Kamis, Mei 31, 2007

100% Bebas Asap Rokok


Kalau saja hari ini aku tidak berkunjung ke blog mas Priyadi salah satu blogger selebrity [yang namanya cukup dikenal dikalangan dunia perbloggeran], mungkin gak bakalan ada postingan tambahan berikut. Yap, mas priyadi menganjurkan bagi para bloggerer secara global, dalam rangka memperingati hari bebas tembakau sedunia 2007 yang jatuh tepat hari ini tanggal 31 May 2007, untuk menggalang aksi pengimbauan kepada pihak-pihak pengelola tempat umum untuk mulai memberlakukan zone bebas rokok 100% ditempat usaha yg mereka kelola. Sebenarnya himbauan untuk membuat tulisan tentang bebas asap rokok udah sejak seminggu yang lalu disampaikan oleh LKPK Indonesia yang berpusat diMakassar, hanya sayang karena mood nulis tentang tema ini lagi gak bagus, so akhirnya ditunda sehari, dua hari dan akhirnya tertunda jadi seminggu deh [maaf ya Kak Tadda].

Eniwei, sebagai bentuk dukungan terhadap global action ini, tiap-tiap blogger dianjurkan untuk memposting "pesan berantai" yang dapat diperoleh dari blog beliau dan tak lupa menuliskan nama pemilik blog pada bagian akhir pesan tersebut. Aya udah copy tapi gak dipaste bulat-bulat, aya coba praphrase menggunakan bahasa sendiri demi menghindari plagiarism. Tujuan memposting pesan senada diblog para bloggerer tentu saja dengan harapan akan makin banyak pihak-pihak terkait yang membaca dan menyadari akan pentingnya zona bebas asap rokok dan cita-cita tuk memiliki zona bebas rokok tidak lagi hanya akan menjadi sekedar angan2 belaka dimasa yang akan datang, Insya Allah. So, buat para bloggerer yang peduli kesehatan lingkungan, mari kita dukung rame2 yuuuukk!!!^_^
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kepada: pengelola tempat-tempat umum

Research tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari dua dekade. Berbagai literature ilmiah dengan jelas melaporkan perokok pasif akan menjadi sama berbahayanya dengan perokok aktif, dimana keterpaparan dalam jangka waktu tertentu dengan asap rokok ini dapat menyebabkan kanker, penyakit saluran pernafasan akut maupun kronik serta penyakit kardiovaskuler pada orang dewasa. Tidak hanya pada orang dewasa, anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan pun ikut menjadi kelompok beresiko dimana mereka menjadi lebih rentan untuk mendapatkan penyakit2 tersebut pada usia dini.
Organisasa PBB yang bergerak dibidang kesehatan (WHO) menyimpulkan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi dari WHO ini mengisyaratkan bahwa satu-satunya jalan terbaik untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan zona 100% bebas asap rokok pada tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi masyarakat.
Kami menyadari bahwa setiap orang mempunyai hak pilih untuk merokok ataupun tidak, namun harus pula diingat bahwa ada hak orang lain untuk mendapatkan kesehatan fisik secara optimal dan menghirup udara bersih yang bebas dari asap rokok.
Oleh karena itu melalui himbauan tertulis ini, kami meminta Anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang melarang merokok di tempat-tempat umum yang Anda kelola. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat crucial demi melindungi kesehatan masyarakat kita pada umumnya dan generasi muda dimasa yang akan datang.

Fondest Regards,
Nurhaya Nurdin
Nursing Community Department
Medical Faculty-Hasanuddin University
Indonesia

Rabu, Mei 30, 2007

Antara Jakarta Dan Sydney

"Aya, dah denger blom kalo Sutiyoso [Jakarta's Governor] digrebek dikamar hotelnya saat nginap disalah satu hotel berbintang diSydney?" Itu cerocosan temanku mas Agung dari Jakarta, saat kami bertelpon-telponan pagi ini. Aku yang sama sekali tidak tahu menahu berita, jadi heran setengah mati. Hah, penggerebekan?!.... kok bisa?![maksudnya kok bisa, aku yang Sydneysider keduluan ama orang Jakarta, hehehe...]
Karena penasaran akhirnya kuGoogle juga informasi tentang peristiwa ini dengan mengetikkan keywords "Sutiyoso sydney". Yup, Ketemu!!

