Tampilkan postingan dengan label United Kingdom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label United Kingdom. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 18, 2012

Dunia Tanpa Wiki Dan Kawan-Kawan

Ternyata ancaman Wikipedia untuk memblok websitenya yang berbahasa Inggris selama 24 jam gak main-main. Hari ini website tersebut benar-benar gak bisa diakses, bahkan halaman depannya langsung hitam, minimalis, dan pelit informasi. Saat saya coba buka sekitar jam 14.39 Waktu Inggris, yang muncul hanya gambar dengan latar hitam berikut:


Isi dari dua deret kalimat teratas mengajak merenung membayangkan apa jadinya jika  dunia tanpa pengetahuan gratis, kudu bayar, informasi sekecil apapun itu, pokoknya bayaaaaaaaar!
Duh....kok serasa ngeri banget yah jadinya?! Bisa-bisa kita jadi bak katak dalam tempurung dong, gak ngerti apa-apa yang terjadi diluar sana karena selalu ketinggalan informasi. Mungkin bagi anda yg jarang menggunakan wikipedia gak bakal terpengaruh karena ini sih, tapi bagi mereka yang hidupnya terselamatkan saat ada tugas sekolah atau kampus, atau ada informasi yang anda tidak ketahui sama sekali, Wikipedia selalu menjadi tempat pelarian pertama untuk mencari tau informasi yang belum kita ketahui tapi orang lain dibelahan bumi sana ada yang tau dan mau berbagi gratisan melalui wikipedia. 
Ini snapshot alasan kenapa wikipedia melakukan aksi pemblokiran akses alias blackout satu hari satu malam ini:

Rupanya aksi ini adalah aksi solidaritas terhadap adanya wacan melegalkan UU Anti Pembajakan diKongres Amerika sana. Hmmm....sepertinya sih tidak berbahaya, tapi.....kok issue ini sukses bikin resah para penduduk dunia dunia maya yah? **bingung mode**

Anyway, yang melalukan aksi blackout terhadap Undang-Undang Anti Pembajakan: Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA) ternyata bukan hanya Wikipedia yang tergabung dalam Wikimedia Foundation. Beberapa website besar lain pun ikut melakukan hal yang sama. Kabarnya Facebook, Twitter, Reddit.com dan juga Wordpress.com akan melakukan Blackout pada hari ini Rabu,18 Januari 2012. Namun dari hasil pantauan keliling singkat saya ke homepage website tersebut, baru Reddit dan Wordpress yang saya dapati kompak melakukan aksi "blackout" ini. Facebook dan twitter masih eksis seperti biasa, gak terlalu berpengaruh kecuali postingan beberapa orang teman yang saya dapati sudah mulai duluan mengangkat issue tentang UU anti-pembajakan ini.
Tampilan Reddit.com (18/01/2012, 3.20pm)

Tampilan Wordpress.Com (18/01/2012, 3.10pm)

So, emang kenapa sih dengan SOPA & PIPA ini?
Aksi "blackout" ini muncul sebagai bentuk protes terhadap akan dilegalkannya Undang-Undang Anti Pembajakan Stop Online Piracy Act (SOPA) & Protect IP Act (PIPA). Mengapa UU SOPA & PIPA ini ditolak? Karena jika kedua UU ini dilegalkan maka akan berimbas pada kebebasan dan keterbukaan sharing informasi diinternet. Kita gak akan bebas lagi berkicau semaunya disocial network, menshare link-link menarik diwall FB kita, mengupload foto dan video sesuka hati, nonton program TV online nasional maupun internasional atau nonton video-video lucu sambil terbahak-bahak diYoutube. Tidak berhenti disitu saja, jika kebijakan ini berhasil digolkan, para penyuka barang gratisan diInternet siap-siap gigit jari dan urut dada, pasalnya gak akan ada lagi yang bisa mendownload lagu-lagu ataupun film-film hollywood terbaru yang baru rilis tanpa harus membayar ke web providernya. Kalo kedapatan mendownload atau membagi informasi yang ada hakciptanya diwebsite anda, maka siap-siap saja berurusan dengan tuntutan hukuman penjara negara adidaya tersebut. Ini kejadian yang dialami oleh seorang pelajar Inggris, Richard O'Dwyer (23 tahun) yang kebetulan sekali berasal dari kota Sheffield (kota kecil diInggris, tempat dimana saya bermukim saat ini). Remaja yang bersangkutan saat ini dituntut oleh pemerintah Amerika Serikat 10 tahun penjara, karena telah membuat sebuah website yang didalamnya menyediakan link-link langsung ke website penyedia film-film bajakan Hollywood. TvShack, website semacam google yg hanya sebetas menyediakan link-link atau jalan pintas biasa ke website2 pembajak lain.
Trus ada lagi, jika UU ini nantinya lolos, maka ini akan memberi kekuatan tak terhingga bagi pihak US untuk menutup website apapun dimuka bumi ini yang menurut mereka sudah melanggar protokol SOPA & PIPA tadi, mo besar kecil, baru atau lama jika dianggap melanggar UU ini, siap-siap aja gulung tikar alias bangkrut karena ditutup aksesnya selama-lamanya dari dunia maya. 

Nah, target utama dari UU ini adalah website-website yang berasal dari luar US, yang dianggap sering melakukan pelanggaran hak cipta dan pembajakan. So...sudah pasti kita yang diIndonesia bakal kena imbasnya juga, apalagi banyak masyarakat kita yang belum terlalu paham apa itu copyright, pembajakan karya cipta, dll.
Untuk membuat Anda lebih jelas lagi apa saja dampak negatif jika Undang-Undang ini dilegalkan oleh Kongress US sono, silahkan menyimak video. Mumpung masih masih gratisan, belum diblokir dan belum dianggap melanggar karyacipta, hehehe.


Sabtu, Januari 07, 2012

Si Kembar Berbahaya, Brain Wash & Brain Drain!

Tadi malam saya baru balik dari liburan tahun baruan diLondon. Masih rada-rada ngantuk dan lelah gitu akibat perjalanan darat yang seingat saya lebih banyakan jalan kakinya selama lima hari disana. Entah berapa puluh kilometer kami jalan mengitari kota London, rasa-rasanya sampai keriting betis ini, hehehe
Anyway, bukan tentang petualangan diLondon atau kemeriahan malam tahun baru 2012 disekitar River Thames yg mau saya share kali ini, melainkan kegundahan saya tentang suatu topik yang lagi hangat-hangatnya mejadi perbincangan disebuah milis yang berisi kumpulan orang-orang cerdas Indonesia yang sedang kuliah S2, S3 dan WNI yang menetap permanen di Inggris Raya ini.

Dari judul saya yakin ada diantara Anda yng sudah bisa menebak, apa yg menjadi "hot topic" sumber kegundahan saya saat ini. Yup, si kembar brain wash dan brain drain yang kata Mbak Wiki dihalaman rumahnya adalaht:
  • BrainWash: sebuah pergeseran pola pikir yang terjadi pada individu atau kelompok yang merubah nilai dan kepercayaan, persepsi dan penilaian karena dilatar belakangi oleh alasan politik, finansial, pribadi ataukah agama.
  • BrainDrain atau Human Capital Flight: hijrah atau berpindahnya sejumlah orang dalam skala kecil maupun besar ke wilayah atau negara lain, dimana notabene orang-orang ini adalah mereka yang memiliki kepakaran atau skill yang mumpuni dibidang-bidang ilmunya masing-masing, atau orang-orang pintar dan intelek karena sudah mengenyam bangku pendidikan formal disuatu perguruan tinggi diluar daerah atau negaranya. Alasan mereke berpindah paling jamak karena disebabkan oleh dua hal, alasan dari negara (negara berkembang vs negara maju) dan juga karena alasan pribadi (karir, pendidikan anak, keluarga, kesejahteraan). 
Jujur saya tidak menafikan bahwa saya pribadi sebagai salah satu orang yang pernah merasakan nikmatnya tinggal cukup lama dinegeri maju juga pernah terfikir, "Keknya lebih enak deh tinggal dan berkeluarga di Australia", atau membandingkan "Coba ya seandainya sistem transportasi Indonesia juga seperti UK". Dan saya yakin hampir setiap orang yang pernah menginjakkan kaki dinegara-negara maju pun sekali dua kali pernah berfikir seperti ini. Hehehe, ayo jujur jujur.....**nodong**

Wajar sekali jika ada terbersit pemikiran seperti itu. Gimana nggak, dinegara maju ini semua terstruktur, sistematis dan nyaman. Lingkungan sekolah dan kampus menyenangkan, fasilitas modern dan lengkap, internet super duper kencang, layanan kesehatan dan sekolah gratis, kebebasan berekspresi dihargai, korupsi minim, gaji tinggi, lingkungan aman dgn CCTV 24 jam, transport cepat dan on time, anak kecil udah jago bahasa asing, dan masih banyak lagi keuntungan lain yang bisa bikin orang-orang dari negara berkembang ngiler dan enggan untuk balik kenegara asalnya. Karena menurut mereka bakal gak berkembang dan gak ada harapan untuk masa depan mereka dan anak-anaknya. 

