Minggu, November 30, 2008

It Was Rainy on Sunday Morning


(The Water Fountain of Darling Harbour; Picture taken from here)

I supposed to wake up early this morning. Plenty of activities have waited me. Exercising Kempo, assessing students final paper exam, copying all CPNS documents required, washing clothes, hunting photos with fellas, submitting students' CHN mark tru d'net, etc etc...
But why i couldn't force myself 2 wake up?
Hey, what i'm doing now? Still lying on my bed, pressing those buttons on my celly, writing these all pathetic words.

It's rainy outside. I can see thru my window. I can smell the grasses song kissed by the rain. And the splashes dancing lovingly teased me. Uuurgh...why i become so poetic this morning? Again and again, i think my mind had been swept far away by the rainy song, floated somewhere out and reached the deepest happiest memory in my dream. There......There..... in the fountain of my Darling Harbour....

**I missed my sitting spots in Darling Harbour, Sydney**

Kamis, November 27, 2008

A Letter From Sapporo

(Picture taken from here)

Dear Aya,
How have you been? I hope you are in good spirits! I read in a newspaper that there was an earthquake in Sulawesi. Are you OK? Are your families, friends OK? Are the other participants of FASID fieldwork program, who live in Makassar: Syafar, Dijah, Hasni, Ady, Armin, Mr. Roem, Samsul OK? Do you have some news from Kacicci whether there are OK? I knew from the report that the earthquake took place in the north of Sulawesi, but you never now... In Japan we have a lot of earthquakes, but sometimes you feel them even they occur far away.
Here is everything normal, although Sapporo is cold nowadays . Since I don't live in Tokyo, from where the majority of the participants of our fieldwork program come, I don't meet them. But I often think about our stay in Kacicci, about the people I met there. It was in many ways fantastic experience.
Keep in touch!


With best wishes,
Lukasz**

Note: **Lukasz is a PHD student in Sapporo Japan. We participated together on FASID Fieldwork 2008 Program in Kacicci, South Sulawesi, Indonesia. At that time, along with other seven participants, Lukasz represented researcher from Japan eventhough he comes from Poland.

Australia Is Just On The Corner

(Picture taken from here)
Dududu, lagi happy banget hari ini .........(n_n)
Tiga orang teman akrabku lulus berkas ADS (Australian Development Scholarship) lho!!!
Sebelum-sebelumnya memang mereka nanya-nanya ttg gimana sih caranya bisa lulus berkas ADS dan cara ngisi formulir ADS yang diharapkan pemberi beasiswa.

Soalnya untuk lulus pada tahap ini agak lumayan susah euy! Bayangin aja yang mendaftar dan masukin aplikasi berkas tuh jumlahnya ribuan!!!! Semua dokumen tersebut akan disortir menurut kriteria-kriteria tertentu, misalnya IPK, Nilai score IELTS/TOEFL, Background pendidikan, pengalaman kerja dan keaktifan dalam organisasi. Semakin banyak pelamar tentunya athmosphere persaingan pun akan semakin kompetitif dan seleksinya pasti tambah ketat. Nah dibagian seleksi pertama ini dari ribuan pelamar, hanya sekitar 600-an yg tersisa. 600 orang ini nanti akan disaring lagi lewat seleksi tahap II yaitu interview berbahasa inggris dengan pihak Ausaid dan perwakilan universitas Australia serta ujian IELTS internasional. Hingga jumlah terakhir yang benar-benar akan mendapatkan beaiswa Ausaid tersebut hanya 300 orang saja. Titik

Saya punya seorang teman yang sudah lima kali mendaftar beasiswa ini, tapi selalu saja gak lulus pada tahap berkas ini. Setelah saya melihat contoh formulir yg dikirimkannya, saya menarik kesimpulan, bahwa kekurangan ada pada pengisian formulir bagian akhir. Disitu pelamar diminta membuat statemen ttg kaitan bidang studi yg akan diambil dengan pekerjaan sekarang. Juga ada poin mengenai kontribusi yg akan pelamar berikan pada negara sekembalinya kita nanti dari Australia. Disini banyak pelamar) yang mungkin bingung harus mengisi seperti apa pada kolom ini. Dan ini berdampak pada isi form mereka yg akhirnya tampak "kurang menjual" dimata pihak pemberi beasiswa.

