Senin, Februari 26, 2007

Welcome to the Autumn Semester

(Kamarku..tempat semua inspirasi tercipta, Gumal Ngurang 702B)

Honeymon period is over!! Masa jalan-jalan, bermain2 kesana kemari gak tau juntrungan telah berakhir!!!!
Saatnya kembali berkutat dengan thick text books dan complicated assignments (pfiuh....). No more jalan2, no more excess chatting but concentrate on those subjects only.

Untuk autumn semester 07 ini, aku ngambil 4 subjects. Dua core subjects dan dua elective subjects untuk community nursing area (specialtyku di UNHAS). Keempat subjects itu adalah:
-Facilitation of Clinical Learning
-Health Breakdown
-Health Promotion & Health Education
-Technology & Ethics

Sama seperti semester sebelumnya, sistem kuliahku kali ini kembali Block Mode dengan aktivitas utamanya adalah lectures & workshops. Untuk sistem Block Mode, aku gak perlu kuliah tiap minggu, paling banter 4x kuliah dalam sebulan. Satu mata kuliah hanya 4 kali pertemuan selama satu semester, tapi konsekuensinya kuliahnya satu harian penuh, mulai dari jam 9am-5pm nonstop (weleh...keder aku!). So total pertemuanku dengan lecturer untuk 4 mata kuliah adalah 16x pertemuan selama satu semester. Selebihnya diluar itu aku hanya mengerjakan assignments dalam bentuk case study ataupun analysis essay. Semester kemaren aku gak punya exam sama sekali, nah untuk Autumn ini aku punya satu exam dari mata kuliah Health Breakdown (HB). Enaknya exam HB ini adalah, examnya boleh dibawa pulang, open book dan baru dikumpul seminggu kemudian. Tidak enaknya, karena examnya buanyaaaaak sekali beranak pinak dan harus ditulis tangan pula, hiks....abis kita disuruh ngerjain alur2 patofisiologi penyakit tertentu yg dimulai dari sel terkecil sampai ke tingkat organ-organ tubuh yg complicated disertai nursing diagnosis dan juga possible treatment serta implementasi keperawatan(Pfiuhhh.....kembali harus ngapal lagi nih).

Bercermin dari result semester kemarin yg kurang memuaskan, semester kali ini aku pengen lebih serius dan fokus pada apa yg kupelajari. Kebiasaan burukku yg suka menunda-nunda waktu dan sering menggampangkan assignments membuatku sadar kalo kusama sekali tidak mendapat apa2 dari semua yg tlah kupelajari semster kemaren. Waktu studyku juga tidak lama lagi dan akan berakhir Dec 2007 mendatang. Setelah itu akan kembali ke tanah air melanjutkan karir sebagai pengajar diUniversitas berlogo Ayam Jantan itu (hiks....kok kujadi sedih sih). Semoga aku tidak pulang dengan tangan kosong dan penyesalan karena tidak memanfaatkan secara optimal masa selagi aku kuliah di University of Technology Sydney.

Sabtu, Februari 24, 2007

Look at me, I'm Married okey!!!!

(Ki-ka: Irfan, Yoga, Ary, Aya, Brian, Fachri at Sydney Airport)
Moment terakhir sebelum keberangkatan Ary & Brian kembali ke Tanah Air
Beberapa waktu lalu aku mengalami kejadian yg kurang menyenangkan diSydney. Cerita ini bermula saat aku pergi berbelanja ke Paddy's Haymarket bersama salah seorang teman. Biasanya kami selalu berbelanja groceries disana untuk persiapan selama seminggu atau dua minggu kedepan. Nah, setelah kami selesai berbelanja, ceritanya kami akan balik keFlat, tapi karena temanku itu harus meminjam buku dilibrary haymarket UTS (lokasinya berdekatan dengan Paddy's market, kira2 hanya 50 meter) so singgahlah kami dilibrary itu. Berhubung barang belanjaan kami banyak, so kusuruh aja temanku itu masuk kedalam library sementara aku nunggu sambil duduk2 dibagian luar library.