Namun terus terang yang membuat saya sedih dan prihatin (nah loh, kok jadi ikut-ikutan dengan istilah Kabinet Pak Beye yah?!) adalah komentar dari beberapa orang dimilis yang berusaha mencari pembenaran A to Z bahwa mereka memilih tinggal diLN karena diIndonesia intelektualitas keilmuan mereka kurang dihargai,  fasilitas penelitian terbatas, dana riset gak tersedia, pemerintah gak peduli, biaya sekolah dan ongkos berobat mahal, anak-anak mereka sudah terbiasa dengan lingkungan diluar takutnya nanti jadi tidak bisa beradaptasi dengan Indonesia, tapi mereka percaya akan selalu tetap menunjukkan nasionalisme dan kecintaanya terhdap Indonesia dengan cara  berkarya dari luar demi kemaslahatan bangsa Indonesia juga. Sekali lagi silahkan saja,  yang penting kata-kata itu tidak hanya sekedar jargon belaka sebagai pembenaran setiap kali ditanya, mohon dibuktikan ya Pak, Bu!!

Saya sendiri termasuk golongan orang yang lebih senang balik mengabdi ke Indonesia dan malah merasa akan tertantang dengan adanya keterbatasan dilingkungan dimana saya saya bekerja. Keterbatasan malah mendorong saya untuk melakukan  apapun yang bisa saya berikan sepanjang masih punya akal untuk berpikir, hati untuk merasakan penderitaan orang lain, badan yang sehat, ilmu dan pengetahuan serta rejeki berapapun yang Allah SWT berikan. Naif dan sok idealis kedengaran memang, but that's me though, it runs through my veins. I cant help it! hehehe.

Saya pernah menghadapi masa-masa sulit sepulang sekolah dari LN, mencoba melakukan perbaikan ditempat kerja saya disebuah Universitas yang diberitakan mahasiswanya paling sering tawuran se-Indonesia (hiks hiks hiks...kerjaan media nih!). Tantangan menjadi dosen junior yang belum jadi apa-apa, mahasiswa ratusan, jumlah kelas terbatas, fasilitas belajar mengajar sangat amat minim, internet ngos-ngosan, dana pendidikan kurang, metode belajar monoton, dan jumlah pengajar gak sebanding dengan rasio ideal yang ditetapkan Dirjen DIKTI.
Berat? pasti!
Menguras energi dan emosi? Oow....tentu saja!
Menghabiskan anggaran pribadi demi pembelajaran interaktif, hiks....jangan di tanya!
Penolakan karena mengajak berubah, hohohoho........makanan sehari hari itu!

Tapi apa itu lantas membuat saya menyerah dan putus asa? Nope!
Diawal-awal sempat terpikir untuk mundur dan jadi dosen biasa-biasa saja tanpa pikiran idealis dan muluk-muluk. Tapi saya kemudian  bertanya pada diri saya semudah itukah saya menyerah? hanya itu sajakah yang bisa saya lakukan untuk institusi dan mahasiswa saya? Pemikiran positif membawa saya pada tahap evaluasi, bahwa ternyata strategi  pendekatan saya kepihak-pihak yang bisa membantu yang kurang tepat, saya tidak bisa bekerja sendiri untuk memodifikasi sebuah sistem yang sudah mengakar kuat dicivitas akademik lingkungan saya. Ilmunya sudah bagus, niat dan tujuannya juga jelas, namun butuh adaptasi dan dukungan dari lingkungan sekitar dan tentunya metode yang lebih menyentuh akar budaya mahasiswa Timur. Oleh karena itu, saya mundur pelan-pelan sambil mengatur strategi serta mencari orang-orang yang memiliki visi yang sama.
Alhamdulillah, untuk apapun yang niatnya baik, Insya allah pertolongan Allah SWT akan selalu hadir. Hasilnya memang tidak langsung drastis terlihat secara kasat mata oleh teman-teman sejawat, tapi kebanggaan terbesar saya muncul saat mendapat apresiasi dari para mahasiswa yang menjalani proses perubahan tersebut yang merasa mendapat wawasan baru dari metode belajar yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Selain itu pimpinan juga memberi kepercayaa penuh dalam pengelolaan mata kuliah yang sebelumnya bagi mahasiswa merupakan mata kuliah yang "sangat amat tidak manarik" menjadi mata kuliah favorite dalam setiap evaluasi akhir semester. Ah, rasanya hari hari frustasi dan malam-malam penuh tangis dan doa jadi terbayar manis dengan pengakuan-pengakuan tersebut.
Keterbatasan akan memacu seseorang menjadi lebih kreatif dan dinamis jika melihat itu sebagai tantangan, bukan sebaliknya sebagai masalah. Bagi yang Anda yang beruntung pernah tinggal LN dan melihat praktek yang ideal dinegara tsb, pasti dong terbersit harapan suatu hari nanti Indonesia bisa seperti itu. Ilmu yang kita dapat saat ini harus juga bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia agar mereka kelak bisa juga merasakan apa yang kita rasakan saat ini disini.
Frustasi karena lingkungan menolak perubahan adalah normal dan merupakan bagian dari perjuangan sebagai change agent. Tapi jangan karena kefrustasian itu lantas membuat Anda  malah jadi pura-pura bodoh dan parahnya memilih kabur dari negara sendiri. Lantas mencari kambing hitam dengan menyalahkan politik Indonesialah, pemerintah koruplah, gaji kuranglah pimpinan tidak suportiflah, fasilitas kuno dan minim, gak bisa penelitianlah, dan masih banyak lah lah lainnya. Sejelek-jeleknya, sekorup-korupnya dan semiskin-miskinnya negara kita, Indonesia tetap kampung halaman dan ladang amal bagi kita untuk berbakti sebagai orang Indonesia!! C'mon, kreatif dikit laaah....., jangan hanya jadi orang Indonesia yang kerjanya mengeluh dan menuntut apa saja yang negara bisa berikan kepada kita sebagai imbalannya.

Mungkin bagi para pengusaha Indonesia diLN, bisa membantu pengusaha-pengusaha muda Indonesia  memperkenalkan produk-produk lokal dan usaha kecil dalam negeri dengan cara ekspansi ke pasar Internasional atauah merangkul investor asing berinvestasi diproduk-produk dalam negeri. Ataukah peneliti-peneliti Indonesia diLN bisa membantu peneliti-peneliti Indonesia dalam mencari sponsor untuk melakukan penelitian dalam negeri, mencari solusi riil bagi permasalahan diberbagai aspek kehidupan Indonesia saat ini (pendidikan, kesehatan, transport sistem, perekonomian, hukum dll). 
Hummph...tapi susah Ya', itu skalanya gede, belum sampe level situ! **tangkisan sceptical tought**

Oke, jika langkah itu terlalu luas dan sulit untuk dicapai, kita cari yang lebih simpel aja deh.
Karena basic saya dari pendidikan dan keperawatan, mungkin saya lebih tertarik menggalang solidaritas mengetuk hati mahasiswa Indonesia dan WNI disini jika terjadi bencana alam ditanah air, mengumpulkan sumbangan pound demi pound untuk bisa dibelikan barang-barang kebutuhan korban bencana alam dan disalurkan melalui lembaga-lembaga terpercaya diIndonesia. Uang ini juga bisa disumbangkan kepada yayasan sosial atau NGO yang concern dengan kesejahteraan anak, orang dengan keterbatasan fisik dan mental, pasien miskin dengan penyakit kronik, masyarakat kecil yang tertindas, atau mungkin para lansia dipanti Wredha yang telah ditelantarkan dihari tuanya oleh keluarganya sendiri.

Cara lainnya lagi yang paling saya suka adalah mengumpulkan buku-buku bekas yg bisa diperoleh dengan harga yang sangat murah di Charity shops atau Book Fair. Buku ini bisa disumbangkan ke NGO atau komunitas penggiat baca bagi anak-anak yang kurang mampu mencicipi pendidikan formal dibangku sekolah. Kepedulian kita terhadap masa depan anak-anak Indonsia masih tetap dibutuhkan meski pemerintah Indonesia sudah mengumumkan bahwa bahwa 2012 ini pendidikan dasar 9 tahun sudah tuntas 100%. Hmmm....itu hitungan diatas kertas sih, yang ada dilapangan bisa lain lagi.
Harapannya bahwa anak-anak ini nantinya pun punya kesempatan untuk mengenal dunia luar dengan membaca. Dengan wawasan dan ilmu yang bertambah, anak-anak ini nantinya bisa membantu diri dan keluarganya keluar dari jurang kemiskinan dan kebodohan. Kita juga tidak akan pernah tau jika ternyata satu diantara buku bekas yng kita sumbangkan tersebut ternyata memberi inspirasi bagi seorang anak dari pedalaman nun jauh diPapua sana untuk bercita-cita melanglang buana menuntut ilmu ke negara lain. Hanya gara-gara sebuah buku bekas yang dibacanya lho!