Jadi kronologisnya begini, Sutiyoso yang didampingi istri beserta 6 pejabat dilingkungan Pemprov DKI Jakarta diundang oleh pemerintah New South Wales dalam rangka perbaikan hubungan antar kedua wilayah dan juga dalam rangka perencanaan fostering tata ruang Sydney untuk Jakarta utamanya dalam bidang ekonomi & transportasi. Kunjungan yang sedianya akan berlangsung dari tgl 27-30 May 2007, akhirnya dipersingkat menjadi hanya sampai tgl 29 May saja dikarenakan insiden yang menimpa beliau baru-baru ini.
Baru dua hari Sutiyoso diSydney, tanpa diduga-duga sore hari tgl.29 May, dua orang petugas polisi NSW masuk tanpa appointment ke ruang istirahat beliau sesaat sebelum pertemuan resmi dengan NSW Premier, Moris Iemma digelar. Kedua polisi ini menggunakan master key nyelonong begitu saja sembari langsung menyodorkan surat perintah pemanggilan Sutiyoso untuk mempertanggungjawabkan kasus Balibo lima yang terjadi tahun 1975 lampau. Buat anda yang belum tahu, peristiwa Balibo lima ini terjadi di Balibo, East Timor tanggal 16 Oktober 1975 dimana 5 reporter Australia [Peters, Greg Shackleton, Gary Cunningham, Tony Stewart dan Malcolm Rennie] terbunuh saat sedang menjalankan tugas reportase. Sutiyoso dituduh ikut terlibat dalam kematian kelima warga negara Australia tersebut, dengan memerintahkan tentara dibawah pimpinannya tuk menembak ke-5 orang journalis tersebut demi mencegah tereksposenya kondisi keamanan diEast Timor saat itu. Itu menurut versi dari Deputy NSW Dorelle Pinch yang dirangkum dalam The Daily Telegraph. Pinch menjelaskan bahwa menurut evidence yang ditemukan, Sutiyoso dituduh turut andil dalam "Team Susi" yang disinyalir bertanggungjawab atas kematian journalis2 tersebut. Sutiyoso yang saat itu merasa dirinya tidak sedang dalam kapasitas sebagai mantan petinggi militer dimasa pengamanan wilayah East Timor, tentu saja langsung menolak panggilan Pengadilan NSW tersebut. Beliau berargumen, bahwa walaupun dirinya tahun 1975 memang bertugas disana, tapi beliau tidak pernah memasuki wilayah Balibo apalagi sampai berkonspirasi tuk menawatkan riwayat kelima journalis australia tersebut. Karena merasa tidak bersalah, beliau menolak tuk menandatangani surat perintah pemnaggilan pengadilan tinggi NSW tsb dan malam itu juga terbang kembali ke Jakarta. Akibatnya pertemuan dengan NSW Premiere serta kunjungan ke kedubes RI di Canberra tidak terlaksana.

Sangat disayangkan, mengapa peristiwa ini bisa sampai terjadi. Padahal hukum tertinggi diAustralia jelas-jelas melindungi hak pejabat asing baik fisik maupun nonfisik dari segala bentuk perintah pengadilan terkait dengan masalah domestic. Tentu saja insiden ini berakibat kurang baik bagi hubungan kedua belah pihak. Sebagai konskuensinya pemerintah Australia diminta untuk bertanggung jawab dan mengajukan permohonan maaf secara resmi kepada gubernur Sutiyoso dan pemerintah Indonesia. Hal senada disampaikan oleh Ketua DPR Agung Laksono yang mengatakan tindakan tersebut mengganggu hubungan bilateral kedua negara. Selama ini Australia juga sering dianggap memandang sebelah mata dan tidak memperhitungkan Indonesia. Padahal sebagai tetangga, kedua negara harus saling menjaga hubungan baik. Agung menilai tepat bila pemerintah Indonesia mengajukan nota protes kepada Australia. "Australia harus meminta maaf secara terbuka kepada Indonesia," kata Agung. Beliau menegaskan, jika tidak diprotes secara keras, maka DPR akan melakukan protes dan kecamannya langsung kepada pemerintah Australia. Reaksi keras juga dilayangkan berbagai elemen dan organisasi masyarakat terkait dengan pelecehan yang terjadi pada gubernur DKI Jakarta ini. Pemerintah Australia melalui Dubes Australia untuk Indonesia yang ada diJakarta, pun sebenarnya sudah menunjukkan itikat baik untuk menyelesaikan masalah ini. Terbukti dengan digelarnya pertemuan antara Dubes Australia dengan Menteri Luar Negeri, Hasan Wirajuda, Rabu (30/5), dan rencananya akan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Sutiyoso sendiri, dikutip dari berita Antara online.

Hanya sayang, ada satu hal yang Aya sayangkan......yaitu melihat berita di ABC Online dimana ormas pemuda melakukan protes dalam bentuk yel-yel "get out, get out Australia" dan sweeping terhadap warga negara Australia diJakarta. Kalo menurut Aya pribadi sih tindakan seperti itu bisa dikategorikan overreacted, tidak elegant dan menonjolkan emosional belaka. Tindakan seperti ini malah bisa saja akan menambah korban baru dari kedua belah pihak. Pertanyaan Aya nih, Apa mereka2 itu perduli jika puluhan ribu warga negara Indonesia yang ada diAustralia juga diperlakukan sama, disweeping dan dipaksa keluar dari Australia?! NO WAY!!!!
Helloooo....anda-anda yang melakukan sweeping, ATTENTION please!!!.......masalah tidak hanya akan selese dengan cara-cara emosional seperti itu. Perlu pemikiran mendalam serta kepala yang dingin tuk menyelesaikan perseteruan antar kedua belah pihak. Biar kita serahkan masalah ini kepada mereka-mereka yang berwenang tuk menyelesaikan, pasti akan ada jalan keluarnya jika kedua belah pihak memang masing2 berniat baik, insya Allah.
Once again buat para sweeper wannabe, dipikir-pikir lagi dulu kalo mo sweeping. Gak usah repot-repot ngambil alih tugas pak Polisi deh!!!!