Belum berapa lama temanku masuk kedalam bangunan library, tiba-tiba dari arah samping, ada cowok bule dengan wajah latin mendekatiku. Dia tampak seperti orang kebingungan, celingak celinguk sambil memegang peta. Lantas dia menegurku dengan aksen italia atau spanish gitu, "hello miss, how are you? I'm Sam. I'm from Italy, I'm a new comer here. May i ask you something?" trus kujawab "yes, sure" ngomong basa-basi, trus dia bilangnya lagi nyari alamat seorang teman yg katanya tinggal didaerah Ultimo situ. Setelah kujelasin & kutunjukin area serta jalan menuju jalan yg dicarinya, kupikir dia bakal pergi, eh....ternyata tidak sodara2. Dia malah ngambil tempat duduk disebelahku. Berbeda dengan pertama kali tadi nanya, aku notice dia tampak lebih nyante saat bicara. Dia mulai ngenalin dirinya trus tujuan kedatangannya yg baru seminggu disydney. Kusih cuman menanggapi doang dengan kata2 singkat, said "ow" "ic" "hmmm...". Singkat kata setelah dia ngenalin dirinya dia mulai nanya2 ttg diriku, misalnya namaku siapa, tinggal dimana, kuliah dimana, dll. Dia sempat minta no HPku tapi gak kukasih coz aku gak kenal dia sama sekali n takut jangan2 ntar kenapa2 lagi, so akhirnya hanya kukasih secondary emailku. Setelah itu nih cowok, tiba2 mulai nanya pertanyaan yg menurutku gak appropriate. Dia mulai nanya ttg aktivitas malam yg biasa kulakukan, pub yg sering kukunjungi (hah..niy orang gak liat apa kupake jilbab?), ttg boyfriend dan terakhir ttg freesex (oow....ada yg gak beres niy aya!!!). Walau agak sedkit kaget sebisa mungkin kutampak kelihatan calm, kutanya balik, kenapa dia nanya pertanyaan seperti itu ke aku?
Dia jawab kalo saat ini dia masih buta tentang Sydney & dia sedang mencari partner untuk diajak sebagai pasangan short term relationship selama dia nanti tinggal diSydney, dan dia pikir sepertinya aku adalah partner yang dia cari. Hah, ku gak salah denger nih??? Tapi kupura2 berusaha tenang dan gak mengerti apa maksdunya. Trus dia ngejelasin, jadi dia nawarin aku mau gak jadi gf (girlfriend)nya selama 8 bulan dia disini. Sebagai gf kuboleh minta apa aja kedia, dia bakal ngasih coz katanya dia punya pekerjaan yg bonafid disydney sini, tapi sebagai gantinya kujuga harus berlaku sebagai layaknya pengertian gf disini, termasuk nemenin dia kemana2 dan juga nemenin dia tinggal diapartemennya. Dia ngaku kalo dia sudah mengamatiku sejak belanja diPaddy's tadi, tapi dia belum bearni mendekatiku coz ada temanku yg menemani. Dan juga dia memilihku karena aku pake jilbab. Dari temannya yg lain, juga italian, dia pernah denger kalo wanita berjilbab itu jarang yg matre dan mereka biasanya setia jadi gak bakal selingkuh. Whatttttt???? Astagfirullahaladzim.....aku shocked dan benar2 marah. Tanganku terkepal gemetar saking marahnya, Ya allah, baru satu kali ini aku merasa terhina banget ditawari hal memalukan seperti ini!
Akhirnya dengan nada tegas, kujawab kusama sekali gak tertarik dengan tawarannya. Dan untuk mempertegas pernyataanku itu kungaku kusudah menikah (Hikx....saking marahnya kata2 ini meluncur dengan manisnya dari mulutku, duh...careless girl). Dia sempat kaget & gak percaya, dia bilang wajah dan perilakuku masih terlalu muda untuk dikatakan sudah menikah. Karena gengsi dibilangin boong (padahl iya..) kutunjukin cincin yg kukenakan yg mirip cincin kawin (pemberian adik iparku sebagai pelangkah saat dia menikah dengan adikku tahun lalu^_^), Sam kayaknya masih tetap gak percaya. Dia lalu nanya siapa suamiku, dia kerja apa, dimana berada sekarang. Haduw...ni co kok ngotot banget sih!.