Kalo dari pengalaman saya dulu, dibagian kolom ini saya terangkan bahwa, kaitan pekerjaan saya sangat relevan dengan studi yg akan saya ambil. Sebagai seorang dosen saya dituntut untuk lebih professional dalam bidang saya. Untuk menuju kearah professional salah satu caranya dengan mengupgrade dan memperkaya ilmu keperawatan melalui jenajang pendidikan yang lebih tinggi. Sekembalinya saya dari Australia, tentu akan membawa pengaruh besar dalam proses pembelajaran diuniversitas tempat saya mengajar. Ilmu yang saya miliki akan saya shared dengan mahasiswa, kolega maupun orang-orang yang berada dalam lingkungan kerja saya. Ilmu itu juga bisa saya praktekkan untuk memperkaya khasanah ilmu ttg keperawatan dengan melakukan penelitian-penelitian yang pada akhirnya menghasilkan publikasi-publikasi ilmiah yg bisa menjadi panduan bagi perawat-perawat Indonesia. Kadang-kadang sih terkesan agak "berlebihan" banget. Mungkin Anda akan langsung berpikir, "waduh...ntar kalo saya ndak bisa nepatin gimana?!" Hehehe, dont' worry, kalaopun Anda berhasil mendapatkan beasiswa tersebut Anda gak akan dikejar2 kok, kalopun nanti ternyata Anda berhasil mendapatkan beasiswa ini. Anda tidak akan terikat kontrak dengan pihak pemberi Ausaid, dimana anda harus bisa membuktikan tulisan yg tercantum dalam formulir anda dulu. Yang ada tinggal tanggung jawab moral anda pada Allah SWT serta hati nurani Anda untuk membuktikan janji Anda itu (hehehe....dosa lho kalo gak ditepatin;)

Apa yg pihak pemberi beaiswa ingin tahu adalah motivasi Anda, apakah anda termasuk orang yang optimis ataukah sebaliknya. Orang yang optimis akan punya rencana yg jelas ke depan, tahu harus melakukan apa dan bagaimana mewujudkan rencananya itu.

Ok deh buat ketiga orang teman-temanku yang sudah sampai pada tahap I ini, siap-siap untuk tahap berikutnya ya. Jika butuh tips dan trik menghadapi test IELTS & wawancara dengan pemberi beasiswa Ausaid tersebut, jangan ragu tuk langsung menghubungi Aya. Mumpung aya lagi baik hati dan tidak sombong niy, hehehehe......

Jumat, November 14, 2008

Obama Is Not The Indonesian's President Though!!

Copas dari sebuah milis yang saya kelola. Ini untuk menyikapi demam Obama yang merajalela diIndonesia pasca kemenangan Presiden US dari partai Demokrat ini., dalam pertarungan melelahkan melawan Mc Cain. dari partai Republik. Mudah-mudahan bisa membuat pikiran kita yang sedang dilanda "euphoria fenomena Obama" kembali jernih dan lebih objektif.

-Aya-

Beberapa jam setelah Senator Obama menang dalam pemilu, Presiden Bambang Yudhoyono memberi ucapan selamat sambil sedikit bernada "memohon", dengan mengingatkan masa kecil Obama di Indonesia. Siapa tahu Obama agak berbaik dan punya kebijakan khusus untuk Indonesia . Memang Presiden SBY punya kesempatan bertemu Presiden Barack Obama hingga 20 Oktober 2009. Bisa menjadi tamu atau menjamu saat Obama 'welcome home" ke Indonesia .