Senin, Mei 28, 2007

Chasing the stars


Kalo ditanya tentang cita-cita waktu kecil dulu, "kamu mo jadi apa nak kalo udah gede?". Jangan dikira aku akan menjawab seperti umumnya anak2 kecil dalam iklan2 susu instan yang spontan mejawab:
"Aku mau jadi dokter"
"mau jadi polwan"
"tukang insinyur"
"jadi pilot"
"pengen jadi guru" atau
"jadi bintang pilem"
Hahaha, gak kepikiran sama sekali tuh. Yang ada dulu dalam benakku setiap kali ditanya mau jadi apa kalo sudah gede adalah "aya mau jadi pelling!!!!". Seperti halnya orangtua, guru-guru juga teman-temanku, mungkin anda juga akan bingung dan bertanya-tanya, "peling" itu sejenis profesi apaan ya?
Well, sebenarnya itu penyebutan dari aku sendiri. Ada cerita dibalik kata "pelling" ini. Untuk anda ketahui, walaupun berasal dari keturunan bugis asli tapi aku lahir dan dibesarkan disebuah kota kecil diPapua yang bernama Fakfak. Fakfak ini selain terkenal sebagai kota Pala, juga terkenal dikalangan turis domestik maupun mancanegara dengan habitat alamnya yang masih asli [burung cendrawasih masih banyak ditemukan dihutan2 fakfak yg belum dieksplorasi]. Tidak heran kalau sering ditemui turis-turis asing berkeliaran dijalan2 Fakfak hanya untuk menyaksikan keindahan alam kota ini. Sebagai anak kecil yang punya rasa penasaran tinggi, aku senang mengamati turis2 itu, lalu kadang dengan sok pedenya menyapa mereka dengan bahasa inggris yang [tentu saja] kacau bin amburadul. Senang saja rasanya jika dapat bercakap-cakap dengan mereka, yang memiliki ras yang berbeda, kulit yang berbeda dan bahasa yang asing tapi familiar ditelinga.
Walaupun saat itu aku belum pernah belajar bahasa inggris secara formal sama sekali, tapi aku terbiasa menyaksikan film2 barat diTVRI sejenis Bonanza, Santa Barbara [hehehe, gak ada tulisan Parental Guidance sih], Superboy dan paling favorite sekali adalah Little House on the Prairie. Karena saat itu sistem dubbing belum terlalu populer, maka otomatis bahasa yang digunakan oleh pelakon2 tersebut adalah pure english yang disertai dengan subtitle sebagai translatornya. Biasanya saat drama tersebut sedang berlangsung, jika ada kalimat yang menarik atau aku mengerti apa maknanya, secara spontan aku akan menirukan sambil menunjuk2 kearah adikku yang terbengong-bengong melihat tingkah anehku.
Heran juga sih, kok aku bisa hafal mati dialog-dialog mereka saat itu ya?!
Nah, dari sering menonton drama2 itu, aku jadi tahu beberapa kata dalam bahasa inggris, umpamanya saat berjumpa dengan bule "Hallo, mister!! How are you, where are you from, what are you doing here, nice to meet you, bye bye", dll kata standar yang biasa digunakan jika bertemu bule yang baru dikenal.
Turis-turis ini biasanya sangat senang jika mereka disapa dengan ramah seperti itu, lebih-lebih oleh seorang bocah perempuan berusia 6 tahun yang tersenyum malu2 dengan gigi ompong dibagian depannya [hmm, it's a picture of me... i guess, "sigh"].
Lalu setelah menjawab biasanya mereka akan bertanya balik siapa namaku, aku tinggal dimana dan memberikan kenang-kenangan entah berupa permen, cinderamata atau malah kadang duit seribuan, hahahaha.....bukan aku yang minta lho^_^
Oia, satu hal yang tertanam dibenakku, setiap kali kutanya "what are you doing here" umumnya sebagian besar dari mereka mengucapkan satu kata azimat "travelling" dan yang kemudian terekam dibenakku sebagai "pelling". Lama-lama kemudian aku mulai berkhayal bahwa pelling itu pasti menyenangkan, bisa kemana-mana, melihat dunia lain yang berbeda, bertemu orang-orang yang unik dan berpose diobjek2 menarik dengan senyum banana. Itulah kenapa setiap kali aku ditanya mau jadi apa, so pasti aku akan spontan menjawab "pelling".
Khayalan ini terus berkembang dan menjadi-jadi seiring mulai duduk dibangku sekolah dasar. Saat mulai mempunyai akses buku-buku perpustakaan, bacaan favoriteku selain manga jepang adalah ensiklopedia dan atlas dunia yang bergambar. Dari membaca-baca buku-buku serius itu ada dua negara yang selalu berputar-putar dalam benakku yaitu Jepang dan Australia. Jepang karena Sakura & Oshin, dan Australia karena kangguru, opera house dan salju. Bayangan favorite yang dulu selalu kumimpi-mimpikan ada dua, yang pertama berfoto dibawah pohon sakura putih mengenakan kimono dan yang kedua berpose dengan pakaian musim dingin didepan opera house dengan salju dilatar belakangnya[hehehehe....emang ada neng?!]. Bahkan klipingan tentang kedua negara ini rajin kutempel dikamar tidurku, supaya sering2 kulihat sebelum tidur. Dan sebelum tidur, setelah membaca doa sebelum tidur, pasti akan ditambah "Ya Allah, aya pengeeeen banget kesana, mo poto2 disana, trus potonya mo dikasih liat sama Bapak & Mama, biar mereka senang, boleh yaaa?!" doaku kemudian biasanya akan ditimpali oleh adikku dengan anggukan kata "boleh..boleh".
Lucu emang tapi doaku saat itu benar-benar serius, gak dibuat-buat. Mungkin ada yang akan nyeletuk, "hadow...nih anak parah banget, dari kecilnya emang udah suka ngayal tingkat tinggi", yup...aku akui, memang dari dulunya tipikalku adalah "day dreamer girl" yang senang berimajinasi dengan dunia uthopianya sendiri. Aku sadari itu karena orang2 disekelilingku sering berkomentar kalo impianku gak beres dan terlalu tinggi tuk dijangkau.
Tapi aku senang, oleh karena mimpi itulah yang membuat diriku termotivasi untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi tentang Jepang dan Australia. Mulai senang belajar bahasa inggris dari kamus dan akhirnya menjadi pelajaran favorit saat pertama kali berkenalan dengan subject ini dibangku sekolah menegah pertama.
Well...lika-liku yang harus dilalui emang panjang dan melelahkan, tapi jerih payah ini akhirnya membuahkan hasil. Finally, dari sekedar angan-angan akhirnya mimpi itu jadi kenyataan. Satu dari dua mimpi telah terwujud, sekarang aku bisa berdiri [tiap minggu malah 'lol'] didepan opera house dengan senyum banana [walau tanpa salju dibagian latar belakangnya]. Yup, senyum lebar tentunya, karena bisa berkunjung dan belajar dinegeri Kangguru secara gratis tanpa perlu mengerluarkan biaya sama sekali. Sepertinya Jepang tinggal menunggu giliran neh, insya Allah^_^ [Gambatte Aya-san!!!]