Karena dah tanggung boong, kucreate aja cerita aja kalo suamiku sekarang ini lagi ada di Indo sedang ada urusan keluarga dan baru akan kembali kesydney bulan depan. Tampaknya dia masih sangsi, trus dengan penasaran, dia bilang boleh gak liat foto suamiku, biasanya kalo wanita menikah tuh naruh foto suaminya didompet ato kalo gak dicellphonnya. Walah.....mampus aku, nih orang kok gak percaya2 sih!!! Otakku berputar, di dompet kucuman punya foto keluargaku dan teman2 KKN dulu, kalo di HP.....siapa yak?!!! Karena dia masih seolah menungguku untuk memperlihatkan foto fake hubbyku, ku akhirnya pura2 sibuk dengan mencet2 tombol nyari foto diSE K800ku sambil berdoa mudah2an ada foto cowok siapa kek, biar ni orang puas gt lho. Nyari2.....gak nemu2 juga, yang ada banyakan foto2ku ama gambar pemandangan, haduw.....mulai panik dalam hati. Eits...tunggu dulu, tiba2 kuingat, ku kan belum buka dibagian video, ...disana kan ada beberapa video temanku (maap...maap) yg dulu kuambil saat Australia Day & sesaat sebelum kepulangannya ke Indonesia. Hmm....kenapa bukan itu aja yg kutunjukin?! Yup...I'll show him my fake hubby, hehehe. Lalu dengan sok PD dan full of pride, kutunjukkan video itu didepan muka si Sam dan bilang "This is my beloved hubby pic, it's up to you to believe it or not". Dia mengamati sebentar lalu bilang "Hmmm...nice man, but do you really love him?!". Karena sudah kesel langsung spontan kujawab "Definitely, i do love him, he is my husband and i would never betray him! Do you got what i've said!!!"
Dia langsung terdiam, mendengar ku bicara dengan tones yg agak sedikit meninggi. Si Sam ini lalu menggelang pelan dan tersenyum, dia bilang tidak masalah, tawaran ini masih tetap berlaku buatku even i'm married woman. Dia lalu ngasih aku bussiness cardnya, katanya kali aja aku berubah pikiran atau mungkin aku punya teman lain yg juga berjilbab yg tertarik dengan tawarannya ini.
Wait...kenapa mesti berjilbab? Kujadi heran dan bertanya2 dalam hati, hmm..sepertinya ada yg tidak beres, dan sepertinya ada plot licik dibalik tawaran ini. Otakku berputar kemana-mana, berbagai alasan dan skenario tiba2 muncul didalm benakku. Jangan-jangan ini ada kaitannya dengan taktik golongan tertentu yg ingin menarik wanita muslim masuk kedalam lingkungan golongannya. Yeah....probably!!!
Saat kusudah hampir kehilangan kata2 untuk berbohong & tidak tau mau bilang apa lagi pada siSam, dari jauh kulihat temanku berjalan keluar dari Library, pffiuuh...syukur Alhamdulillah, sekarang kubisa punya alasan tuk kabur dari bule gila ini. Tanpa memperkenalkan temanku dan basa-basi sebentar (nice to meet you Sam..., tengkyu..., Bye-bye) kulangsung menyeret temanku jauh2 dari tempat itu. Pergi menghindar dari tatapan nanar si Sam. Whatever you think lah Sam, mudah-mudahan ku tak akan pernah bertemu denganmu lagi atau dengan orang2 yg sama annoyingnya dengan dirimu.

Jumat, Februari 23, 2007

Puding Marmer

Minggu ini Aya diminta tuk bantu2 bikin dessert dalam rangka pengajian bulanan KPII. Buat tiramisu, udah sering, hmmm...apalagi ya?? Iseng2 bongkar2 file resep masakan yg kubawa dari indo, aha....nemu resep Puding Zebra atau Puding Marmer. Dessert satu ini dulu adalah dessert yg pertama kali kubuat tanpa bantuan mama, soalnya mudah sih gak perlu pake acara oven-ovenan. Dan alhamdulillah langsung mendapat pujian dari Bapakku (padahal beliau paling jarang lho ngasih pujian kecuali tuk mamaku), apalgi ke diriku yg emang gak terlalu mahir soal urusan dapur^_^Bahan :
6 btr telur ayam
300 gr gula pasir
1/4 sdt vanila
80 gr tepung terigu
50 gr margarin leleh
300 ml air
250 ml susu kental manis
2 bgk agar-agar warna putih
50 gr cokelat bubuk, larutkan dengan sedikit air panas

Cara Membuat :
1. Siapkan loyang bulat berdiameter 18 cm, basahi dengan air.
2. Campur susu kental manis, air, agar-agar, aduk rata, lalu masak di atas api kecil hingga mendidih. Sisihkan.
3. Kocok telur, gula, vanila hingga mengembang dan kental, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit bergantian dengan margarin cair, aduk rata.
4. Tuang agar panas ke dalam adonan telur, kocok perlahan hingga tercampur rata. Bagi adonan menjadi 2 bagian, sebagian campur dengan cokelat, aduk rata, yang sebagian lagi biarkan berwarna kuning.
5. Tuang 100 ml adonan kuning pada bagian tengah loyang, tuangkan kembali 50 ml adonan cokelat di atas adonan kuning. Lakukan terus secara bergantian hingga kedua adonan habis. Dinginkan hingga puding beku. Untuk 16 potong