Ini pengalaman pribadi saya, saat saya masih duduk dibangku kelas 3 SD. Atas kebaikan hati seseorang yang suka membaca, saya diperbolehkan meminjam buku cerita anak karya penulis Denmark, Hans Cristian Andersen yang sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia.  Buku itu berisi koleksi cerita dari seluruh dunia khas Andersen, yang didalamya berisi pesan-pesan moral untuk selalu menolong dan berpikir postif dalam berbagai situasi yang tidak menguntungkan. Saya dulu suka sekali membaca, apapun yang ada tulisannya saya baca, buku pelajaran, kertas iklan, pembungkus nasi kuning, sampai-sampai koran yg diterbangkan angin pun pasti tidak luput dari saya. Tapi lucuya saya gak punya banyak buku selain buku pelajaran, apalagi buku tentang dunia. Walaupun orangtua saya mampu untuk itu, kondisi dan lingkungan saya berada tidak terlalu mendukung. Akses informasi dan transportasi kekota saya Fakfak, sebuah kota kecil diPapua Barat tahun 80-an membuatnya menjadi sulit bagi saya sebagai anak untuk meminta orangtua membelikan buku cerita bergambar atau ensiklopedia tipis tentang dunia. Satu-satunya transportasi untuk masuk dan keluar dari kota saya adalah dengan berlayar menggunakan kapal Pelni  selama 4-7 hari, 2 x sebulan. Nah, saat dipinjamkan buku itu HC Andersen itu, imajinasi saya akhirnya mengembara kemana-mana. Buku itu menjawab kehausan dan rasa penasaran saya akan pengetahuan dan akhirnya berani bermimpi untuk melihat dunia diluar sana, dimana ada salju dan bunga tulip warna-warni bermekaran.
Jadi, jika ada ajakan untuk menyumbangkan buku oleh rekan-rekan NGO bagi anak-anak dipedalaman atau anak tidak mampu, saya tidak akan pernah ragu untuk untuk ikut andil berbagi.

Selain itu bagi yang punya bakat menginspirasi orang lain dan ngumpulin massa didunia nyata maupun dunia maya, menjadi inisiator untuk gerakan untuk gerakan membangun dan mencerdaskan bangsa bisa jadi pilihan. Udah banyak kok contohnya, ada  gerakan Indonesia Mengajar yang dipelopori oleh Pak Anies Baswedan bagi kemajuan anak-anak dipedalaman, Sekolah Master (MASjid TERminal) bagi anak-anak jalanan yang dipelopori Pak Nurochim di kawasan Terminal Depok, ITS goes to School, Save Street Child Surabaya, Gerakan Mahasiswa Mengajar, Gerakan Nasional Bikin Pintar Anak Pesisir Indonesia (GNBPAPI), atau siapa tau ada yang tertarik untuk join diKomunitas Epilepsi Indonesia (KEI)? Group ini bertujuan untuk memberi dukungan dan media informasi bagi penderita Epilepsi (ayan) di Indonesia yang masih belum mendapat perhatian semestinya dari pemerintah.  Group ini juga merupakan media promosi tentang penyakit Epilepsi yang selama ini masih dianggap penyakit kutukan dan akibat guna-guna bagi sebagian masyarakat Indonesia, padahal anggapan itu sangat salah! 100% salah!. Epilepsi tidak ada kaitannya dengan magic atau supranatural, tidak menular, tidak diturunkan dan tidak ada bedanya dengan penyakit-penyakit kronik lain seperti Asma, Hipertensi, Diabetes, Jantung yang dapat disembuhkan dengan kesabaran minum obat secara teratur. Hanya karena gejala serangannya berupa kejang seperti orang kesurupan, membuat orang takut mendekat untuk menolong.  Group ini saya dirikan sebagai wujud perhatian dan solidaritas saya sebagai salah Epilepsi suvivor yang berhasil sembuh dan menjalani hidup normal karena sejak dini sudah mendapat informasi tentang epilepsi dan cara pencegahannya. Sejauh ini sudah ada sekitar 600-orang yang gabung diKEI, dan mudah-mudahan kedepannya akan bertambah lagi jika Anda pun turut bergabung dan memberi dukungan. **promosi mode ON**

Ide lainnya lagi mungkin bisa dalam bentuk sharing informasi. Mereka yg tinggal diLN punya akses internet cepat dan akses database informasi yang luas. So, yang bisa dilakukan adalah mempermudah transfer informasi berguna melalui email, milis, social network ataupun blog, agar rekan-rekan diIndonesia pun bisa cepat tahu bahwa disebuah negara maju sana telah ditemukan sebuah metode baru menyembuhkan penyakit kronis yang menjadi momok dinegara kita, ada teknologi tepat guna yang bisa diterapkan untuk sawah yang minim air, ataukah berbagi jurnal penelitian ilmiah teknik efektif dan ekonomis untuk proses penyembuhan luka gangren diabetes, info beasiswa bagi mahasiswa dinegara berkembang, current news, dll. Masih banyak ide lainnya sih, namun kepanjangan kalo mo ditulis semua disini, hehehe....

Nah, alasan yang paling tidak bisa saya terima adalah jika ada orang cerdasnya Indonesia yang memilih berkarya diLN dengan alasan keluarga ataupun karir yang lebih menunjang. "Kasihan, anak-anak lebih suka tinggal disini, nanti gimana kulitas pendidikannya kalo balik keIndonesia" atau "Masa sih jauh-jauh sekolah diLN dengan gelar professor, sampai diIndonesia cuma dibayar segini?! Padahal saya ada tawaran lho dari Universitas X diAustralia dengan gaji 3x lipat".
Well......ironis sekali meminta dihargai hanya dengan ukuran materi, padahal saya yakin toh si Professor atau Guru Besar ini tidak lantas makan nasi berlauk garam, gara-gara gajinya kecil diIndonesia. Itu berarti mereka lebih memikirkan kepentingan dirinya pribadi ketimbang kemajuan bangsa. Ada juga beberapa orang penerima beasiswa yang pernah saya dengar sendiri mengatakan, mereka memilih LN untuk kelanjutan pendidikan dan karir anak-anaknya karena disana lebih kondusif dan anak tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Excuse moi, apa saya tidak salah dengar Maam? Apa itu berarti orang Timur perilakunya lebih buruk dibanding orang Barat? Kebebasan berekspresi, alkohol, free sex, Hedonisme, Konsumerisme dan Atheisme dianggap jauh lebih cool dan berharga untuk diamati  dan dialami anak, ketimbang belajar tata krama, moral, beragama, sopan santun, keramahan, dan respek pada orangtua??

Ckckckck...sungguh kasihan sekali kalo seperti itu. Jangan salahkan lingkungan Indonesia dong! Tanya diri Anda baik-baik, sudahkah Anda menjadi orangtua panutan bagi anak Anda? Apa Anda yakin anak-anak rusak begitu saja karena lingkungan sekitarnya dan bukan karena kelemahan Anda sendiri yang tidak mampu membuat batasan tegas mana nilai yang benar dan mana yang salah? Mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak? Bukankah pendidikan pertama anak sejak lahir dimulai dari rumah dengan orangtua sebagai gurunya?!
Coba perhatikan foto-foto FB beberapa mahasiswa Indonesia diLN yg anda kenal, yang mungkin saat diIndonesia mereka adalah anak-anak santun, alim dan baik, namun setibanya disini menjadi liar, lupa sholat,  suka dugem, mabuk-mabukan setiap weekeend padahal jelas-jelas ybs menuliskan muslim atau Islam diinfo agamanya.
Tanpa merasa bersalah dan dengan bangganya memperlihatkan foto-foto mereka yang berpakaian sexy  dan minimalis (kalo gak mau dibilang hampir telanjang), dandanan menor, merem melek dilantai pub sambil memegang gelas wine atau botol beer, sebatang rokok putih diselip dijari tangan supaya dibilang keren dan gaul. Duuh....., ini ortunya ngajarin apa aja  sih selama ini??? Kasihan betul anaknya, jadi korban ketidakbecusan orangtua yang belum bisa memberi fondasi kuat bagi anak-anaknya sebelum mereka dilepas ke alam nyata **iiih...hantu dong berarti**
Anak-anak ini mau dibilang keren, tapi gak tau dibagian mana kerennya karena merusak diri. Sok ikut-ikutan kebarat-baratan pula. Bahkan ada yang malu kalo ketahuan beragama karena teman-teman bulenya disini rata-rata gak beragama! Astagfirullah aladzhiiim!! Iiih! gemes banget deh pengen ngejitak ni anak-anak! Dan coba sekali-kali tanya mereka, apa rencanaya selepas kuliah S1 atau S2 disini? Pasti rata-rata jawabnya, "keknya sih mo nyari-nyari kerjaan disini ajah, malas balik ke Indonesia, Madesu. Masa depan suram!"

Jujur saya pribadi sangat gak suka dan akan dengan tegas menentang ide orangtua yang menganggap "Membesarkan anak diluar negeri jauh lebih baik dan kondusif ketimbang membesarkan anak diIndonesia". Jika saatnya tiba dan saya diberi kepercayaan mendidik anak-anak saya sendiri, saya lebih memilih lingkungan dan kultur Indonesia yang penuh tata krama untuk mendidik anak ketimbang melihat banyak anak-anak Indonesia yang dibesarkan diluar negeri yang menurut saya sudah jauh dari nilai kesopanan dan budaya Timur orang Indonesia. No respect to olders dan terlalu demanding!
"Patotoai" kalo kata orang bugis Makassarnya.
Masalah kecil saja dipersoalkan lewat komunikasi yang panjang dan berbelit-belit dan anak bahkan berani membantah dan menghardik orangtuanya. Lalu setiap kali disiplin dan hukuman ditegakkan ke anak, eh.....orangtua dianggap melanggar HAM, padahal anak sendiri gitu lho!