Nada SBY itu menjadi cerminan publik Indonesia yang begitu antusias merayakan kemenangan Obama, sehingga terkesan berlebihan. Bahkan, kawan saya bilang, "orang Indonesia seperti orang Amerika yang tak punya hak pilih".Hanya karena Obama pernah tinggal di Jakarta dan berayah tiri pria Jawa, kita merasa Obama milik Indonesia . Yang kita harus ketahui, Obama dipilih oleh rakyat Amerika. Dia harus membayar harga itu mati-matian dengan menjalankan kebijakan yang menguntungkan Amerika. Tidak peduli dengan negara lain. Apakah itu Kenya atau Indonesia , ya kalau tak menguntungkan Amerika, buat apa dibela atau diurusin.

"Hitler's birthplace syndrome"

Wajar kalau orang Indonesia semarak dengan kemenangan Obama. Belum pernah dalam sejarah kita ada presiden negara asing yang punya kaitan emosional dengan Indonesia seperti kasus Obama. Apalagi Obama akan menjadi presiden dari negeri terkuat di dunia. Di Suriname, sebuah negeri nan jauh di Amerika Selatan sana , memang banyak politisi dan menteri berdarah Jawa. Bahkan mereka mencanangkan tahun 2012 akan ada orang Jawa menjadi presiden Suriname . Ya, mau Amerika atau Suriname , tetap aja mereka akan bela dan mementingkan negeri mereka.

Kalau saya analisa, kaitan Obama dengan Indonesia mungkin bisa dijelaskan dengan teori yang saya sebut "Hitler's birthplace syndrome". Kalau mau dibilang sebuah penyakit, sindrom ini memperlihatkan, bahwa memori, latar belakang dan memori seseorang tidak akan membawa nilai positif terhadap tingkah lakunya.

Lihatlah Hitler. Dia kelahiran kota Wina , Austria . Namun dia menyerbu negeri kelahirannya, setahun sebelum Perang Dunia Kedua dimulai. Orang yang terkena gejala ini banyak. Umumnya orang pemerintahan Amerika. Jenderal Dwight Eisenhower (kemudian menjadi Presiden AS ke 34), harus menghancurkan Jerman dan akhirnya mengalahkan Hitler. Padahal kedua orang tuanya berdarah Jerman. Henry Kissinger, penentu kebijakan luar negeri AS selama tiga dasawarsa, juga kelahiran Jerman. Tapi tak gunanya nostalgia itu bagi Jerman.

Lebih parah lagi, sewaktu Jimmy Carter (yang tak punya pengalaman luar negeri) menjadi presiden AS ke-39, dia memilih seorang strategis berotak cemerlang kelahiran kota Warzawa (Polandia). Namanya Zbigniew Brzezinski, untuk menjadi Ketua Dewan Keamanan Nasional. Dalam menjalankan kebijakannya, Brzezinksi harus menghancurkan reputasi dan hegemoni negara-negara Pakta Warzawa (blok komunis), yang kala itu sedang hangat-hangatnya perang dingin antara AS (kapitalis) dan Uni Soviet (komunis).

Di Indonesia, memang ada beberapa orang pejabat asing kelahiran Indonesia atau memiliki kaitan emosional dengan negeri ini. Tetapi hal itu terbukti tidak bermanfaat.

Paul Wolwofitz, bekas dubes AS di Jakarta, arsitek Perang Teluk dan mantan Presiden Bank Dunia, memiliki ikatan emosional dengan Jawa. Istrinya pandai bicara Jawa dan lama mondok di sini waktu ikut program AFS. Ya itu tadi, nostalgia ya nostalgia. Amerika tetap nomor satu. Neneknya Lee Kuan Yew, pendiri Singapura berasal dari kota Semarang . Lalu apa untungnya buat Indonesia ? Gak ada! Tun Abdul Razak, PM Malaysia adalah keturunan bangsawan Bone, Sulawesi Selatan. Tapi tak bermanfaat fakta itu untuk kita. Bahkan anaknya, Najib Razak, calon PM Malaysia, merampas pulau Sipadan dari kita.