Kamis, Februari 22, 2007

Ghost Rider

Johnny Blaze (Nicolas Cage), pemain akrobatik sepeda motor, menjual jiwanya pada setan demi menyelamatkan orang yang dicintainya. Johnny yang setelah menjual jiwa meraih ketenaran, baru tersadar kalau ia ditasbihkan menjadi Ghost Rider.
Sudah sejak kecil Johnny akrab dengan dunia aktobatik sepeda motor. Tak heran tentunya, sebab sang ayah Barton Blaze (Brett Cullen) lebih dulu menggeluti profesi tersebut.
Bertahun-tahun Barton Blaze, menjadi pemain akrobatik sepeda motor di sebuah sirkus. Johnny yang tampaknya tak terlalu suka dengan pekerjaan pemain akrobatik, suatu hari ingin kabur dari sang ayah. Johnny juga mengajak kekasihnya Roxanne (Eva Mendez) untuk pergi meninggalkan orangtuanya.
Tepat di malam sebelum ia kabur dari rumah, Johnny mengetahui kalau ayahnya ternyata sekarat karena kanker. Keadaan sang ayah membuat Johnny bimbang. Ia pun pergi ke sirkus dan berpikir keras.
Di tengah kebimbangannya, muncul Mephistopheles (Peter Fonda), setan yang memburu orang-orang untuk menjadi Ghost Rider. Mephistopheles menawarkan Johnny sebuah kesepakatan. Ia bisa membuat ayahnya sembuh, asal Johnny menjadi pengikutnya. Johnny yang sebenarnya sayang pada ayahnya, akhirnya mau menuruti Mephistopheles.

Keesokan harinya, Barton Blaze memang benar-benar sembuh. Ia pun kembali beraksi bak pejantan tangguh. Tak disangka, sebuah kecelakaan merenggut nyawanya. Kecelakaan tersebut ternyata ulah Mephistopheles. Johnny pun dendam.

Bertahun-tahun berlalu, Johnny kini sudah menjadi pemain akrobatik ternama. Dengan sepeda motornya, ia kerap melakukan berbagai atraksi yang bisa merenggut nyawanya sendiri, seperti meloncati puluhan mobil dan helikopter. Kenapa Johnny selalu berhasil melakukan atraksi tersebut? Tak lain hal itu karena Mephistopheles.

Setelah menghilang selama bertahun-tahun, Mephistopheles kembali dalam kehidupan Johnny. Kali ini ia menagih janji yang sudah dibuat Johnny dalam surat kesepakatan. Johnny harus menjadi Ghost Rider dan membantunya menangkap Blackheart (Wes Bentley).

Blackheart adalah anak Mephistopheles. Ia penghuni neraka dan berencana menggusur kedudukan sang ayah kemudian membuat neraka baru yang lebih mengerikan. Berhasilkah Johnny? Ya, seperti cerita kepahlawanan pada umumnya, Johnny yang berubah menjadi pengendara motor api berwujud tengkorak, sukses mengembalikan Blackheart ke alamnya.

'Ghost Rider' merupakan kisah yang diangkat dari komik Marvel. 'Ghost Rider' dengan tokoh Johnny Blaze pertama kali terbit pada Agustus 1972. Setelah Johnny Blaze, ada 'Ghost Rider' kedua yaitu Daniel Ketch. Pihak Marvel sudah mengumumkan kalau mereka juga akan merilis film 'Ghost Rider 2'.

Penggemar film-film yang diangkat dari komik Marvel, seperti 'Spiderman', 'X-Men' dan 'Fantastic Four', rasanya wajib menonton 'Ghost Rider'. Efek dalam film ini, boleh juga. Motor Johnny Blaze ketika berubah menjadi Ghost Rider terlihat keren, dengan api yang menyala-nyala di sekeliling motor.

Rabu, Februari 21, 2007

Someday - Celtic Woman



Someday, when we are wiser
When the world's older
When we have learned
I pray someday we may yet
Live to live and let live
Someday, life will be fairer
Need will be rarer
And greed will not pay
Godspeed, this bright millenia
On it's way, let it come someday
Someday our fight will be won, and
We'll stand in the sun, in
That bright afternoon
'Til then, on days when the sun
Is gone, we'll hang on
If we wish upon the moon
There are some days, dark and bitter
Seems we haven't got a prayer
But a prayer for something better
Is the one thing we all share
Someday, when we are wiser
When the whole world is older
When we have love
And I pray someday we may yet
Live to live and one day, someday
Someday life will be fairer
Need will be rarer
And greed will not pay
Godspeed this bright millenia
Let it comeIf we wish upon the moon
One day, someday....soon