So, akhir kata siapapun anda atau apapun anda, jangan pernah takut tuk bercita-cita tinggi, apapun cita-cita itu, hold it & keep it tight, don't ever let it go, merely because many people say you can't make it. Whatever it is, just remember these words from Chris Gardner to his son when he was in a very hopeless situation, which was taken from The Pursuit of Happyness scene:
"You got a dream, you gotta protect it. People can't do something themselves, they wanna tell you that you can't do it. Don't ever let anybody tell you, you can't do something. Not even me.
If you want something? Go & get it!!"

Selasa, Mei 15, 2007

Sawatdee, Khun Sabai Dee Mai?

(Korban konflik antar agama diPattani, Sothern Thailand)

Itu salam hangat ala Thailand yang berarti Hallo, Apa kabar?!
Yup, dua hari yang lalu aya diberi kesempatan tuk bertemu delegasi dari Thailand. Bersama dengan 2 international students lainnya aya ditunjuk oleh UTS tuk menerima kedatangan 5 delegasi dari wilayah Pattani, Southern Thailand. Para delegasi ini terdiri dari researcher, guru besar Songkla University, politikus juga perwakilan pemerintah Thailand. Tujuan kunjungan mereka ke Australia ini adalah dalam rangka mempelajari bagaimana masyarakat muslim utamanya student, hidup membaur dalam keragaman yang tercipta dibelahan bumi bernama Australia juga berbagi tentang kondisi terakhir wilayah Pattani, Southern Thailand.

Seperti yang kita tahu pada umumnya, bahwa kondisi keamanan di daerah Pattani sangat rawan dengan kekerasan, pembunuhan, pembantaian, bom bunuh diri, penculikan, dll. Dalam tiga tahun terakhir ada dua kubu yang berseteru dengan sengitnya yaitu masyarakat muslim dan masyarakat Buddha yang telah menelan korban ribuan jiwa orang [jadi t'ingat kondisi di Poso dan Ambon]. Kedua kelompok ini saling berseteru dan bertikai tanpa ada kejelasan kapan bisa berekonsiliasi. Masing-masing hidup terpisah dan tidak pernah tuk mencoba berbaur. Kondisi disana saat ini bisa diumpamakan, jika anda seorang Buddhis jangan pernah coba-coba bertandang ke daerah muslim, kalo anda mo coba-coba kesana nyawa anda taruhannya, begitupun sebaliknya. Pihak pemerintah telah mencoba turun tangan, namun sayang konflik dalam tubuh pemerintahan Thailand juga sama amburadulnya (King & Queen masing2 memiliki kebijakan yang bertentangan), sehingga mereka hanya menambah berat beban masalah diPattani ini. Tanpa memikirkan kondisi psikologis masyarakat Pattani yang sudah berada dalam kondisi ketakutan, pemerintah malah memperbanyak jumlah tentara didaerah tersebut dengan alasan keamanan. Hasilnya, banyak sekolah terpaksa meliburkan murid-muridnya karena orang tua murid melarang anak2 mereka ke sekolah yang disinyalir dijaga oleh aparat keamanan yang [katanya] lebih condong pada salah satu kubu. Isu ini juga jadi menyeret-nyeret naman negara disekitar Thailand semisal Philiphina dan Indonesia. Berita teranyar yang Aya baca dari surat kabar harian "The Australian" edisi rabu 16 May, Senior Thai Police menuduh kelompok Jamaah Islamiyah [JI] dari Indonesia terlibat dalam pembunuhan seorang pendeta budha didaerah Pattani. Mereka juga menuduh JI khusus telah memberi training kepada muslim Pattani bagaimana cara memenggal kepala korban [what the h***], seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu diTimur Tengah dan dilakukan oleh seorang bocah berumur 12 tahun. Pfff....betapa rumitnya memahami jalan pikiran pemerintah Thailand, sekarang mo coba-coba cari kambing hitam rupanya. Sebenarnya banyak foto-foto yang yang ingin aya tunjukkan tentang kekerasan diPattani, tetapi karena sebagian besar mengerikan dan membuat nafsu makan berkurang, jadi hanya bisa aya tampilin satu aja diatas.