Dari yang pernah saya lihat dan amati hanya sedikit keluarga Indonesia yang betul-betul bisa mendidik anak-anak mereka diluar sini dengan fondasi agama yang kuat dan nilai-nilai ketimuran yang santun, hanya sedikit sodara-sodara, sekali lagi ada.......tapi hanya sedikit!
Lebih banyak yang ikut-ikutan mendidik anaknya dengan pola barat. Memperlakukan anak seperti orang dewasa sejak kecil, mengajarkan kebebasan berekpresi dan tiba giliran mereka remaja, anak-anak ini pun menggonggong balik orangtuanya, menjadi kurang ajar kepada ayah ibunya saat mereka marah atau dilarang-larang melakukan sesuatu. Selalunya kata-kata yang keluar "It's my right! You have no right to interfere what my life would be!" Waaah, kalo saya yang ngomong kek gini ke Bapak saya, siap-siap kena rotan deh.

Mau lihat contoh polah remaja-remaja sini saat berdebat dengan orangtuanya? Lihat video dari tayangan sebuah program TV dari BBC Three, dimana remaja-remaja British asli dan keturunan berlaku seenak perutnya dirumah alias malas, memperlakukan orangtuanya seperti pembantu, membantah nasehat orangtuanya, having fun all the time. Namun setelah satu minggu tinggal dengan keluarga lain dibelahan bumi berbeda yg menerapkan aturan tegas dan disiplin dalam mendidik anak, akhirnya remaja-remaja British ini sadar dan berubah, bahwa hidup bukan hanya untuk sekedar fun dan hura-hura saja.
Nama programnya adalah The World's Strictest Parents. Anda akan terharu begitu tau, betapa beruntungnya kita orang Indonesia tumbuh dan dididik dengan nilai-nilai ketimuran sejak kecil dari orangtua kita dan ternyata itu pulalah yang dibutuhkan oleh remaja-remaja barat sini.

Ini salah satu episode dimana dua remaja British yang manja dan suka hura-hura dan mabuk-mabukan, dikirim ke keluarga Pengacara Cina diUSA yang sangat ketat tentang nilai-nilai penghargaan pada orangtua.

Lalu video berikut juga menunjukkan dua remaja British, dimana salah satu remaja tsb berasal dari keluarga muslim Pakistan yang memeiliki perilaku sangat jauh menyimpang dari ajaran Islam yang dianut keluarganya. Kedua remaja ini dikirim ke Afrika Selatan, tinggal 1 miggu dalam keluarga orangtua Lesbian, tapi memiliki dedikasi tinggi pada lingkungan sekitar mereka.

Now, apa pendapat Anda setelah menonton kedua video itu? Apakah anda ingin anak-anak remaja Anda tertular penyakit westernisasi seperti remaja-remaja diawal episode ini?
Tentu tidak bukan?!, Mari kita berdoa, mudah-mudahan anak-anak kita kelak menjadi anak-anak baik, religius dan berguna bagi bangsa dan negara. Amien Yaa Rabbal Aalamiiiin.

Kembali ke topik utama, intinya memilih untuk membangun Indonesia dari dalam maupun luar negeri adalah pilihan masing-masing orang. Namun akan jauh lebih baik jika pilihan tersebut benar adanya didasari untuk membuka peluang selebar-lebarnya demi kemajuan dan pembangunan Indonesia kearah yang lebih baik. Dan bukan karena sebaliknya, karena alasan karir semata ataupun kepentingan keluarga.
Kita boleh bangga karena punya seabrek-abrek Ilmuwan Indonesia yang lebih dikenal eksistensinya diLN ketimbang dalam negeri, tapi saya pribadi ribuan kali jauh lebih bangga dan salut bagi mereka yang setelah mengenyam pendidikan LN lebih memilih untuk pulang ke Indonesia dan berkarya menghasilkan sesuatu yang mungkin dianggap sepele tapi jauh lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Indonesia. Mungkin masih ingat pesan Nabi Muhammad SAW: Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain disekitarnya, dan manfaat sebesar-besarnya itu harusnya dirasakan lebih dulu bagi keluarga terdekat atau mereka yang secara geografis lebih dekat dengan kita dalam kehidupan sehari-hari.


Ingat, anak-anak kita dipedalaman Kalimantan atau Papua sana saat ini jauh lebih butuh guru penuh dedikasi yang bisa mengajar mereka cara membaca tulis dan mengenal dunia meski hanya bermodal kertas dan pensil, ketimbang Professor atau Doktor dengan titel berderet dari LN yang baru mampu menelurkan teori-teori baru tentang ilmu pengetahuan jika sudah dibayar dengan gaji tinggi dan fasilitas lengkap.

Salam hangat dari Sheffield,
Aya*
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Salah satu mahasiswa Indonesia yang selalu ingat bahwa dirinya kuliah diUK menggunakan uang hasil keringat rakyat Indonesia dan akan membayarnya dengan cara kembali ke tanah air dan berkarya mengaplikasikan semua ilmu yang diperolehnya secara maksimal untuk kemajuan Bangsa dan Negara tercinta, Indonesia.

Kamis, Desember 29, 2011

Catatan Ngawur Di Penghujung 2011

Jiaaah....muncul lagi kayak Batmanhttp://www.emocutez.com
Hehehehe, ini gara-gara abis ngider-ngider diblog tetangga, eeh...lagi rame crita-crita tentang tema tahun baruan gitu.
Ada yg flash back balik semua kenangan pahit dan manis ditahun 2011http://www.emocutez.com, ada blogger diEropa yg nulis acara persiapan menyambut tahun baru 2012 di Parishttp://www.emocutez.comtrus ada juga satu yang nulis resolusi untuk tahun baru, yang intinya 2012 sudah harus buruan nikah kalo gak mau nyesel. Sekali nikah tetep nikah, Titik!http://www.emocutez.com Walah....giliran saya sendiri nulis apaan yah? Kok jadi bingung gak jelas gini ya alias GeJehttp://www.emocutez.com
Gak tau kenapa kemampuan nulis diblog saya kalau boleh dibilang jadi surut sejak dua tahun terakhir. Walhasil postingan pun jadi gak seberapa dibanding tahun-tahun pertama kali kenal dunia blogger di 2006.
Apa mungkin karena fokus saya yang sudah teralih ke jejaring sosial atau karena keranjingan dengan fotografi http://www.emocutez.com, entahlah saya pun jadi bingung mencari sebabnya. 
Kadang jika membaca atau mendengar sesuatu suka kepikiran aja sih pengen nulis diblog, apalagi jika itu tentang tema-tema sosial atau current issue yang lagi hot-hotnya dibicarakan saat ini http://www.emocutez.com Taruhlah yang baru-baru aja terjadi seperti kasus pelanggaran HAM diPapua, menuntut keadilan bagi satpam Sunarya yang gak sengaja nendang wajah cantik nan mulus Mega si suster ngesot, aksi bakar diri Sondang didepan Istana Negara sebagai bentuk protes pada pemerintahan SBY, pelanggaran HAM di Mesuji, kerusuhan di Bima dan terakhir banjir besar yang lagi-lagi melanda Indonesia setiap tahunnya. Pada saat-saat seperti ini akan selalu muncul banyak pemikiran dan perenungan yang ingin saya bagi pada dunia melalui tulisan, meski saya yakin belum tentu ada yang antusias baca postingan saya yang ala kadarnya ini, hahaha **garuk garuk kepala**
Walaupun saya jauh secara fisik dari Indonesia, tapi signal informasi dan hoby jadi detektif teteup gak bisa ilang, maklum udah dari sononya buuuw http://www.emocutez.com
Berita lokal, nasional dan internasional tetap jadi santapan harian saya tiap harinya, apalagi dengan didukung teknologi internet yang serba cepat dan minat yang gak ada matinya berselancar didunia maya, tidak jarang membuat teman saya yang diIndonesia sampai terheran-heran, kok bisa saya udah tau duluan beritanya daripada mereka yang tinggal disana? http://www.emocutez.com
Anyway sesuai judulnya catatan ngawur, so untuk sementara biarlah saya ngawur dulu nulis sesuka hati saya. Saat mulai nulis yang Geje kayak gini, biasanya otak saya mulai loading dan terpeta-petakan. Tulisan tentang tema apalagi berikutnya sudah mulai samar-samar muncul. Hehehe,sepertinya nulis masa depan jauh lebih menyenangkan ketimbang nulis pengalaman yang sudah lalu. Benar kan?!http://www.emocutez.com

Kamis, Desember 22, 2011

Aaargh, Blogku dibajak Orang!!!