The Queen of the Sydney Harbour

Pernah nonton pelem Titanic gak? Tau kan gimana gedenya kapal mewah yang tenggelam tahun 1912 itu? Nah, kalo ada kapal penumpang mewah yang jauh lebih huge dibanding Titanic, percaya gak?!
Kalo gak percaya, lemme introduce you to the longest, the talest, the widest and the most luxurious passenger vessel ever that visited Australia, Queen Mary 2 (QM2). Yup, QM2 yang kemaren tepat tgl 20 Februari mengunjungi sydney dari serangkain tournya keliling dunia selama 80 hari. QM2 tidak berlabuh sendiri, disana kapal megah ini akan berendezvous dengan saudara kecilnya, Queen Elizabeth 2 pada hari yang sama on February 20.
Diiring ratusan kapal2 yang tampak terlihat mungil disisi kanan QM2, kapal pesiar mewah ini tampak anggun menjulang tinggi memasuki Sydey Harbour saat fajar shubuh baru saja menyingsing. QM2 memasuki sydney harbour tepat jam 6am. Kedatangannya ini didahului oleh dentuman air mancur setinggi 50 meter keudara yang berasal dari fireboats sebagai kapal pemandu dan diiring puluhan helicopter, kapal2 kecil, yatchs dan boats dari segala jenis dan ukuran. Ok, jika belum ada ide how big the ship QM2 is, berikut facts yg aya kutip dari msn.com & smh. QM2 ini equal dengan 3x besar kapal Titanic, 4x luas football field dan 132x ukuran Manly ferries!!! Karena tingginya lebih dua meter dari sydney icon harbour bridge, kapal QM2 tidak dapat melalui bagian bawah Harbour Bridge dan karena saking gedenya pula maka dock yang ada diCircular Quay tak mampu menampung kapal dengan bobot mati 151.400 ton ini. Oleh karena itu, QM2 kemudian berlabuh di WoollooMoolloo, next to Mrs. Mcquarie point. Jadi tidak heran semenjak kemarin siang hingga menjelang malam, tempat ini padat dipenuhi oleh sydneysiders yang penasaran ingin melihat secara dekat the giant passenger vessel. Lokasi disekitar Opera House, Royal Botanical Garden, Mrs. Mcquairie point dan dock di wooloomoolo adalah beberapa spots yg sangat disesaki oleh pengunjung.

Saat berlabuh kemarin tercatat ada sekitar 2700 penumpang yang menempati 23 dek dalam QM2 dan diawaki oleh lebih kurang 1253 kru kapal. Saat melihat langsung dari dekat QM2 ini aku sempat takjub dan heran, kok bisa ada arsitek yg mampu ngedesain kapal segede dan secantik itu dan gak tenggelam pula?!
Puncak perayaan kedatangan QM2 ini adalah diluncurkannya fireworks tepat jam 8.50pm. Again, spectaculer fireworks in sydney, dudes!!! Fireworksnya berlangsung sekitar 10 menit dibagian tengah Sydney Harbour. Tentu saja sebagai photography freaks aku sudah lebih dulu berada disana meneken spot menarik bersama Ita, Wayan, Anita,Irfan dan juga Anton tuk mengabadikan peristiwa langka ini. Fireworksnya seperti yg sudah-sudah sebelumnya, sangat cantik dan spektakuler menghiasi gelap malam perairan disekitar Sydney Harbour. Berwarna-warni dengan berbagai bentuk seperti bunga yang mekar, matahari, air mancur dan masih banyak bentuk lainnya yang membuat penonton terlongong-longong saking kagumnya. Harus kuakui untuk urusan fireworks celebration, Sydney emang gak ada matinya!!! Tepat jam 11pm, QM2 meninggalkan Sydney Harbour yang ditandai dengan the famoust whistlenya selama tiga kali sebelum akhirnya berlayar menuju destination berikutnya Hongkong city.


Kamis, Februari 15, 2007

Be our Valentine

( Aya sesaat sebelum ke party dengan merah maroon dressnya)

Begitu bunyi kalimat pertama email dari HUTS (Housing of UTS) coordinator memulai invitation yang dikirimkan ke seluruh UTS residents dalam rangka perayaan Hari Valentine dengan theme "Valentine Traffic Light Party 2007" yg diadakan di Ngumal Ngurang (nama building students accom tempatku tinggal).

Kaitan valentine party dengan traffic lights adalah, setiap residents diharuskan mengenakan dress code yang senada dengan warna traffic lights tersebut yaitu Red, Orange & Green. Tiap warna memeiliki makna tersendiri, misalnya Red= taken, berarti sudah memiliki pasangan atau partner, Orange=Uncertain, memiliki pasangan tapi mungkin statusnya belum jelas (TTM kaleeee....), Green= Available, artinya statusnya single atau jojoba dan sedang mencari pasangan. Acaranya sendiri memang sangat ramai, apalagi jika disponsori oleh HUTS, yang pastinya akan banyak music (Thanx to our DJ: Sam Robson), banyak refreshments dan banyak bertemu international students lainnya.