Oh ya, karena masalah ini agak sensitif, mungkin detailnya gak usah terlalu dibahas. Jika tertarik dengan masalah diSouthern Thailand Anda bisa mendengar hasil interview presenter ABC Geraldine Doogue dengan para delegasi ini yang rencananya akan disiarkan melalui radio ABC pada tajuk Saturday Extra setiap Sabtu 7.30am AEST. Oh ya, aya mo ngenalin siapa-siapa aja delegasi dari Thailand ini, mereka adalah:
  1. Assistant Professor Dr Worawit Baru, from Prince of Songkla University in Pattani and a member of the National Reconciliation Commission. He is a frequent commentator on events in the South, with a particular interest in language policy, politics, and government policy.
  2. Assistant Professor Arin Sa-idi, from Prince of Songkla University, Pattani Campus, and the founder of the Friends of Women group which helps victims of the southern violence
  3. Mr Waeyusoh Samaalee, a distinguished former public servant. He served in the Southern Border Provinces Administration Centre as a cultural officer. He has compiled a dictionary on Thai-local Malay terms, and he is involved in bilingual curriculum design which is being piloted in the South of Thailand. He is also involved in PUSAKA, an educational foundation that supports the educational activities of Tadika (informal schools for young Muslim children). He is also President of the Muslim Business Association of Pattani.
  4. Mr Tanate Adulyakij is Director of the Ministry of Culture, Pattani Office. He is the first Muslim director of the Provincial Ministry of Culture in Pattani.
  5. Mrs Suphacha Somsong is a cultural officer from the provincial office who is currently involved in data collection on Malay culture.

Para delegasi ini disponsori oleh the Australia-Thailand Institute, dan kunjungan mereka ini dikoordinasi oleh beberapa University semisal La Trobe University, the Thai National Studies Centre, ANU & the University of Technology, Sydney. Nantinya para delegasi ini juga memberi ceramah dan presentasi tentang ”The Crisis in Southern Thailand: Cultural Policy, Gender Issues and Reconciliation Prospects” di university2 tersebut diatas.

Dua hari berinteraksi bersama mereka cukup membuat Aya belajar banyak hal tentang dunia pendidikan, politik, social dan security. Aya juga jadi belajar tuk menghargai betapa beruntungnya hidup ditengah-tengah masyarakat majemuk yang saling menghargai perbedaan yang tercipta & telah dibawa oleh tiap-tiap individu. Semoga kedatangan mereka ke Australia ini bisa memberikan kontribusi baru demi terciptanya kondisi keamanan beragama di wilayah Pattani, Insya Allah. Kob Khun (Thai: Thank You)

Senin, Mei 14, 2007

Am So Sick

Hari ini aya terpaksa bolos kuliah. Ini untuk yang pertama kalinya terjadi selama menjadi student diUTS. Padahal hari ini penting banget, ada presentasi perorangan dengan mark 10%. Slide presentation tentang kurangnya minat pemerintah mendanai asuransi kesehatan bagi penduduk miskin di Indonesia pun sudah siap dipresentasikan, mana sudah kusiapkan jauh2 hari sebelumnya dengan design dan animasi yang apik [hiks...jadi gak ada yg lihat dong]. Tapi....apa boleh buat, hari ini badanku lagi gak bisa diajak kompromi, terpaksalah istirahat dulu seharian diflat.

Ya, pagi ini aku bangun dengan perasaan tidak sehat, perut serasa dikocok-kocok dan mual-mual terus-menerus, kaku kuduk, pandangan blur dan migrain hebat. Ini sudah terjadi semenjak dua hari terakhir. penyebabnya yang aku duga karena stress psikis akibat mikirin banyaknya assignmnets dan beberapa masalah pribadi. Ini lumrah terjadi pada mereka yang sedang dilanda cemas tinggi [due date, due date...], fokus jadi menyempit hanya tertuju pada sulitnya masalah yg dihadapi, makan jadi gak teratur, kurang tidur, kondisi emosi jadi labil, dan ujung-ujungnya berpengaruh pada kondisi fisik juga.

