Minggu, April 29, 2007

Edisi iLL Feel


Pernah gak denger cewek ngomong kayak gini:
"aku tuh suka banget ama si A dia orangnya cakep, manis trus tajir tapi begitu dia mulai menggelendot manja ama nyokapnya, bikin jadi ill feel deh" atau "Si C itu kalo dilihat sepintas ya, pokoknya udah memenuhi kriteria suami idaman, tapi plin-plannya itu loh bikin ill feel, gimana mo mikirin dia jadi kepala keluarga kalo ngambil keputusan dia mo pergi kuliah ato ikut teman-temannya nonton pertandingan bola aja dia gak bisa nentuin yang mana yang harus diprioritaskan?" Ada lagi nih "Cowokku tuh ya kalo diajak ngomong topik ini suka gak nyambung, becandaanya juga garing banget, bikin malu aja didepan teman2ku"

Guys....ini emang salah satu faktor resiko yang patut dipertimbangkan kalo cewek atau taksiran kamu tuh masuk kategori cewek mandiri dan punya prinsip. Mereka bukannya gak punya sisi manja atau kelembutan, tapi dalam benak mereka telah terpatri bahwa kedewasaan dan sisi maskulinitas adalah penting banget untuk ditampilkan dalam personality cowok. Mereka bukannya gak toleran terhadap sisi kekanak-kanakan cowok, tapi sekali lagi itulah uniknya mereka, karena umumnya cewek2 jenis ini dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang agak tergolong keras atau lingkungan tempat mereka tumbuh menjadikan tangguh seperti itu sehingga tidak heran dari segi psikologis mereka jauh lebih dewasa dalam berbagai hal dibanding cewek2 dependent pada umumnya.

Beberapa sifat atau attitude cowok yang bikin cewek independent ill feel (berdasar survey kecil2an dari 15 respondents cewek berusia sekitar 19-29 tahun):
-Cowok yang kecewek-cewekan
-Gak tegas atawa plin-plan
-Childish banget (serasa mengasuh younger brother)
-Suka boong
-Sok lugu atau cupu abis
-Narsis dan sering ribut soal penampilan
-Smoker dan alcoholic
-Gak PD-an
-Selalu tergantung orang lain dlm ngambil keputusan (gak mampu memprioritaskan masalah)
-Ngomong suka gak nyambung
-A whinger (tipikal mereka yang suka ngeluh, sedkit2 ngeluh, apa2 ngeluh)
-Playboy
-Candaannya garing dan basi
-Gak ontime kalo janjian
-Gak care soal kebersihan badan atau personal Hygiene
-Selfish
-Gak mau gaul ama teman si cewek
-Sombong dan arrogant

Nah, buat cowok yang saat ini punya cewek atau target tipikal independent cewek, kalo kamu udah punya >3 karakter diatas, harus segera introspeksi diri. Sebab kalo nggak, bisa2 kamu bakal gigit jari begitu tau kamu sudah masuk dalam black list mereka coz udah bikin ill feel. Dan ingat, sekali kamu bikin mereka ill feel, sangat kecil kemungkinan tuk memenagkan hati mereka kembali kalo kamu gak bisa merubah hal2 negatif tersebut diatas.

Sabtu, April 28, 2007

Aku.....entahlah!!!


10.20pm waktu Sydney,
Gak tau niy, kenapa Aya bawannya lemes seharian. Bad mood, pengen nonjok orang, pengen makan pecel, pengen ke Luna Park, pengen ketemu Hamish Blake (betul2 menyedihkan!!!)
Udah ampir dua minggu gak upload apa2 selain upload poto doang diFS. Padahal teman2 dah nyemangatin tuk mengupdate diblog ini, tapi rasanya susah banget tuk mulai. Banyak sih kejadian menarik dalam 2 minggu belakangan ini, misalnya saja melihat langsung acara Sydney Royal eastershow diOlympic Stadium sono, ngerjain assignmnets ampe kurang tidur, mengikuti parade Anzac Day 2007 diiringi derasnya air hujan, menghadiri kuliahy Technology & Ethics yang mana kelas ini hanya aku satu2nya international students (bunuh diri dengan sengaja namanya)(-.-), trus buat tiramisu (yg hampir gagal) tuk pengajian, perayaan UTS Housing annual dinner 2007 yang mengharuskan undangan mengenakan dress code dengan tema : Fabulous, Formal & Fun.
Yah...banyak yang pengen diceritain juga banyak foto yang pengen dishare, tapi....entahlah kemana semnagat itu. Ntar dulu kali ye, kumusti nyelesein assignmnets. Pusiiiiiiiiiiiiiing dew !!! Butuh dipancing niy keyaknya,
Hayooo...teman2 ada yang bisa mancing gak?
Huahahaha....ku benar2 ERROR malam ini.
Gud nite, sleep well, sweet dream
Zzz...Zzz...Zzz...Zzz...Zzz...Zzz...Zzz...Zzz...Zzz...Zzz

Kamis, April 19, 2007

Speech & Sleep

Kelihatannya sih seperti sedang serius mendengarkan pidato,
in fact Dick Cheney lagi tertidur pulas disamping Bush

JAKARTA, KOMPAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba menghentikan pidatonya pada saat kuliah umum ulang tahun kelima Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/4).