Aku personally, sebenarnya gak ngerayain Valentine Party karena emang bukaan sesuatu yg spesial menurutku. Valentine bukan budaya kita sebagai orang Indonesaia ataupun sebagai muslim, apalagi sesaat sebelumnya aku menerima beberapa teguran friendly dari beberapa teman (lewat email, sms, chatting ataupun telpon) yang anti dengan valentine day (thanks untuk pengingatnya temans). Well, tujuanku ikut ke Rooftop level 9 (tempat diadakan party tsb) karena hanya penasaran dengan partynya juga refreshmentnya dan menemani Lisa teman akrabku (another jombloers from Indonesia) yang pengen banget ditemani ngeliat acara itu. Jadi kutekankan, bukan untuk "mengikuti adat suatu kaum yg lain" atau "menyekutukan Allah dengan menuhankan yang lain selain diri-Nya" seperti yg diklaim oleh beberapa teman yg benar2 cons dengan perayaan ini. Gosh....kenapa bisa sampai sejauh itu mereka mikirnya. Aku kesana for Fun and sosialisasi dan juga gak macem2, hanya itu kok!!!!
Warna baju yg kukenakanpun sebenarnya asal saja mengikuti dress code. Karena kutak punya baju berwarna orange ataupun hijau, maka jadilah aku ke party itu bermerah marun ria. Setiba di rooftop, beberapa residents yang kukenal baik berpaling ke arahku sambil berkata dengan surprised....Aha! Aya, you're already taken?! atau "I didn't know that you're already taken coz i've never seen you with your bf since you were here." Wadow......aku gak nyangka mereka concerned banget dengan warna baju yg kukenakan padahl dah kulapisi dengan jaket hitam diluarnya. Di party itu aku hanya sebentar karena suasananya terlalu ramai diirngi musik yg hingar bingar. So, setelah mencoba berbagai cookies yang disediain HUTS seoperti Brownies, Choco Chips, Pavlova, Lamington, Saccher Torte, Pizza, etc, tanpa pamit keteman2 yg lagi asik dengan pasangan masing2, ku langsung cabut menuju level 1 karena sudah ditunggu oleh Mbak ita, mas Irfan dan Mas Nugie. Yup, aku diajak keluar jalan2 dengan mengendarai mobil mas Irfan ke Marrickville tuk nyobain Halal kebab yang katanya eunak rasanya disana. Hmmm...boleh juga tuh daripada bengong dikamar!!

So, jadilah kami berempat akhirnya menghabiskan malam valentine dengan makan kebab dan hotdog breadless (pesanan mbak Ita nih) dan ngobrol ngalor ngidul sambil berendezvous mengenang teman2 yang sudah kembali ke tanah air. Yah,..... lebih baik seperti ini, berkumpul dengan teman2 sendiri daripada ngeliat yang nggak2 di rooftop sana yang bisa bikin dosa mata dan batin.

Senin, Februari 12, 2007

Back For Good, but....

Ternyata urusan pulang setelah menyelesaikan study adalah bukan perkara mudah. Dengan berakhirnya masa study disertai penyerahan thesis atau bentuk laporan akhir masa study bukan berarti maka berakhir pulalah segala kesulitan yang ditemui sebelum kembali ke tanah air tercinta. Masih ada satu masalah pelik yg harus dihadapi menjelang detik-detik kepulangan kembali ke tanah air, yaitu masalah barang2 bagasi yang berlebihan.

Siang tadi aku ke airport menemani seorang teman, K'Uni yang akan kembali ke tanah air setelah dua tahun menimba ilmu diUTS (Univ. of Technology Sydney). Saat petugas Garuda melakukan penimbangan barang bagasi di bandara, didapati bahwa barang K'Uni overall adalah 83 Kg, padahal bagasi max. perorang yang diperbolehkan adalah 40 Kg dan luggage yang boleh dibawa ke kabin max.7 Kg. Itu berarti K'Uni sudah overbagasi dan kelebihannya yang sekitar 40 Kg akan dicharge sebesar $15/Kg. Berarti total yg harus dibayar K'uni untuk excess baggages adalah 40 Kg x $15 = $600, wow.....a great deal of money !!!!!!!
Sempat bersitegang dengan petugas di counter Garuda, karena k'uni memaksa untuk mengangkat kelebihan barangnya sendiri ke kabin pesawat. Can you imagine, she insisted to take 43 Kg to the plane by herself!!!!
(These all her overbaggage stuffs that she wanted to take as her luggages :1 medium travel bag, 2 boxes of Books & Printer, 1 backpack, 2 handbag, and 1 bag like green bag from Paddy's)