Buat teman-teman yang sedang sibuk-sibuknya dengan assignmnets, selamat mengerjakan assignments ya, serius sih boleh-boleh saja tapi jangan sampai memforsir diri diluar batas kemampuan tubuh tuk mentoleransi. Ntar kejadiannya kayak gini nih, terbaring dikamar seperti orang sakit sambil mikirin teman yg lagi pada kuliah. Tadi udah minum obat dan sekarang butuh bed rest seharian...teman-teman doain aya cepet sembuh ya^_^.

Kuliah vs Belly Dance

Suasana kelas di Australia pada umumnya.
Mo minum dikelas boleh, mo ngunyah permen boleh,
mo naikin kaki dimeja juga boleh , asal gak makan aja.
(Situasi :Kampus UTS Kuringgai, ruang kelas CB.04.01, 4.25pm)
Pfff....mata rasanya sudah tinggal 5 watt. Suara dosen yg sedang memberi materi kuliah tentang "Supervision & mentoring in nursing clinical placement" tinggal terdengar sayup-sayup. Kelas yang hanya berisi sekitar 15-an students (11 local students + 4 international students) pun hening dan beberapa students sudah tampak terkantuk-kantuk kelelahan.
Ya inilah suasana lecture day yang selama ini kujalani semenjak menjadi salah satu international student diFaculty of Nursing, Midwifery & Health, Univ. of Technology Sydney (UTS).
Sistem perkuliahan yang khusus diterapkan difakultasku disebut Block Mode. Block mode ini adalah kebalikan dari Regular Mode yang seperti umumnya diterapkan difakultas2 lain semacam Engineering, IT atau Bussiness. Untuk block mode student tidak perlu tiap minggu datang kekelas kuliah, melainkan hanya sebulan sekali. Satu subject (mata kuliah) hanya mensyaratkan student untuk datang 4x selama satu semester. Jadi jika punya 4 subjects tuk Autumn semester, berarti frekuensi kehadiran dikelas hanya max. 16x pertemuan selama Autumn semester. Jika dirata-ratakan, dalam sebulan cuma ada 4 hari kuliah, selebihnya bebas terserah mo ngapain, kerja part-time, travelling, shopping, ngenet, gabung club sana-sini gak ada halangan bow.
Namun susahnya ya, ada susahnya nih....untuk satu kali pertemuan, block mode mengharuskan setiap students tuk mulai duduk manis dikelas dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore nonstop. Istilah kasarnya sih, kuliahnya dijama' kali ye'. Untuk 1 day lecture ini biasanya ada 4-5 topik berbeda yang diberikan oleh dosen bule yg berbeda pula, tapi tetap dengan students yang sama [sakke....]. Disela-sela itu students nanti akan mendapat dua kali break, yaitu morning break [10.45-11am] dan lunch break [12.45-1.30pm]. Kadang2 kalo ada dosen yg buaiiiik banget, ditambah afternoon tea break [3.45-4pm].

Awalnya tampak sangat menderita sekali, bayangkan harus bisa tetap menjaga konsentrasi selama 8 jam dikelas, padahal hati jiwa dan raga sudah exhausted dengan banyaknya materi yg diterima hari itu [serasa seperti gelas minuman yg dituangi satu cerek air gak ada berenti-berentinya, ampe meluap]. Diperparah lagi setelah selepas lunch break, saat perut udah terisi penuh dengan bekal makan siang, ruang AC yang sejuk ayem tenterem maka dimulailah process hyperemia postprandial. Suplai darah yang harusnya lebih banyak dipakai diotak tuk berpikir dan mendengar, sebagian besar pada dialihkan keperut tuk proses pencernaan, akibatnya menurunlah perfusi darah+O2 dijaringan otak, daaaan hasil akhirnya......perasaan mulai mengawang-awang, mulut sesekali menguap, mata sayup-sayup, kepala terangguk-angguk dan suara dosen menjadi sperti desingan lebah ditelinga, dzzzzz.....dzzzzzz....dzzzzz.....brakkk [bunyi kepala membentur meja].

Ya ini wajar terjadi dikelasku, dan dosen2ku pun rupanya mahfum, mereka gak pernah tuh negur secara langsung student yg ketiduran dikelas [mungkin baru ditegur kalo dah ngorok kali ye...]. Yang aku perhatikan, jika isi kelas sudah mulai terkantuk2 kebosanan, biasanya dosen2 ini punya cara tersendiri tuk membangkitkan atensi students. Salah satunya yang paling sering adalah kami disuruh berpasangan dengan student lain yg tidak dikenal lalu share pengalaman pribadi yg ada kaitannya dengan topik yg sedang dibahas.

Cara lain yang lebih kreatif ada lagi, semua students disuruh berdiri lalu mengikuti musik ala padang pasir nan menghentak . Hah! apa hubungannya??, Hehehe....rupanya kami diajari tuk menirukan Belly dancer. Kami bahkan diajar beberapa term dan style [ada handoutnya dibagikan, lho!] yg lazim digunakan untuk tari perut ini semisal sliding feet, shaking hip, marylin on the toes [gbr sebelah kiri], egypt walk, etc.
Setelah kami semua mengerti basic step tarian perut ini, dosen tersebut kemudian memberi aba-aba, sliding-sliding-hip-sliding-sliding-hip-egypt walk, atau sliding-hip-sliding-hip-turn left-marlyn on the toes, maka semua students pun mengikuti gerakan sang dosen dengan goyangan pinggul kaku dan patah-patah. Kami international students yang semula malu-malu akhirnya jadi semangat juga melihat yang lain pada semangat dan berani malu. Semua bergoyang, semua antusias, semua tertawa lepas dan gak ada lagi yang ngantuk. Ah, riangnya hati jika kuliah diIndo seperti ini.....[Kapan-kapan request Salsa ato Swing dance juga ah].