Presiden bete (bad mood) karena di tengah-tengah semangat berpidato, ada seorang pejabat yang hadir tertidur pulas.
Kontan saja, karena merasa tidak didengarkan oleh bawahannya saat memberikan materi-materi kuliah umum tentang anti pencucian uang, Presiden sejenak berhenti. Ditatapnya pejabat yang tertidur dan diminta agar pejabat lain di sebelahnya membangunkan.

"Tolong dibangunkan itu," ujar Presiden sambil menunjuk.
Perintah itu lantas membuat hampir semua peserta yang hadir terperangah dan mencari-cari tahu siapa gerangan yang dimaksud Presiden. Saat menghentikan pidato, Presiden tengah membicarakan masalah kejahatan keuangan melalui perbankan yang terkait dengan kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Dalam kuliah umum yang berlangsung dua jam itu, Presiden mendapat giliran keempat atau terakhir setelah sebelumnya tiga pembicara lain tampil memaparkan antipencucian uang. Tiga pembicara sebelumnya adalah Kepala PPATK Yunus Husein, Kepala PPATK Filipina Vic Aquino, dan Kepala PPATK Australia Neil Jensen.

Dengan teguran keras Presiden agar tidak tidur, beberapa peserta yang terlihat terkantuk dan menundukkan kepala lantas mengangkat kepala mendengarkan pidato yang masih panjang berlangsung.
Ini bukan kesempatan pertama Presiden bete saat pidato. Dalam kesempatan lain sebelumnya, Presiden juga beberapa kali menegur mereka-mereka yang acuh tak acuh atau cuek saat ia tengah menyampaikan pidato atau arahan atau petunjuk.

Kompas.com

Aya : baru tahu ya Pak Presiden, kalo salah satu hobby beberapa "unqualified" pejabat Indonesia tuh tertidur pulas ditengah-tengah rapat atau sidang. Kalo hobby yang lain, ya itu... nuntut gaji dinaikin saat lagi krisis multidimensi, minta rumah dinas mewah dilingkungan elite, laptop brand terkenal seri terbaru, jalan2 keluar negeri dengan alasan studi banding dan punya simpenan atawa WIL dari golongan artis pendatang baru. Masak sih gak pernah lihat diTipi ato denger diRadio pak?

Dari jaman kuda gigit besi ampe sekarang ngunyah hamburger, sering banget tuh kita sebagai pemirsa setia dirumah dimanjakan dengan pemandangan bapak-bapak terhormat itu tidur saat sidang tahunan DPR atau MPR sedang berlangsung. Kadang2 kalo ada yang pinter, mereka pake kacamata item, kelihatannya lagi serius bersandar mendengarkan pidato, ternyata eh...lagi enak-enakan pulas mimpi gambling bareng Chow Yun Fat di Las Vegas Casino ato dikelilingi dayang-dayang cantik bersuara merdu mendayu-dayu....lalalalala.
(Pak, pak....bangun euy, pak presiden negur tuh!!!!)

Ayo, pak presiden, jangan terlalu terlena dengan berita dan report yang baik-baik aja dari bawahan. Ditindak dong kalo ada diantara mereka yang ngasih contoh buruk dan amoral ke masyarakat!!
Btwy, ntar kalo laptopnya mo ditarik dari pejabat yang "gak bener" itu, mending "those gadgets" dihibahkan ke Universitas2 ato sekolah2 aja ya pak, soalnya banyak tuk yang lebih urgent membutuhkan disana, termasuk lecturer dengan gaji pas-pasan seperti saya ini lho, hehehe...

Kamis, April 12, 2007

Karena Aku Berjilbab

Bareng Yvette Hanneman,
Tandem buddyku for Autumn semester from Netherland

Siang itu sehabis latihan TKD, aku sempatkan belanja ke Paddy's Market (Asian Traditional Market khas Sydney) yang berjarak sekitar 800 meter dari flatku. Seperti biasanya aku berbelanja kebutuhan groceries selama seminggu seperti beras, sayur, buah, ikan, telur, dll.