Karena $600 itu terlalu banyak, maka k'uni menolak tuk membayar dan menanyakan apakah ada alternatif lain yag bisa dipilih agar stuffsnya bisa tetap dikirim ke Indonesia namun dengan biaya terjangkau. Manager Garuda lalu memberi solusi agar mengirimkan lewat layanan unattended oversized baggages. Pengiriman barang lewat layanan ini memang agak sedikit murah, setiap Kg hanya dikenai charge sebsar $5, namun konsekwensinya barang baru akan tiba seminggu kemudian, dan itupun harus kita sendiri yang harus langsung menjemputnya ke bandara. K'Uni sudah hampir setuju, karena dia cukup membayar $200 untuk kelebihan 40Kgnya tadi. However, pelayanan ini hanya bisa ditujukan untuk tiga lokasi di Indonesia, yaitu Jakarta, Denpasar dan satu lagi....(lupa!). Padahal K'Uni tinggal di Makssar, itu berarti jika dia tetap memaksa untuk mengirimkan barangnya ke Jakarta ataupun Bali, maka dia harus menjemput sendiri barangnya secara langsung di Bandara International Soekarno-Hatta ataupun Ngurah Rai jika memilih mengirim ke Denpasar, hmmm...another cost for travel to pick up those stuffs. K'Uni menolak karena takut barangnya malah tidak akan sampai dan karena tidak memiliki sahabat ataupun keluarga yg bisa mengambil barang2 tsb dibandara yg disebutkan.

Sebagai alternative terakhir, akhirnya kelebihan barang yg 40 Kg tersebut tidak jadi diberangkatkan karena k'uni menginginkan agar barangnya dikirim lewat kargo karena lebih murah, seperti beberapa barang2nya yang telah lebih dulu dikirim menggunakan jasa milik Alltrans Indo Cargo. Dan, orang yg diserahi tanggung jawab untuk mengirimkan barang ini, tiada lain tiada bukan adalah teman yg mengantarkan k'uni ke bandara, tadaaaam....selamat Ancha!!!. untung masih ada yg mengantarkan ke bandara, coba kalo tidak, gak tau deh gimana nasib k'uni dan barng2nya.
Nih sebenarnya pesan yang obvious buat teman2 yang sebntar lagi bakalan back for good to Indonesia. Jika emang punya barang2 yang banyak, mending jauh2 hari sebelumnya dikirim menggunakan jasa kargo atau jasa pengiriman barang lainnya agar dikemudian hari tidak panik saat dibandara nanti karena overbagasi. Jangan coba-coba gambling, karena semisalnya ada teman yg sebelumnya bilang "kata si Anu...boleh lebih kok dari 40Kg kita kan student" atau "kata si B, kita kan back for good, biasanya petugasnya ngebolehin lebih tuh asal kuat ngangkat ke pesawat". Nope.....jangan dicoba deh, ntar bakalan bisa berantem dengan petugas diconter maskapai penerbangan tersebut. Jika itu sampai terjadi ujung2nya hanya akan merepotkan diri sendiri juga teman yg ditinggal, malah lebih parahnya barangnya bisa sampai gak bisa kebawa serta ke Indonesia kalo kebetulan temannya gak ikut nganter ke bandara.

Selain k'uni, ada juga teman lain yang berangkat pada hari yang sama dengan jam yg berbeda. Mereka itu adalah mas Ary & Brian, kakak beradik dari Jogja, photographer freaks yg rukun dan baru saja kukenal sekitar sebulan yg lalu. Mereka berdua ini lebih tertib dan santai karena tidak kelebihan bagasi, malah sebaliknya masih kurang dari quota maksimal. Mungkin pertama karena mereka cowok jadi barangnya tidak terlalu banyak dan kedua karena aslinya mereka datang kesydney hanya sekedar untuk berlibur. Setelah menemani K'uni aku sengaja tidak pulang bareng Mbak iin & ancha karena sekalian pingin melihat mas ary dan Brian sebelum mereka boarding jam 16.55pm. Pesawat yang mereka tumpangi adalah SQ222 milik Singaporean Airlines dengan bandara destinasi Singapura yang ditempuh selama 8 jam perjalanan. Dari sana setelah transit kira-kira 7 jam, baru mereka melanjutkan penerbangan dengan Silk Air menuju Solo, Indonesia. Sebelum mereka berangkat kita masih sempat ngobrol2 dan foto session ditemani Irfan, Fachri dan juga Yoga yang khusus datang mengantar mereka ke bandara.

Well, selamat jalan teman-temanku, satu persatu kalian meninggalkan kami di kota sydney yang penuh kenangan. Kalo pernah ada salah kata maupun perbuatan selama pertemanan kita disini, mohon dimaafkan ya. Mudah-mudahan tali silaturahminya bisa tetap terjaga dengan baik. Entah kapan kita bisa berjumpa lagi dan hang out bareng sampai subuh seperti yg sudah-sudah...xp. Kini kalian telah kembali ke negeri tercinta, dengan membawa bekal ilmu dan pengalaman yg berharga, semoga bisa diaplikasikan untuk membanguh Indonesia menjadi bangsa dan negara yang lebih baik dari sekarang, Amien.

(Aya gilirannya masih lama nih, setahun lagi, hiks.....pengen pulaaaaaaang!!!!)