Selasa, Mei 08, 2007

Simply Thank You

Pernah dengar orang yang memaksa orang lain memberi pujian dengan menggunakan reverse psychology feedback?! Percakapannya kira-kira seperti ini maksud Aya:

X: "Saya bermain piano buruk sekali!"
Y:"Ah enggak. Menurut saya, permainan piano Anda bagus sekali.'
X:"Tidak juga. Saya melakukan banyak kesalahan tadi.
Y:"Tetapi menurut saya Anda sangat hebat"
X "Ah, Anda hanya mencoba menghibur saya.
Y: "Sungguh. Anda benar-benar luar biasa!"
X:"Terima kasih... tetapi saya pemain yang buruk."

Gimana anda mendengarnya? Bukankah percakapan tersebut menjengkelkan? Kita wajib mengakhiri percakapan konyol seperti itu secepat mungkin, dan mulai membicarakan hal lain yang masuk akal! Orang berprestasi tidak menggunakan tipuan kerendahan hati palsu. Mereka tidak dengan sengaja ingin memancing pujian dari orang lain, tetapi kalau dipuji mereka menerimanya dengan tulus. Selalu ucapkan terimakasih atau kata-kata lain yang sejenis. Mengapa? Jika kita dengan tulus menghargai diri sendiri, kita tidak perlu mengumumkan ke orang lain betapa baiknya diri kita. Hanya orang yang tidak yakin atas harga dirinyalah yang mengumumkannya ke semua orang. Yang perlu kita ketahui adalah bahwa menerima pujian bukanlah sikap yang perlu dipersoalkan. Kita tidak perlu menjadi seorang yang sempurna untuk mengucapkan terima kasih setelah menerima pujian. Orang yang sukses selalu mengucapkan, "Terima kasih."karena mereka menyadari bahwa mengakui telah mengerjakan sesuatu dengan baik adalah sikap yang sehat dan tidak dibuat-buat. Jika Anda memberi selamat kepada Tiger Wood atas kemenangannya di sebuah turnamen golf, ia tidak akan berkata, "Ah, itu hanya kebetulan kok," atau "Saya kebetulan sedang beruntung." Sebaliknya ia akan berkata, "Terima kasih." Jika Anda memberi selamat kepada Paul McCartney atas keberhasilannya membuat lagu yang menjadi hit, ia tidak akan berkata, "Kamu gila! Lagu itu sangat jelek." Sebaliknya Ia akan berkata, "Terima kasih.
"Pujian adalah suatu hadiah tak berwujud tapi dapat dirasakan".
Perlu pemikiran dan usaha untuk memberikan pujian kepada seseorang. Seperti halnya kalau Anda memberi hadiah kepada seseorang, Anda akan merasa kecewa jika hadiah itu dikembalikan kepada Anda. Ini adalah alasan lain mengapa kita sebaiknya menerima pujian dengan senang hati. Coba bayangkan seorang teman Anda memuji penampilan Anda dan Anda menanggapi, "Tetapi bibirku tebal dan kakiku pendek!" Anda akan merasa tidak enak karena Anda tidak menerima pujian itu sesemangat teman Anda ketika ia melontarkannya. Ia juga merasa tidak enak karena alasan yang sama, dan akan mengingat Anda sebagai seorang teman berbibir tebal dan berkaki pendek. Jadi, mengapa tidak mengucapkan "Terima kasih" saja?
(Conversation Behind the Scene)
Lisa: Kamu nyanyinya bagus deh tadi^_^
Aya: Hah, masak sih?!!
Lisa: Iya bener, aku sampe terbuai mendengarnya, serasa mendengar Celine Dion.
Aya: Ah biasa aja kok Lis
Lisa: Sumpeh, suaramu kayak Celine Dion Ya'!! (iih, Lisa kok maksa sih?)
Aya: Hahaha...ya emang mirip Celine Dion wong aku tadi Lipsync doang kok!! Tapi tetap terima kasih deh Lis, hehehe^_^

Jumat, Mei 04, 2007

Diflatku ternyata semalam ada.......


(Setting :Kamar flatku, Gumal Ngurang 702B, jam 12.45am)
Tengah malam waktu Sydney
Sendirin didalam kamar flatku yang tenang
Berusaha konsentrasi pada assignmnets yg harus disubmit minggu depan
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara halus dari arah belakang
Sayup-sayup memanggil2, menggelitik perasaan
Bunyi itu....aku kenal, tapi ah tak mungkin!!!
Malam2 begini?!
Bulu kudukku merinding
Lama2 suara itu makin mengeras
Serasa asalnya langsung dari balik kursi yg sedang kududuki
pelan tapi pasti,
memanggil...menandakan sesuatu telah terjadi
Jantungku berdetak keras, nadiku berpacu cepat
Aku tidak ingin berbalik, aku takut bersuara
Apakah aku bermimpi saat ini?
Ah tidak....aku masih terjaga,
Kucubit lenganku, kutepuk pipiku
Aku sadar sesadar-sadarnya
Tapi.......bunyi itu, lagi-lagi bunyi itu
Aku harus berbuat sesuatu
Yah, harus

Sekarang suara itu makin menjadi-jadi
Dan memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya
Bahkan aku bisa mendengar suara seseorang
Yah bunyi yang berwujud suara seseorang
Menjerit!!!
Mengirimkan pesan
Pesan yang menggema dipenjuru kamarku
Dengarkan pesan itu Aya, dengarkan...