Lihat saja, apa untungnya Austria dengan Gubernur California Arnold Scharwznegger (kelahiran Wina)? Nggak ada! Paling-paling cuma dibuatkan patung di kota kelahirannya. Hanya sebatas kebanggaan.

Sebaiknya kita tidak usah berharap dan berlebihan meminta sesuatu dengan Obama untuk Indonesia . Dia dipilih dan dibiayai oleh rakyat Amerika, bukan kita. Apalagi diperburuk bahwa Obama seorang dari partai demokrat. Kita semua tahu, presiden AS dari partai demokrat sangat kritis dan kurang menyukai Indonesia . Jimmy Carter dari demokrat adalah presiden AS yang paling tidak suka dengan Indonesia . Bill Cinton yang juga dari kubu yang sama, membiarkan (atau memang memaksa) Timor Timur lepas dari Indonesia . Padahal, pendahulunya (semuanya kaum republik), mendukung, membela dan mempertahankan posisi membela Indonesia dalam kasus Timor Timur di panggung internasional.

Obama sendiri tidak pernah secara terbuka atau blak-blakan memuji (memang tidak ada yang bisa dipuji) atau menyebut Indonesia dengan nada bangga (memang tidak ada yang bisa dibanggakan) . Dia lebih senang menyebut "pengalaman kecil saya di Asia Tenggara", daripada "masa kecil saya di Indonesia ". Obama juga tidak aktif membela Indonesia di Kongres. Beberapa anggota Kongres AS dibiarkannya, yang sok ikut campur dan tidak mengerti masalah lokal sini, sampai berani menggugat integritas Papua dengan Indonesia . Indonesia sudah menjadi negeri asing bagi dia, seraya mengecam kaum militer Orde Baru yang represif dalam bukunya.

Obama tinggal dan sekolah di Indonesia , karena terpaksa ikut ibunya, bukan kemauan sendiri atau cinta dengan Indonesia . Ibunya-lah yang cinta Indonesia . Sangat naïve meminta Obama punya perhatian khusus kepada Indonesia

Obama adalah senator cemerlang dan memiliki visi ke depan. Jadi dia akan lebih rasional bertindak, sambil mengartikulasi sebuah hubungan baik antara AS dan RI dengan rinci yang berpijak pada kepentingan Amerika.

Untuk lucu-lucunya, lebih baik kita membantu dan membiayai partai politik di Suriname seperti Kerukunan Tulodo Pranata Inggih (Partai Kesatuan dan Persatuan) atau Pertjaja Luhur (Partai Buruh). Siapa tahu mereka bisa menjadikan orang Jawa menjadi Presiden Republik Suriname . Nah, yang seperti ini tentu sedikit beda dengan kasus Obama. Namanya juga orang Jawa

Sumber : Iwan Kamah

Rabu, November 12, 2008

Photofunia vs Me

Ada informasi menarik nih, buat teman-teman yang suka fotonya diedit-edit tapi gak bisa mengedit sendiri pake program photoshop. Naaaaah, ada situs yang namanya http://photofunia.com. Disitu kita bisa mencoba berbagai kreasi photo dengan gaya dan tampilan yang berbeda-beda, lalu setelah merasa cocok, bisa disave deh ke dalam komputer ataupun portable disk lainnya. Nih ada beberapa contoh yang bisa dilihat dari hasil coba-coba aya di situs tersebut. Jangan kelamaan mikir, buruan gih dipraktekin. Cao cao^_^

Theme : Museum (Anda Benar. Aya emang sejenis makhluk langka, perlu dimuseumkan!!)

Theme : Gas Mask Freaks (Iihh...Aya serasa jadi teroris deh! target buruan!!!)