Pucat dan pias, itu respon wajah saya yang pertama begitu tau blog saya dibajak orang. Padahal siangnya saya masih sempat buka lamannya dan gak ada masalah. Namun sekitar jam 10 malam waktu Sheffield (jam 5 subuh WIB) saya kaget mendapati blog saya gak bisa dibuka seperti biasanya. Saat saya ketik nurhayanurdin.blogspot.com dibrowser saya, yang ada saya malah diarahkan ke website lain, yaitu Ripway.com.
Saya gak tau ini hukuman ataukah teguran dari sesama blogger lain, tapi yg jelas dua jam sebelumnya saya sedang mengawal sebuah group dukungan dijejaring sosial yg berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi seorang Security yang diperkarakan ke meja hijau oleh gadis manja bernama Mega dari keluarga kaya yg berpura-pura berperan menjadi suster ngesot untuk memberi kejutan kepada temannya. Baca berita lengkap dan videonya disini

Jumlah anggota yang tergabung dalam group sejak pertama kali dibentuk kurang dari seminggu lalu sudah mencapai 20 ribu member, pertambahan yg menurut saya sangat signifikan menandakan animo masyarakat yg cukup antusias terhadap group tsb. Anggota group tersebut terdiri dari berbagai macam orang dan latar belakang berbeda, namun mereka semua dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu untuk mendukung dan memberikan keadilan bagi satpam Sunarya. Namun sayangnya ada sebagian kecil penyusup yg saya yakin tidak berdiri dipihak Pak Satpam Sunarya, buktinya mereka kadang melempar komentar miris menyalahkan pak Sunarya yg katanya semena-mena, tapi lucunya komentar tsb ujung-ujungnya habis "dibantai" oleh pendukung pak Sunarya. 

Disiang hari komentar dari anggota sangat aktif karena dimediasi oleh beberapa orang admin resmi, namun malamnya antara jam 12 - 4 subuh agak sepi namun rawan penyusup karena rata-rata admin sudah offline jam segitu tinggal sebagian kecil member yg aktif berdiskusi atau sekedar chitchat. Nah, kebetulan saat baru awal-awal bergabung saya sempat berkomunikasi dengan beberapa orang digroup itu, dan ketika tau bahwa saya sekarang berdomisli di Inggris dan beda waktunya 7 jam lebih lambat mereka memberi usul kenapa saya gak "ngeronda malam di dunia maya" ngawasin grup saat admin resmi offline, sehingga bisa ada yg mengingatkan kalo ada member yg melenceng dan admin bisa segera tahu jika ada hal-hal yg mencurigakan terjadi digroup.
Berhubung sekarang lagi musim liburan dan saya juga sudah biasa jadi admin dibeberapa group, saya terima saja, wong dasarnya saya emang hobi berselancar diinternet kok, hehehe. Akhirnya tawaran tersebut saya terima dengan senang hati.

So, mulai dari jam 7 - 10 malam waktu Sheffield (jam 2 - 5 subuh WIB) saya standby didepan laptop, memperhatikan diskusi digroup tersebut dan sesekali menimpali komentar anggota sambil berusaha mengingatkan aturan diskusi digroup tersebut. Caranya dengan menyundul pesan dari inisiator group mas Aryadilagha Nugraha sehingga pesan tsb bisa dilihat dan dibaca oleh member baru sebelum mereka posting atau memberi komentar baru.
Pesan dari inisiator sejuta dukungan buat Pak Satpam Sunarya

Nah, sekitaran jam 8 malam (jam 3 subuh WIB) ada satu member yg bertanya ttg account jejaring sosial mega diFB dan Twitter. Member tersebut ingin coba-coba menghacked account pribadi Mega, lalu saya timpali "Setahu saya accountnya dah dihacked duluan sama yg lain, tinggal blognya yg diblogspot keknya masih diprotect. Buktinya dia masih bisa posting kronologis kejadian saat dia ditendang pak Sunarya". Percakapan tersebut berakhir dengan pesan dari si member yg akan meneruskan usulan menghacked blog mega keforum (entah mungkin forums hacker maksudnya?) jika ada yang tertarik menindak lanjuti.
Salah satu member yg bertanya ttg hacking account pribadi Mega

Ketika waktu sudah cukup larut sekitar jam 10 malam, dan Indonesia sudah masuk waktu subuh, saya lihat group mulai aktif kembali karena member diIndonesia sudah mulai bangun dan beraktifitas, namun saya masih menunggu hingga salah satu admin resmi nongol menyapa atau sekedar me-like postingan member lain, jadi saya bisa mundur tuk istirahat. Sambil menunggu iseng-iseng saya membuka blog saya ini. Alangkah kagetnya saya ketika tiba-tiba blog saya langsung diarahkan ke ripway.com, semacam laman iklan produk iklan alat-alat kantor. Berkali-kali saya coba tetap juga tidak berhasil. Saya coba dengan menghapus semua caches lama, dan bahkan saya coba buka dengan berbagai browser. Nihil. Tetap tidak berhasil!!! Dari situlah saya kemudian sadar bahwa blog saya sudah dikerjai orang.

Karena dalam kondisi sangat panik, saya posting pertanyaan diFB saya, tidak lama dua orang teman saya mencoba menuntun dan memberi solusi sambil saya berusaha mengutak-atik settingan blog. Gak berhasil juga. Saya lalu bertanya pada Oom google dan berujung ke sebuah forum blogger helper yg membantu saya mengakses langsung kode HTML mencurigakan yg ditanamkan dalam tiga buah widget tambahan diblog saya.
Namun karena saat itu sudah sangat larut dan saya sangat stress gak berhasil berhasil, akhirnya saya memutuskan akan melanjutkan keesokan harinya, paling tidak saya sudah tahu dimana letak permasalahan dan gimana cara mengatasinya.
Alhamdulillah keesokan harinya, berbekal panduan dari seorang blogger yg bernama nitecruzr, saya akhirnya bisa menghilangkan widget-widget mencurigakan yg dipasang oleh hacker usil diblog saya. Sayang juga sih, karena harus merelakan beberapa widget untuk dihapus, padahal mereka kan bikin tampilan blog jadi cantik, hiks. But, daripada blog gak balik-balik, ya sudahlah, diikhlaskan saja. Sungguh satu pengalaman yg sangat mendebarkan bagi seorang blogger amatiran yg gak terlalu ngerti IT seperti saya, ckkckckck. Bayangkan, apa jadinya jika blog ini gak kembali? Tulisan-tulisan dan memori saya dari 2006 hingga sekarang akan lenyap begitu saja tanpa bekas dong. Wuhaaaaa....gak rela gak rela!! **nangis bombay**.

Tapi sisi baiknya adalah saya bisa memetik pelajaran dari sini, bahwa saya harus selalu waspada dan bersiap terhadap segala konsekuensi dan kemungkinan terburuk ketika memutuskan untuk berdiri pada satu pihak yg saya yakini benar. Apapun yang terjadi (mo panas, hujan, gak ada ojek, becek = lebay mode) harus tetap bisa fokus pada tujuan utama, yaitu membela dan mendukung pak Sunarya sebagai simbol perlawanan dari rakyat kecil yg tertindas oleh arogansi orang kaya yang semena-mena. Pokoknya hidup Pak Sunarya, Hidup keadilan!!!!! **ngacung semangat 45**


Selain itu juga saya memang sudah harus mulai berpikir ttg back up memback up tulisan diblog sih. Sejauh ini blog yg ini memang agak saya terlantarkan (maaf blogku sayang....). Saya sibuk mengurusi dan memoderasi beberapa blog dan milis lain ditengah-tengah padatnya perkuliahan disini. Tulisan saya juga berserakan dibeberapa blog berbeda, mungkin sudah saatnya saya harus satukan dalam satu blog saja dan kalo perlu dijadiin buku, trus diterbitin (kalo ada yg mo baca, hehehehe).
Hmmm..... jadi ada ide, mungkin itu bisa saya jadikan salah satu resolusi untuk tahun 2012 kali ya?!



Salam dari tanah Edensor, Sheffield.

Minggu, Oktober 30, 2011

The Fright Night 2011



Sore tadi saya sebenarnya tidak ada niatan untuk keluar. Tapi tiba-tiba saja saya ingat kalau besok ada undangan dari teman kuliah saya untuk menghadiri pesta ultah anaknya yang genap akan berusia 4 tahun, so mau tidak mau saya harus keluar mencari kado. Karena tidak ada teman yang bisa saya ajak keluar dalam waktu singkat, terpaksalah saya beranikan keluar sendirian kekota. Untuk mempersingkat jarak saya sengaja memilih rute yang tidak biasa saya lalui yaitu lewat Devoshire street dan Division street yang berseberangan dengan West Street (jalur yang biasa saya lalui). Saat melintas diDevonshire street saya berpapasan dengan keluarga yang membawa anak-anak usia dibawah 5 tahunan. Hihihi, Lucu lucu lucu....anak-anak tersebut cute sekalain mengenakan kostum seram. Ada kostum tulang belulang, vampire, spiderman bahkan mummi yang dibalut perban disana sini. Untungnya yang make anak-anak kecil, jadi semengerikan apapun kostumnya, tetap saja expresi mereka lucu dan nggemesin, hahaha.
   