Minggu, Februari 11, 2007

Snapshots from Chinese New Year Eve 2007

Keep it drumming through the Chinatown road
Ladies parade from Guang Zhou city
Barongsai in action [China Town, Feb 11, 2007] Jolly Dancing with two Mongolian Girls
Lemme introduce you to the Lord Mayor of Sydney, Clover Moore MP

Pics from Australia Day 07'

Aya, Rini & Leesa
Just wanna show off our temp tattoos.
They're sooooo cute, aren't they?)
One of dream car on NRMA antique cars exhibition on Oz day
One word for you you babe, dashing!!!
Hmmm....wanna race with me?
Aya on the inside part of St. Mary Cathedral, Hyde Park

Minggu, Februari 04, 2007

No Pain, No Gain

Today i attended Taekwondo Black Belt competition 2007 in Whitlam Leisure Centre, Liverpool (50 minutes by train from central st). I went there along with my Taekwondo instructor, Layegha (she is an australia's national taekwondo athlete), and two of my friends Leesa and Bee (they're taekwondo freaks as me, hahaha..). I wasn't there to compete for sure (it's still too early for me, i'll be ready to compete in next 4 months). I was there coz Layegha asked us to observe and feel how the competition atmosphere looks like, so we can feel "the adrenalin pumping" even we were not playing yet. The main goal of this competition is to determine the Australian's players who will compete in the World Taekwondo Championship 2007 which will be held in Beijing on May'07. There were lots of Taekwondo players there and they're already holding black belt. It's an amazing experience that i ever had, watching these all players who have already experienced so many years and also have won many competitions both national and international events. If i were in Indonesia, I think it might be difficult to experience this since I have to pay my own travel to another province just to see my sensei (instructor) fighting over there.
This time the competition was merely for Kyorugi (free sparring) between two players which categorized differently according to the players' weights. Another one, poomse (fighting pattern) was not held because of particular reasons that i couldn't figure out what it is. Each person must compete in three runs (each run is 2 minutes fighting) followed by a minute break. There is no limited point you have to gain, but the more point you get, the big chance to be the winner. If you reach the 7 points first and your opponent still zero, then you'll automatically be the winner without need to continue the next run. The weapon that the players can use only hands and their feet, so there is no pattern fighting, only kicking and punching to crush down your opponent.

In the early sparring, i was mesmerized by performance of a-wearing-hijab-girl who competed in 51-55Kg. She is very energetic and dauntless. I guessed she is still under 20 years old coz she has a teenager looks. Her opponent is taller and has the loudest Ki Ap (a screaming to scary the opponent) which i predicted earlier would win the competition. But i was wrong, the-wearing-hijab-girl only needed two runs to crush down her opponent with 9-2 scores. She is very good to read her opponent's tactics. I wish i could compete as her one day, without showing any fear and merely focusing to the opponent's strengths and weaknesses, so you will know how to deal with it.

Oh ya, maybe some of you will ask, how about the players' safety? Wouldn't they get hurt and injured? It's not scary to have part of your bodies or even face bruised or the worst, maybe fractured? You're a girl, can't you find another sport that lil bit girly and won't injure you?
Well....lemme tell you the truth. Every sport has its own risk, and for me taekwondo is a challenging sport that have more advantages than it drawbacks. You get healtier, more confident, and a skill to defend yourself.

I remember my sensei ever told me to give me courage on my first Kempo competition. "When you never feel the pain, then you wouldn't gain anything in your life, so when you're facing the pain, then you're already on the right track Aya" (Doozo arigato gozaimasu, sensei^_^).
It's very normal thing after competing and you got pain & bruises on your bodies (i've experienced that when i competed a year ago for Kempo/a japanese martial art, big bruises on my feet and legs, hiks....naaaah;). Those bruises will recover in a couple days, after all that's the process you have to going through to be the real winner. I'm not talking here about the person who get the first position in the competition......naaaaah, that's the other thing, the point that i was talking about is... when you can conquer you fear and handle your emotion while confronting your opponent, it will be the big achievement in your long life lesson. Even if you were lost, you wouldn't feel as you lost though, trusted me.

In a competition, for the safety reason each player is well equipped with body protectors. They must wear Nang Shim Bohodae (Groin cup/front body's protectors) which consists of Dobok (uniform), Hogoo (chest protector), Jung Kang Yi Bohodae (shin guard), Eep Bohodae (mouth guard) and Muh Ree Bohodae (head gear). If you're well prepared and doing all the techniques well during the competition, it would be guaranteed 90% you won't get injured.

So, girls...are you ready for the next taekwondo challenge?
(Leesa, Bee & Me will represent UTS on Australia's Universities Championship on July 2007, fingers crossed for us, go girls!!!!!!!!!)^_^

Kahm sa hamnida (Korean; Thank You)