Setelah selesai belanja, saat lagi jongkok membenahi kantong belanjaan yang penuh di kiri kanan tanganku, tiba-tiba dari arah samping kiriku aku merasa ada orang yang berjalan perlahan menuju kearahku. Karena kupikir orang ini hanya kebetulan lewat didepanku, jadi tidak terlalu kuperhatikan. Namun tiba-tiba orang itu itu sekonyong-konyong menyapaku. "I love to see a young girl like you wearing that scarf", aku mendongak ...Hah, ku gak salah dengar nih, dia ngomong ke aku?. AKu lantas berdiri memperhatikan pemilik suara itu. Ow, that voice apparently came from an old lady yang berusia sekitar 70 tahunan yang berdiri didepanku sambil menggunakan walker (alat bantu jalan mandiri bagi lansia yang menggunakan roda dibagian depannya). Saat itu aku tidak langsung menjawab, tapi hanya tersenyum canggung. Old lady tadi lalu bertanya lagi "Do you have restriction on what sort of colour that you can wear for that (scarf)?) katanya sambil menunjuk jilbab biru yang kukenakan. Aku yang sudah agak nyadar langsung menjawab "No, there is no strict rule about the colour. You can wear any colour you like" kataku sambil tersenyum senang. "Really? katanya lagi. "You know what I really have high respect for young girl like you who decided to wear that, such a lovely outfit my dear"katanya sambil tersenyum dan berlalu didepanku. Aku yang sedari tadi masih terkaget2 dengan respon wanita tua tadi hanya bisa say thanks for the compliment sambil senyum2 sendiri sepanjang perjalanan pulang. Wah...senangnya kalau semua orang bisa berlaku semanis itu terhadapku.
Oia, kuingat juga pernah diberi sweet gratis disebuah toko arab, pas kutanya kenapa bisa gratis, jawab si kasir yang ternyata juga muslim "because you're wearing hijab, and that means you are my sister". Lagi-lagi aku cuma bisa berucap syukran sambil berlalu dengan senyum merekah diwajah.

Mengenakan jilbab dinegeri yang penduduknya mayoritas non muslim, kadang memang agak cukup mengkhawatirkan. Kenapa? karena kita takut mereka gak terbiasa melihat kita dengan outfit seperti ini, dan kita juga khawatir kita akan diperlakukan beda sebagaimana umumnya muslimah didiskriminasikan seperti dinegara2 non muslim. Perasaan seperti itu dulu sempat menghantuiku saat memutuskan berangkat study ke Australia setahun lalu, namun kutetap bertahan dengan keyakinan, sepanjang aku tidak menyakiti mereka kenapa aku takut mereka akan menyakiti aku?. Yup, ternyata kekhwatiranku tidak beralasan, setelah beberapa lama tinggal di Sydney, aku merasakan suasana disini cukup kondusif dan orang-orangnya cukup terbuka dengan diversity yang tercipta dari berbagai multiculture termasuk didalmnya pengunaan jilbab ditengah-tengah community. So far, aku aman2 aja tuh, lalu lalang kesana kemari mengenakan jilbab. Mungkin karena orang2 disini terbiasa cuek kali ye, dengan apapun yang dkenakan orang lain dan juga karena hak privacy individual sangat dijunjung tinggi.

Tidak kupungkiri kalau sekali dua kali aku pernah mendpat perlakuan tidak enak hanya gara2 aku berjilbab. Pernah sih diteriaki atau ditatap dengan pandangan bermusuhan oleh beberapa aussie citizens, tapi syukurnya itu terjadi bukan di Sydney city tapi di New Castle (2 hours by train from Sydney). Saat itu aku lagi travelling disekitar new castle city dengan beberapa teman yg juga berjilbab, nah saat lagi nunggu dihalte bus itu, tiba-tiba kami diteriaki oleh sekelompok pemuda-pemudi yang menggunakan dua mobil sedan. Mereka meneriakkan kata2 yang gak appropriate gitu sambil sengaja melambatkan laju mobilnya didepan kami. Aku dan teman2ku saat itu langsung pura2 cuek bebek tidak mendengarkan kata2 mereka. Sempat miris sih hati mendengarnya, syukurnya semua teman2 didnt take it personally. Kami cuma bisa tertawa aja, sambil ngomong "Ya, maklum New castle kan daerah kampung, jadi wajar aja citizen didaerah ini jarang ngeliat cewek berjilbab. Coba kalo mereka ke Sydney, hmmm....bisa monyong bibirnya kale, ngomentarin muslimah disana yang jumlahnya ribuan, hihihihi......". Hmmm....jadi ingat, gimana ya nasib teman2 muslimah yang kuliah diUni of new Castle (Adel, Mega), pasti telinga mereka udah kebal dengan ejekan2 seperti ini.

Tapi secara umum bisa kukatakan, lingkungan Sydney sangat kondusif tuk menerima perbedaan. Yang berencana pengen kuliah disini atau jadi PR (permanent Resident), gak perlu takut dan khawatir dengan penerimaan orang2 disini. Citizens maupun students local yang aku temui tiap hari, memang sering bertanya seputar jilbab dan islam, tapi mereka hanya sekedar penasaran kok bukan ingin menyakiti kita dengan mencari titik point lemah dibalik alasan berjilbab, so....don't worry, sydney termasuk aman kok.