Semakin mendekati pusat kota semakin sering saya menjumpai pemandangan seperti diatas. Bahkan lebih serunya lagi, kali ini bukan anak-anaknya saja yang mengenakan kostum Halloween, melainkan keluarganya juga. Ya anaknya, ya bapak ibunya juga kompak berseram ria. Seperti gambar dibawah, bapaknya kostum tengkorak, ibunya korban pembunuhan dengan pisau yang tertancap didada dan anaknya dengan kostum mosnter buruk rupa.


Karena penasaran saya coba lihat papan advertisement yang persis ada didepan City Hall. Ooow rupanya saat ini sedang berlangsung acara Fright Night 2011 yang dipusatkan dibeberapa venue sekitar Fargate, pusat kota Sheffield. Ada sekitar 15 titik venue mengerikan yang bisa dituju. Diantaranya street performer, panggung peragaan kostum Halloween, wahana permainan anak, wahan permainan sport jantung, orkestra musik halloween, tour halloween, story telling halloween, stand-stand halloween, dan masih banyak lagi event berbau halloween lainnya. Semakin malam acaranya akan makin bertambah ramai nih kelihatannya.
 


Acara ini adalah salah satu dari  rangkaian kegiatan memeriahkan Halloween Night. Bagi yang belum tau tentang acara ini sedikit akan saya ceritakan sejarah tentang Halloween. Menurut artikel Wikipedia, Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober dan biasanya akan dirayakan oleh anak-anak dengan memakai kostum seram. Anak-anak ini akan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata "Trick or treat!" Ucapan tersebut adalah semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili. Sedang bagi orang dewasa malam halloween adalah malam pesta kostum dan kumpul-kumpul dengan rekan-rekan sebayanya. Walaupun Hallooween sangat terkenal di Amerika, tapi perayaan ini asal muasalnya dari budaya Celtic di Irlandia. Halloween merupakan kependekan dari All Hallows' Even (eve dan even sama-sama berarti petang atau malam). Awalnya halloween hanya sebuah perayaan Festival Samhain yang menjadi penanda berakhirnya musim semi. Pada masa ini, orang Celtic menggunakan kesempatan festival tsb untuk menyembelih hewan ternak dan mulai menimbun makanan demi menghadapi musim dingin. Orang-orang Celt ini percaya bahwa pada tanggal 31 Oktober, pembatas dunia antara orang mati dan orang  yang masih hidup terbuka. Orang mati akan membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen mereka. Oleh karena itu sewaktu merayakan festiva Samhain ini,  mereka menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih sambil mengenakan kostum dan topeng menyeramkan untuk berpura-pura sebagai arwah jahat dan agar mereka terbebas dari gangguan arwah jahat yang sebenarnya.

Simbol Halloween yang paling umum adalah buah labu yang diukir membentuk wajah "menyeramkan" yang didalamnya diletakkan lampu menyala atau lilin. Labu ini lebih dikenal dengan sebutan Jack-o-lantern.  Selain itu warna hitam juga menjadi warna favorite pada perayaan halloween ini. Kesannya jadi akan terlihat lebih suram dan misterius. Jack-o-lantern ini biasanya diletakkan didekat jendela atau ditaman depan rumah, dan pada saat malam hari akan tampak kelihatan menakutkan karena ekspresi yang ditampilkan seperti wajah orang sedangn menyeringai. Jika dulunya simbol-simbol perayaan Halloween hanya menggunakan labu dan hal-hal yang berbau kematian, maka sekarang ini simbol monster, dan karakter menyeramkan hasil rekaan pembuat film Amerika juga digunakan semisal makhluk luar angkasa, frankenstain, hantu dari filem thriller Michael Jackson, burung hantu, drakula, tengkorak, manusia serigala, rumah hantu, laba-laba, korban pembunuhan, tengkorak dll.
Kembali ke Sheffield, karena momen ini sangat bagus untuk mengambil gambar, maka mulailah saya bergerilya dari satu venue ke venue berikutnya. Untungnya jarak antar venue berdekatan, jadi saya dengan mudah bisa mengambil gambar perayaan Halloween kali ini. (Reminder: sepertinya ada yang lupa dengan tujuan awalnya, hmmm...)
Tepat didepan City hall saya melihat ada wahana permainan dewasa dan anak-anak,. Lalu ditegah-tengahnya diantara kedua wahana ini dua nenek-nenek kekar duduk diatas troli belanja sambil dikelilingi penonton. Ow, rupanya mereka adalah komedian yang sedang melakukan atraksi balapan dengan kendaraan troli belanja yang didesain khusus mengeluarkan suara menderu mobil Lamborgini. Penampilan mereka sangat lucu dan menghibur, karena meskipu mereka berantem  tapi kelihatan mereka sangat kocak.
Bergeser dari situ saya menuju kerumunan didepan Town Hall. Ada panggung dengan dekor warna hitam dihiasi balon-balon biru lengkap dengan barisan anak-anak kecil yang memakai kostum halloween disisi belakang panggung. Diatas panggung ada seorang wanita dengan pakaian dominan hitam merah yang rupanya adalah seorang MC. Wanita ini akan memanggil 2-3 orang anak yang sedang berbaris tadi untuk ditanyai satu-satu sambil meminta mereka memamerkan kostum halloween ke penonton yang berjejel dibibir panggung. Setelah anak-anak ini ditanyai mereka kemudian akan diberi permen oleh panitai yang sudah menanti dibelakang panggung.


Dari arah belakang saya tiba-tiba ada suara piano dan deru motor. Didepan dan belakangnya tampak polisi yang mengenakan rompi hijau berusaha membuka jalan dari kerumunan untuk membiarkan seseorang berparade. tampak ditengah-tengahnya seorang pianis botak dengan wajah dilumuri bedak putih dan wajah seram sedang memainkan piano dengan musik berhantu. Piano dan pianist tadi berada diatas motor atau mesin yang bergerak sendiri sehingga kedengaran seperti gemuruh suara motor.
Saya lalu berbelok menelusuri Norfolk street hingga berhenti tepat didepan Crucible. Ada lantunan musik orkestra dengan nada yang indah tapi menyayat hati. Banyak orang berkerumun juga disana. Penasaran dengan musik tsb, saya coba terobos kerumunan sambil mencari celah untuk membidikkan kamera, agak susah karena tinggi saya hanya setinggi rata-rata punggung bule disini. Untung ada pria paruh baya yang  memegang kamera memberi saya isyarat untuk masuk dan berdiri persis disebelahnya. Karena suara orkestra agak bising, saya hanya tersenyum sambil menganggukan kepala tanda terima kasih. Alunan musik orkestra yang saya dengar tadi rupanya dimainkan oleh Sheffield Youth Orchestra. Uniknya semua pemain musik termasuk konduktornya juga mengenakan kostum dan dandanan ala halloween. Jadi suasanya benar-benar berasa mendirikan bulu kuduk, hiiiiiii.......


Selesai mendengarkan satu lagu, saya lalu memutuskan untuk pindah ke jalur Fargate, sekalian agar lebih mudah untuk mencari jalan pulang nanti. Jarum jam ditangan saya sudah menunjukkan jam 5 sore, memang sudah saatnya tuk balik keflat karena sudah masuk waktu sholat Maghrib (waktu sholat disini menjadi lebih cepat karena hari ini terjadi pemunduran waktu 1 jam diseluruh wilayah UK, yang biasanya dikenal dengan nama The End of British Summer Time). Fargate selalu saja ramai dengan pengunjung dan pejalan kaki. Namun kali ini jauh lebih ramai dan berdesak-desakan dengan adanya event halloween ini. Duh...saya sampai kesulitan berjalan karena gak bisa melihat jalan dibagian depan saya (nasib orang pendek, hahaha). Jarak pandang saya tertutup oleh pengunjung yang ingin merayakan malam halloween maupun pengunjung yang hanya sekedar menjadi penonton seperti saya. Untungnya disini tidak ada yg pertunjukan yang terlalu menarik, jadi saya tidak kekurangan moment untuk mengambil foto. DiFargate ini hanya ada deretan wahana permainan anak-anak dan stand-stand jualan pedagang souvenir dan merchandise.









Saat akan berbelok kembali ke Divison street, tiba-tiba ada seseorang yang mengenakan kostum badut dengan gigi taring mendekati saya dan serta merta berteriak "Trick or Treat!" Saya sempat kaget karena tidak menyangka ditembak dengan pertanyaan itu oleh badut seram tadi. Beberapa detik saya sempat terdiam, lalu tanpa disangka2  badut tersebut melepaskan topeng "badut menyeringai-nya" sambil terkekeh-kekeh. 
Oalah, ternyata itu si Daniel toh, salah satu mahasiswa baru dikampus saya. Saya pernah bertemu dengannya  beberapa kali diacara trip keluar kota yang diadakan kampus, itupun tidak sempat cerita panjang lebar, hanya sekedar bertegur sapa basa basi. Yang membuat saya takjub karena dia ternyata masih kenal wajah  dan nama panggilan saya (padahal awalnya saya sempat lupa namanya, hehehe). Dia bertanya kenapa saya tidak mengenakan kostum halloween, bahkan dia mengajak saya turut serta ke acara pesta kostum halloween yang diadakan kampus. Karena memang gak berminat saya tolak dengan halus ajakanny. Saya lalu menjawab dengan nada bercanda: Kostum hantu disini kurang menakutkan, terlalu banyak fiksi dan rekayasa. Coba kalo kamu tahu hantu2 yang ada dinegara saya, bisa-bisa kamu akan selalu mimpi buruk dan gak akan mau berkunjung ke negara saya saking takutnya, hahaha (sambil membayangkan hantu pocong, kuntilanak, tuyul, jelangkung, jenglot, genderuwo, ogoh-ogoh dan kawan-kawan). Biarlah para "hantu-hantu fiksi" itu saja yang merayakan malam halloween ini, saya mau pulang ke flat dan membagi cerita halloween ini kepada teman-teman dan mahasiswa saya yang ada ditanah air.
(Spooky Halloween Night, 30/10/2011, 10, 10.12pm)

Kamis, Oktober 06, 2011

I'm A Proud Indonesian. You?!


