal disiplin, rapi, teratur dan sangat membenci keonaran, bahkan tak segan memecat pegawainya yang teledor dan terbukti menyebabkan kerugian dan kerusakan benda-benda musium.
Larry juga berkenalan dengan para satpam, sayang kedatangan Larry tak mendapat respon bagus dari Cecil (Dick Van Dyke), Gus (Mickey Rooney), dan Reginald (Bill Cobbs), pasalnya Larry dipekerjakan untuk menggantikan mereka.
Sebelum pergi, Cecil sempat memberi Larry nasihat dan sebuah buku petunjuk cara 'aman' menjaga museum dan kata-kata penuh tekanan: 'don't let anything IN OR OUT OF THE MUSEUM!!'. Sayang Larry memandang remeh nasihat Cecil. Ketika malam menjelang di malam pertama dia bekerja, seluruh penghuni museum yang didominasi tokoh dan benda-benda bersejarah hidup secara ajaib.
Di awali dengan sebuah fosil T-Rex yang memaksa Larry terlibat permainan penikam dengan salah satu tulang kerangkanya sendiri, bertemu beberapa tokoh museum sepeti Sacajawea (Mizuo Peck), Teddy Roosevelt (Robin Williams), Attila the Hun, Roman leader Octavius, tokoh tenar wild west, Jed (Owen Wilson), suku Mayan, Gladiator Roma, dan koboi keluar dari diorama mereka. Keadaan menjadi tak terkendali, dan memaksa Larry harus segera menemukan cara menghentikan keanehan ini dan menyelamatkan museum dari kehancuran.
Larry yang masih takjub, kelabakan mengatasi kerusuhan museum yang makin tak terkendali. Namun dari kehidupan ajaib penghuni museum, Larry juga mengetahui beberapa rahasia, seperti Teddy Roosevelt yang ternyata menaruh hati pada Sacajawea selama bertahun-tahun, namun dia lebih suka memendamnya dan juga kisah persaingan sengit antara Jed dan Octavius.
Kesulitan semakin bertambah, karena Larry hanya punya waktu semalam. Selain harus menyelamatkan diri dari kejaran para pemangsa, Larry harus menjaga semua penghuni museum agar tidak keluar, karena para penghuni museum akan berubah menjadi debu saat matahari terbit. Bisakah Larry bertahan dan mencari rahasia apa yang menyebabkan penghuni museum hidup?
Kisah ajaib NIGHT AT THE MUSEUM ini diadaptasi dari buku cerita anak-anak karangan Milan Trenc, illustrator Kroasia yang tenar pada tahun 90an. Hampir sama dengan filmnya, cergam ini berkisah tentang penjaga malam di museum nasional New York yang dibuat panik dan kewalahan dengan tingkah penghuni museum yang hidup secara ajaib.
Film besutan sutradara Shawn Levy ini benar-benar sukses mengocok perut, terlebih dengan akting konyol Ben Stiller, yang memang dikenal sebagai aktor spesialis komedi. Sekitar 1.45 menit kita akan diajak menikmati petualangan konyol Stiller menghadapi penghuni museum. Fantastis, menghibur, dan sayang untuk dilewatkan.
P.S :"Yang belum nonton, aya rekomendasiin tuk nonton deh. Filmnya seru, lucu dan mengharukan. Thanks tuk mbak Ita yang dah merekomendasikan & nemenin aku nonton Night at the museum di Ritz Cinema Randwick.

Jumat, Januari 05, 2007

Cinta laki-laki biasa

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
"Kenapa?" Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan. Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana . Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

"Kamu pasti bercanda!" Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda. Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania! "Nania serius!" tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya. "Tidak ada yang lucu", suara Papa tegas, "Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!" Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan. "Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan ?" Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, "maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?" Nania terkesima. Kenapa? kejar Nania. "Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik. Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus! Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!" Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.

"Nania Cuma mau Rafli", sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak. Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah. Tapi kenapa? Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa. Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania! "Cukup!" Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini? Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia. Mereka akhirnya menikah.

Setahun pernikahan. Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka. Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia. "Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania". Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya. "Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!" Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli. Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen. "Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!" Betul. "Tapi dia juga tidak ganteng kan ?" Rafli juga pintar! Tidak sepintarmu, Nania. Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma. Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu. Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang. Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.. Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah. Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting. Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak! Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama. Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik. Cantik ya? dan kaya! Tak imbang! Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan! Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil. Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang. Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali. Baru pembukaan satu. "Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit", kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan. Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi. Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset. Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya. Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan. Dokter? Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat? Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri. Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir. Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat. Pendarahan hebat! Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka. Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker. Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang. Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli. Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan. Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya. Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik, Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan. Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya. Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta. Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh? Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli. Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun. Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat. Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik. Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua! Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya. Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam! Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama. Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa? Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi? Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya. Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

-Author : Asma Nadia-