Theme : Meeting (Naaaah, kalo ini sih cucoknya edisi NARCISM;p)

Theme : Three Colours ( Mirip-mirip theme-nya Andy Warhol diphotoshop nih!)

Theme : Warhol (Aya bangeeeeetz!)

Theme : Wall Painting (Permisiiiii....numpang tenar bentar ya pak, bu!)

Theme : Art Painting (Yaaa....speachless dah!)

Selasa, November 11, 2008

Memories of Numbers

(Private Picture : Me & Lisa feat The Opera House)

Sejak seminggu lalu, setiap kali ngirim atau terima sms, selalu ada muncul pemberitahuan bahwa quota penyimpanan sms dihape telah melebihi 95%. Karena terasa menganggu, maka saya mulai milih-milih sms mana yg harus dilenyapkan dari muka bumi ini. Sepertinya ada ratusan sms, gak tau berapa persisnya. Bahkan sms pertama yg saya terima pada saat saya baru saja membeli hp SE K800ini dua tahun silam (7 November 2006) masih tersimpan smpai sekarang, hiks....terharu.

Dari memilah-milah sms ini, saya baru nyadar kalo ternyata nomer Hp yang pernah saya gunakan lumayan banyak juga. Dan tiap-tiap nomer masih bisa saya ingat kisahnya masing-masing.

Nomer HP pertama:+6281342514257 (2001-Maret 2006)
Masa ini masa kuliahan. Pertama kali punya Hp saat itu Nokia 3315, lalu N3200 dan terakhir N3600. Beli nomer ini karena nomernya cantik bede'. Gampang diingat. Semester demi semester berlalu, Hp ganti beberapa kali tapi nomer tetap setia pada yang satu(*hug myself*).

Nomer Hp kedua: +6281344299199 (Maret 2006 - 16 Juni 2006)
Nomer ini sebenarnya punya adek saya diPapua, tapi karena nomernya cantik, jadi dengan menggunakan alasan "kakak jauh lebih butuh" akhirnya nomer ini berpindah tangan. Nomer pertama diatas mati gara-gara saya lupa register. Lalu nomer ini juga terpaksa saya ganti karena harus kuliah diAustralia. Otomatis terpaksa ganti dengan nomer ostrali dong. Kalo mo maksa pake nomer Indo, bisa juga sih, tapi bayarnya gak kuat, padahal roaming internasionalnya dah diaktifin juga. terpaksa deh, bye nomer cantik, hiks hiks hiks....

Nomer Hp ketiga: +61431419700 (16 Juni 2006 - 29 Desember 2007)
Dilihat dari kode negaranya, jelas ini bukan nomer indonesia. Pertama beli ditemani sama teman Indonesia yang tinggal diSydney. Nama operatornya Optus, kalo diindo yaaaa....mirip-mirip (gaaaaaaaaaaaak!!!) dengan operator Indo yg spoke personnya Indra Bekti ma Sandra Dewi kaleee. Registernya agak-agak ribet, coz mesti pake pasport plus alamat permanen diOstrali. Trus, daftarnya juga mesti kudu menyimak baik-baik apa aja pertnayaan operatornya coz yang melayani pendaftaran kita tuh bukan mesin, tapi orang beneran yang berbahasa Inggris. Nah, buat mereka yang punya masalah dengan pendengaran bahasa inggris, mending minta didaftarin deh. Syukur-syukur dapat operator orang ostrali yang bahasa inggrisnya bulet, kalo dapet orang India (**sambil goyang-goyang kepala**), alamaaaaaaaaak.....yang ada kitanya cuma bisa bilang "Sorry...Say again?!" atau "What...What...What?! (**dengan wajah frustasi**). Nomer ini otomatis terblocked; gak bisa memanggil maupun dipanggil, ketika saya menjejakkan kaki kembali di Indonesia setelah tinggal diluar selama 1.5 tahun.