"Beep...beep...beep"
"Whoop...Whoop....Whoop"
"Evacuation....Evacuation...."
"Evacuation has to be done"
"Evacuation has to be done"

Ups....hehehe, ternyata itu bunyi fire alaram, bukan bunyi apa2 kok^_^
Barusan alaram kebakaran di UTS housing accom tempatku tinggal berbunyi
Rupanya ada yang lupa membuka lid pengisap asap
Sehingga memicu fire alaram dilevel 6 tuk berbunyi.
Kesel juga jengkel, ya pastilah....
Mengorbankan waktu tuk turun melalui tangga darurat dari level 7
lalu berdingin2 dengan residents lain dibasement bagian luar building (1.00am, helloooo!!!)
Pelakunya barusan ngaku
Gak sengaja manasin minyak difrying pan
Trus lupa dan dibiarin berasap
Mo marah juga percuma, udah terjadi
Lagian pelakunya udah kena denda A$200
Yawis, kembali kekamar lagi deh
Tapi, gak mau pake tangga darurat ah
Pake lift aja kaleeee......
Gud nite everybody, Zzzzzzzzzzz........

Kok telat nikah?

Ada beberapa sebab seseorang telat nikah, dan Akh Indra Hermawan mengirimkan tulisan ini untuk anda, Buat merenungi, kenapa telat nikah.
SELERA TINGGI
Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [wajib..!!], cantik, kaya raya, keturunan baik-baik, tinggi badan 170 cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur'an, pinter ceramah..[aduh..banyak sekali !!].Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di super market jelas ndak ada [kalo ada, kasih tau ya..]. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan, selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan pria sholeh, ganteng, mapan, dewasa, macho, kalo bisa yang sudah profesor. Atau paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah... Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.
STUDY ORIENTED
Banyak juga yang telat nikah karena study oriented. Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. TK di Makassar, SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Surabaya, S1 di Jakarta, S2 di Australia, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo' butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering banget terjadi, terutama buat mereka penerima beasiswa ke Luar negeri [nah lho....kok bawa2 beasiswa siy?].

PUNYA APA-APA DULU
Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain oranmg untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa, yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus...[untuk apa yaa?]. Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis bow, ihikihikhik....]. Mercy, HP, kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus....

ORANG TUA PINGIN.....
Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya pengennya..., demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet banget tuk nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu prang tua dulu lah, jangan terlalu muda, rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu.....Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo' si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo' mau nikah cepat.

NIKAH ITU SUSAH
Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo' udah punya anak, tambah susah lagi dong... Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini.....[Pffff.....capek deuw]

PERNAH GAGAL
Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain [mo ditaro' dimane neh muka pren!!!].

PERSAINGAN KETAT
Bukan berita baru lagi bila jumlah muslimah hari ini membludak. Bahkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua lho sekarang. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti lho ya, tapi kenyataannya memng demikian adanya. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA. Asalkan tidak berhenti berikhtiar & berdoa berserah diri padaNya, niscaya Allah akan mempermudah jalan kita jika emang dialah yang ditakdirkan untuk jadi "the chosen one".
Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat, lima, sepuluh tahun..... akhirnya usiapun beranjak tua.
___________________________________________________________________
Disadur ulang oleh indra hermawan dari majalah EL-FATA, edisi 05/II/2002. Semoga bermanfaat !!!!

Selasa, Mei 01, 2007

Why I Got Sudden Headache This Morning

Ini headlines news di ninemsn dan channel 9 pagi ini (1/5/07). Sangat mengejutkan, membuat tangan terkepal, kepala panas dan darah mendidih saat membaca berita tersebut:

Extremists 'killed Woolmer'
Tuesday May 01, 2007
"Pakistan coach Bob Woolmer may have been murdered by radical Muslims after complaining that members of his cricket team were more interested in praying than playing, according to a BBC investigation"
Untuk berita selengkapnya bisa klik disini

Kalo emang Woolmer tidak toleran dengan hak privilege pemain2nya tuk melaksanakan ibadah sebagaimana mestinya, mungkin ini lebih baik buat dia untuk tidak lagi melatih di team Pakistan tersebut. Sepertinya Woolmer belum terlalu mengenal karakteristik pemain2 yang dilatihnya yg mayoritas adalah muslim. Mudah-mudahan fakta dibalik kematian mr.Woolmer ini akan segera terungkap dan tidak lagi menyudutkan pemain muslim ditempat pertama.
Yaik!!! Propaganda lagi ini namanya........., beware dengan media Australia teman-temans!!!