Anggota Indonesian Society Sheffield sedang menyiapkan stand pameran budaya
Saya cuma mau bilang, bahwa dinegara manapun kita berada, sebagai warga negara Indonesia yang baik, menjadi duta budaya Indonesia itu adalah keharusan, karena itu identitas kita. Mungkin kedengarannya agak naif dan kekanak-kanakan, but i'm 100% serious lho yah! Saya selalu salut pada mereka yang berani  unjuk gigi pada dunia bahwa ada negara namanya Indonesia, yang walaupun tersebar dimana-mana dalm bentuk pulau2 besar dan kecil, tapi kaya sumber daya alam dan budayanya. Tidak melulu dikait-kaitkan dengan hal-hal negatif seperti sarang teroris lah, supermarket bencana lah, negara korup lah, tapi ada hal lain yang bisa dibanggakan oleh warga negaranya. It's  beauty beyond diversity. Keragaman budaya yang sangat cantik dan unik milik bangsa Indonesiasemata, bukan milik negara tetangga sebelah yang suka ngaku-ngaku! **mendadak sewot**

Sebaliknya saya sangat marah dan kesal jika ada student Indonesia yang malu mengakui dirinya berasal dari Indonesia. Kenapa ko harus malu sebagai orang Indonesia kah? **xixixi.....logat makassarnya keluar deh** Apa karena Indonesia masih negara berkembang yang banyak hutang sana sini karena pemerintahnya korup dan gak becus ngurus keuangan negara? Ataukah karena negara ini gak dikenal dunia, gak seakrab dunia mengenal Bali atau Singapore? So kalo tau gitu, ya perkenalkan doooong?! Siapa lagi yang akan memperkenalkan Indonesia dihadapan masyarakat dunia kalo bukan kita-kita ini warga negaranya yang mendapat kesempatan menjejakkan kaki di luar negeri? Mulailah dari hal-hal kecil, dari diri kita dan dari sekarang kata AA Gym.

Sering miris dah pokoknya, jika bertemu teman-teman Indonesia diluar yang jika ditanya, kok gak ikut partisipasi dipameran budaya Indonesia sih? Jawabnya banyak tugas lah, orang Indonesianya sedikit lah, gak ada yang bisa dipamerin  lah, daaaaaan masih banyak lagi alasan klasik lainnya, yang ujung-ujungnya sebanrnya cuman gak mau repot dan takut rugi gak dapet apa-apa jika diserahi tanggung jawab tsb. Kadang-kadang lebih kesalnya lagi kalo dapat  student Indonesia yang ngeyel, nantang balik. Katanya, Ah kamu sih Ya' enak kuliahnya nyantai, gak banyak tugas. Beda dengan jurusan A dan jurusan B yang tugasnya bejibun trus harus fokus kekuliahnya kalo mau lulus dengan nilai bagus. Kamu aja deh yang bikin, ntar kita datang sebagai penggembiranya aja yaaah! Hellooooo.....gak salah nih?! Emang kamu pikir kuliah dibidang kesehatan gak banyak tugas apa? Itu paper essay dan project yang bertumpuk dimeja belajar bukan tugas serius ? Ckckckck....iiiiissshk! **gemesh pengen ngejitak**
Walaupun tinggal diUK, tapi hatiku tuk Indonesiaku
 Universitas2 diluar tau persis bahwa student life is not all about study, harus ada pengimbangnya yaitu kegiatan sosial, ikut organisasi, olahraga atau sekedar menyalurkan hobi, dll. Makanya dibetuklah ratusan klub ataupun organisasi dalam berbagai interest untuk menarik minat mahasiswa bergabung. Mulai dari formal maupun informal,  society yang bertujuan melestarikan alam, menyulam, memanah, judo, karate bahkan klub aneh2 semacam klub ajeb-ajeb (klub dugem) atau klub Free Hugs yang suka ngasih pelukan gratis bagi siapa aja. **berpelukaaaaaaaaan**

Jadi kasian amat kalo ada mahasiswa kuliah keluar negeri semata-mata hanya untuk meraih nilai High Distinction. Kasian, bener-bener kasian dah hidupnya! Padahal bukan deretan HD atau nilai A berjamaah yang jadi jaminan seseorang bisa sukses didunia kerja. Coba liat orang-orang sukses disekeliling kita? Apa mereka orang-orang dengan predikat yang terpintar sekampus atau juara Umum nasional atau internasional? Nope, i dont think so! Nilai kuliah yang bagus memang perlu namun bukan itu penentu segalanya. Soft skill seperti kemampuan komunikasi, leadership, time management, networking, positive attitude, juga kemauan untuk belajar hal-hal baru dan berani menagkap peluang saya rasa jauh lebih penting. Orang2 yang memiliki skill ini adalah orang-orang yang tau cara menjalani hidup, mereka bergaul dan berinteraksi dengan riil person yang berbeda karakter yang jadi penentu keberahasilan mereka didunia kerja nyata, jadi bukan karena bergaul melulu dengan lusinan textbook kuliah atau komputer!

So, jika ada tawaran pameran budaya Indonesia atau berpartisipasi dalam event budaya internasional dari kampus, saya gak pernah lewatkan sekalipun. Sepadat apapun jadwal kuliah saya, sebisa mungkin saya ikut. Meskipun bisa jadi mungkin personelnya hanya 2-3 orang dan persiapannya kurang dari 1 minggu (biasanya otak saya jadi encer kalo terdesak kek gini, hahaha!).  Saya akan cari cara, gimana agar dalam keterbatasan sumber daya manusia, dana dan waktu ini, Indonesia bisa tetap tampil maksimal dan mengundang ketertarikan orang dari negara lain untuk bertanya lebih jauh tentang Indonesia. Syukur2 kalo ada yang jadi pengen berkunjung ke Indonesia setelah mendengar penjelasan kami, amieeeen YRA.
Stand Indonesia di event kebudayaan Intro Fiesta University of Sheffield 2011
Saya dulu ingat masa-masa kuliah diSydney tahun 2006-2007. Bendera Indonesia selama dua tahun berturut-turut selalu ikut terpajang berjejer setara dengan bendera-bendera negara lain karena turut berpartisipasi dalam event budaya "Infusion Week". Infusion week adalah event budaya lokal maupun internasional yang diselenggarakan oleh University of Technology Sydney (UTS) di negara bagian New South Wales Australia. Kegiatan ini selama seminggu berturut turut menampilkan pagelaran budaya dari students2 yang mewakili berbagai negara yang ada diUTS. Kalo saya gak salah, lebih dari 100-an negara ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.  Ada yang menari, nyanyi lagu tradisonal, memasak makanan tradisional, pameran baju tradisional, dll bahkan sampai dikompetisikan dengan iming2 dollar segala lho! Intinya tiap negara harus jor-joran unjuk kebolehan budaya masing-masing kalo mau menang. Yang menentukan siapa pemenangnya adalah beberapa jury dan penonton yang memilih berdasarkan polling terbanyak negara mana yang performancenya sangat menarik. Tahun-tahun sebelum saya kuliah disana, bendera Indonesia jarang ikut dipajang karena tidak berpartisipasi, padahal saat itu sudah ada beberapa mahasiswa Indonesia yang lebih dulu kuliah sebelum saya. So, where were they? Can you guess where? **pura-pura gak tau**

Sebenarnya mungkin mereka ingin berpartisipasi kali yah, namun karena tidak ada inisiator ataupun fasilitator, akhirnya niat mulia itu kandas ditenggelamkan rutinitas kuliah. Pengen nyoba buat sendiri, tapi mungkin gak tau harus mulai dari mana karena gak punya persiapan. So, ini saran yang penting bagi siapapun yang akan keluar negeri, dengarkan baik-baik! Persiapkan diri anda menjadi duta budaya jauh-jauh hari sebelum keberangkatan ke Luar negeri! Suka atau gak suka, Anda adalah duta budaya Indonesia, perwakilan Indonesia secara tidak resmi diluar negeri sana. Suatu saat Anda harus bisa menjelaskan tentang budaya Indonesia yang sangat beragam. Syukur-syukur kalo punya skill dasar jika memang harus menunjukkan kebolehan bakat seni anda seperti nari, nyanyi tradisional, masak-masakan Indonesia, jadi model untuk pakaian tradisional di catwalk, atau apa saja yang bisa memperkenalkan pada dunia, Ini lho Indonesia.