Nomer Hp keempat: +61424481985 (7 Nov 2006-29 Desember 2007)
Sebenarnya selama diOstrali, satu nomer Hp sudah cukup buat saya. Tapi pada saat beli Hp SE K800i, nomer ini juga turut serta sebagai bonus. Operatornya berbeda dengan nomer saya yang ketiga. Kali ini operatornya Vodaphone. Jarang saya gunakan sih, hanya sekali-kali saja saat credit (voucher pulsa) di nomer ketiga (optus) udah minus. Sama halnya dengan nomer ketiga, nomer inipun otomatis mati begitu saya kembali ke Indonesia.

Nomer Hp kelima: +6281241013382 (Jan-Feb 2008)
Nomer ini saya beli karena suka dengan lima nomer terakhirnya. bulan dan tahunnya mirip dengan ulang tahun saya. bedanya ada pada tanggalnya, saya udah nyari ditoko yang menjual nomer tersebut, tapi nomer yang sama persis dengan ultah saya gak ada. Bukan jodoh kali Ya'. Nomer ini kemudian beralih ke tangan adek saya yang bungsu (**Kakak mendapat balasan karma**), setelah saya gunakan selama satu bulan.

Nomer Hp terakhir: +62813195929** (29 Des 07-sekarang)
Nomer ini adalah nomer yang saya gunakan saat ini. Belinya secara gak sengaja dibandara Sukarono-Hatta Jakarta. Itupun belinya karena gak ada pilihan lain. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, sesaat setelah menjejakkan kaki kembali ke tanah air, nomer luar saya tiba-tiba terblocked. Gak bisa dipake sama sekali, padahal didalmnya masih ada credit (voucher pulsa) sebesar A$80 yang kalo dirupiahkan jumlahnya sekitar Rp. 640rb (hiks....kembalikan duit rupiahkuuuuuuuuuw!!!). Saat itu saya dilanda kepanikan sebab saya sudah membuat janji dengan beberapa teman yang ada dijakarta untuk bertemu saat saya transit satu jam dibandara Jakarta. Saat kebingungan, tiba-tiba saja datang seorang bapak yang menawarkan jasanya mencarikan nomer hp perdana (lha...kok dia bisa tau kalo saya butuh nomer baru yak?). Saya mengiyakan saja, karena betul-betul butuh saat itu juga. Walaupun harga yang ditawarkan mahal, akhirnya saya beli juga deh. Naaah....gitu deh cerita dibalik nomer-nomer yang pernah saya pake. Maaf nomer terakhir gak saya munculkan utuh, takut tiba-tiba dibanjiri nomer asing yang penasaran apa benar saya pake nomer ini atau gak (hehehe...mendadak kena serangan gila nomer lima: NARSIS abeeeeess....)

Jumat, November 07, 2008

Isengku Hari Ini

(Picture taken by Aya using SE K800i)

Mahasiswa Pria Dipojok Kanan Bawah: Alangkah riangnya ikan-ikan mas itu, bebas kesana kemari tanpa ada beban. Mo makan dah ada yang ngasih makan, mo maen sepanjang hari juga gak ada yang ngelarang. Gak seperti aku, tiap hari harus mikir ini dan itu. Duhai ikan, enak banget ya kalo jadi kalian. Gak perlu pusing dengan kuliah, ujian tengah semester, senior galak, dosen killer atau ibu kost sangar yang sudah nagih-nagih uang bulanan disaat kiriman dari kampung belum datang datang juga, hiks. nasib...nasib

Aya Yang ngeliat dari Lt.2: Eh, kebetulan ada objek bagus nih tuk difoto. Wah, Ikan-ikan ditaman fakultas dah gede-gede yak, kayaknya enak juga kalo digoreng atau dipepes, hmmm......(awan ide tiba-tiba saja muncul disekitar kepala Aya;p)

Anda Yang Ngebaca Blog Saya: Halah, blogger kurang kerjaan!