Jumat, April 06, 2007

Kembalikan Tangan Ita, Pa...

Sepasang suami isteri, seperti pasangan lain di kota-kota besar-- meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah saat bekerja. Anak tunggal keluarga ini, gadis kecil berusia 4,5 tahun, sendirian di rumah. Acapkali dia bermain, asyik dengan dunianya sendiri, diabaikannya pembantu yang juga sibuk membersihkan rumah. Bermainlah dia, berayun-ayun di atas buaian yang dibelikan papanya, ataupun memetik bunga, mengejar kupu-kupu, di halaman luas rumahnya, dengan pagar yang selalu terkunci rapat.

Suatu hari, dia melihat sebatang paku berkarat. Tertarik, dia pun mencoret lantai garasi. Tapi, karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Tak putus asa, coretan dia pindahkan ke mobil papanya, yang baru datang sebulan lalu, mobil mewah berwarna hitam metalik. Coretannya pun tampak jelas. Dia gembira, dengan tanpa lelah, dia tarik garis-garis putih sepanjang mobil itu, dan dia bayangkan, "papa akan senang, mama akan senang..."

Ia tahu, menjelang sore, papanya akan datang, dengan ibu, sehabis menghadiri undangan. Setelah penuh coretan sisi sebelah kanan, dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dia gambar wajah papa dan mamanya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imajinasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah. Pulang petang itu, terkejut orang tua si anak ini, melihat mobil yang baru dibeli dengan kredit, sudah penuh cacat. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini?!" Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Wajahnya merah padam ketakutan saat melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi, dia mendengar pertanyaan itu, lebih keras, dan dengan gugup, dia menunduk, "Tidak tahu, Pak..." "Tak tahu?! Kamu di rumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan?" hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara papanya, datang tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata, "Ita yang membuat itu papa... cantik kan?!" katanya sambil memeluk papanya, ingin bermanja seperti biasa. Si bapak yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa itu, melolong, kesakitan dan ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si bapak memukul pula punggung tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman itu. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa? Si bapak cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan punggung tangan si anak, luka kecil dalam, berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil membersihkan luka-luka itu, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu di kamarnya. Si bapak, juga si ibu, seakan tak begitu perduli.

Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu pada majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab tuannya. Pulang dari kerja, dia tidak bertanya lagi tetnang anaknya, yang biasa selalu menyambutnya dengan pelukan. Ia biarkan anaknya di kamar pembantu. Si bapak mungkin ingin mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, tak pernah sekali pun dia menjenguk si anak. Si ibu pun sama, hanya sesekali bertanya kepada pembantu.

"Ita demam, Bu... " jawap pembantunya ringkas. "Kasih minum Panadol," jawab si ibu. Sebelum masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dia lihat Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. "Biar Ita tahu dia telah melakukan kesalahan," bisiknya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 tepat," kata majikannya itu, santai. Sore itu, Ita pun di bawa ke dokter. Tapi, dokter klinik langsung merujuk ke rumah sakit karena keadaan yang kian serius. Setelah seminggu di rawat inap, dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan lagi," katanya, dengan suara yang putus asa. Dokter mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi kerana gangren yang terjadi sudah terlalu parah. "Lukanya sudah bernanah, parah. Demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah," jelas dokter.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar. Tapi apa yang dapat mereka katakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak seperti orang gila, menangis tersedan-sedan saat menandatangani surat persetujuan amputasi.

Keluar dari ruang operasi, selepas pengaruh obat bius, Ita menangis kesakitan. Dia heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Papa..., Mama... Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita janji tak akan jahat lagi. Ita ayang Papa... sayang Mama," katanya berulang kali, membuat si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Ita juga sayang Kak Narti..." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris. "Tapi Pa...tolong balikan tangan Ita. Untuk apa Papa ambil juga... kan tangan Ita sudah papa pukul, kenapa diambil...? Ita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana nanti kalau Ita mau makan? Bagaimana kalau Ita mau main? Ita janji tidak akan mencoret mobil papa lagi. Ita janji..." katanya berulang-ulang diringi isak tangisnya yang terdengar pilu. Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung dia, merangkul Ita. Sementara si Bapak, hanya bisa diam, memandangi tangan anaknya, dengan air mata yang jatuh tak putus-putusnya.
(Based on true story from Malaysia)

Source :www.suaramerdeka.com
Aya :Tegakah kita merampas kebahagiaan malaikat kecil ini hanya karena ego sesaat yang berbuntut penyesalan seumur hidup (sedih bacanya, hiks......)