Sebelum saya berangkat kuliah diSydney, saya sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya apa yang akan saya tampilakan ttg Indonesia. Saya berburu baju tradisional khas Sul-Sel, belajar masakan khas Indonesia (baca: makanan favorit saya, hahaha), kursus singkat tari Saman (Aceh) dan tari Yospan (Papua). Tapi berhubung kedua tarian ini adalah tarian kolosal dan agak sulit mengajarkannya dalam waktu 2-3 hari, akhinrya saya berinisiatif untuk menggantinya dengan tarian lain yang lebih mudah dipelajari. Setelah searching Youtube sana-sini, akhirnya pilihan saya jatuh pada tarian poco-poco. Kenapa poco-poco? karena tarian ini lagi trend-trendnya di Indonesia. Anak kecil - dewasa, tua-muda, laki-perempuan kayaknya familiar dengan jenis tarian ini karena gerakan dasarnya cukup mudah. Tinggal melangkah kekiri kekanan, depan - belakang lalu berputar berlawanan arah jarum jam. Selain itu gerakannya juga energik ditunjang dengan musik dari Yopie Latul yang menghentak, jadi bikin semangat siapa saja yang mendengarnya.
**Nyanyi: Balenggang pata pata, ngana pe goyang pica pica, ngana pe bodyiiii, poco poco......** shaahhh, tarik maaaaang!**.

Tapi berhubung karena gerakannya tarian Poco-poco agak sedikit monoton, maka saya buat modifikasi dan memasukkan beberapa unsur tarian tradisional Indonesia lainnya. Tarian pembuka saya masukkan gerakan tari Tor-Tor dari Batak, lalu saya tambahkan beberapa gerakan Yospan (Yosim Pancar dari Papua), Cha-cha untuk jedanya, terakhir ditutup dengan gerakan tari pergaulan Lulo dari Palu, Sulawesi Tengah. Semua gerakan ini pernah saya pelajari saat duduk dibangku SMP dan SMU diPapua.

Oke, kembali ke persiapan Infusion week, syukurnya saat itu ada sekitar 5 orang student Indonesia lain yang berhasil saya ajak untuk berpartisipasi dalam tarian poco-poco tsb. Walaupun group Poco-poco kami gak menang, tapi antusiasme dari penonton yang ikut belajar poco-poco bersama-sama kami yang membuat semua rasa letih dan lelah hilang, blas blas blas. Saya juga bangga dengan diri saya, karena ternyata bisa menjawab tantangan dan bisa unjuk gigi sebagai coreografer dadakan untuk tari kreasi Indonesia **cieeeeh...izin bangga sebentar yah, hehehe**.

Sayangnya tahun berikutnya ada sedikit kendala. Saat itu jumlah student Indonesia diUTS mulai berkurang banyak. Kebanyakan pada mulai sibuk dgn kuliahnya dan gak bisa dihubungi. Yang tersisa saat itu tinggal saya dan teman saya dari Manado, Lisa. Untung kami punya satu visi dan hobi yang sama gilanya **She is my partner in crime, like Bonny & Clyde, hahaha** Mau tetap poco-poco tapi gak mungkin berdua. So, akhirnya kami atur siasat tuk menambah personel group poco-poco kami. Timbullah ide untuk merekrut mahasiwa dari negara lain. Saya berupaya membujuk teman kuliah saya dari Mozambique, dan Lisa membujuk teman flatnya yang anak Jepang. It worked! Teman kuliah saya Olga, mau diajari Poco-poco karena saya bilang tarian itu bisa menurunkan berat badan lho,  hohohoho.....hanya butuh waktu sekitar 3 hari kami mengajari mereka, maka jadilah tarian poco-poco campur sari, hehehe. Secara tidak langsung kami sebenarnya sudah memperkenalkan ke orang-orang ini bahwa tarian Indonesia itu fun, cheerful dan mudah untuk dilakukan. Cuman kalo saat itu mereka minta diajari tari Pendet atau tari Saman, mati dah!

Lomba masakan khas negara juga kami selalu ikut. Tahun pertama kami masak Nasi kuning yang dibuat tumpeng alaBlue Mountain (salah satu tujuan wisata alam diNSW). Tahun berikutnya kami buat martabak telur. Tau gak, seumur-umur diIndonesia, saya gak pernah membuat dua jenis makanan ini. Ngapain masak sendiri, wong ada yang sudah jadi kok, beli ajah! Tapi berhubung ini diOstrali bukan Makassar sodara-sodara, gak ada yang jual makanan kayak gitu! Jalan terakhirnya adalah belajar masak nasi kuning trial and error dalam 2 kali percobaan. Usaha kami berbuah hasil lho, nasi kuning ala Blue Mountain kami dapat juara tiga! Alhamdulillah yah...... Juara tiga karena kata jurinya aroma nasi dan lauknya enak walaupun nasi kuningnya masih agak kurang mateng, hehehehe **masak nasi dirice cooker yang kepenuhan**. Coba kalo masaknya pas matengnya? Wohohoho, terancam juara 1 tuh kayaknya;)

Anyway, lain ladang lain belalang, dulu Ostrali sekarang UK **jiaaaaah, gak nyambung lagi deh**. Weekend ini akan ada cultural exhibition di universitas tempat saya sekarang menimba ilmu, The University of Sheffield, UK. Nama eventnya Intro Fiesta Global Village 2011. Konsepnya mungkin gak terlalu jauh beda seperti Infusion Week milik UTS, meski jumlah peserta negara yang buka stall gak sebanyak peserta diSydney (waktunya singkat dan tempat yang sangat terbatas). Trus juga gak ada kompetisi masak dan tari-tarian tradisional kayak diUTS dulu, coba kalo ada, ikyuuuuut!!!  Tapi gak papa deh, Mo banyak atau sedikit negara pesertanya, I'll do my best for Indonesiaku tercinta. Doakan acaranya sukses yah;)

Selasa, September 27, 2011

Vaksin Meningitis? Siapa (yang) Takut?!

1317121231680100365
Health Center milik University of Sheffield yang terletak di 53 Gell Street


Wajah saya meringis, menahan sakit yang sebenarnya tidak seberapa. Nurse Kate sang perawat diHealth Center milik University of Sheffield tersenyum simpul. "You'll be alright, lof. It's only a slight pain then you will back to your normal  activity after few days". Iya sih, emang gak sakit-sakit amat, gak sesakit seperti kalo saya dulu disuntik di layanan kesehatan di Indonesia, cuman mungkin karena sudah lama tidak berurusan dengan jarum suntik, sempat terlintas perasaan deg-degan melihat mata jarum yang halus dan runcing menembus kulit lengan saya yang mulus, haha. Sakitnya cuman seperti betul2 kegigit semut tapi sebentar aja, cuman saya agak kaget melihat ada bercak darah di baju kaus saya yang berwarna biru muda. Hmmm...mudah-mudahan gak papa Ya Allah.

Imunisasi ini bukan diberikan tanpa sebab lho ya. Semua international students yang baru pertama kali masuk ke UK akan mendapatkan dua jenis imunisasi yaitu vaksin MMR dan vaksin Meningitis. 2 kali untuk MMR dan 1 kali untuk vaksin meningitis, dan semuanya free alias gak pake bayar karena udah dicover dalam asuransi kesehatan kami.
Vaksin MMR (Measles, Mumps & Rubella) adalah perlindungan terhadap penyakit campak, gondok dan Rubella. Sebenarnya bukan termasuk vaksin wajib seperti BCG,dkk tapi direkomendasikan terutama buat anak usia 18 bulan ke atas. Sedangkan vaksin Meningitis adalah kekebalan yang diberikan kepada tubuh sesorang agar terlindung dari penyakit radang selaput otak yang bisa disebabkan oleh virus dan bakteri jenis coccus. Penyakit meningitis ini dapat meyerang segal usia, tapi yang lebih beresiko adalah bayi dan anak-anak. Penyebarannya pun sangat mudah bisa melalui udara ketika seseorang bersin, batuk atau berciuman atau beraktifitas di daerah yang sangat padat dan berdesak-desakan. Seingat saya dulu, saya juga sempat divaksin ini sepuluh tahun yang lalu saat akan berangkat haji, tapi waktu itu gak terlalu ngerti, manut aja pas disuntik, biar lancar ibadah hajinya, hehehe.

Anyway, berhubung karena vaksinnya kali ini gratis dan karena pencegahan lebih baik dari pengobatan, makanya saya setuju ketika dibuatkan appointment dengan Nurse Kate saat mendaftar ulang ketika baru pertama kali tiba diSheffield seminggu yang lalu (baca: Registrasi Ulang ala Uni of Sheffield). Setelah Ns. Kate memberi penjelasan yang cukup dan memberi option, akhirnya saya pilih divaksin Meningitis dulu, nanti appointment beikutnya baru diberi suntikan vaksin MMR 2 kali (suntikan kedua diberikan 3 bulan setelah suntikan vaksin MMR pertama).

Appointment saya yang dibuat hari ini sebenarnya hampir bertabrakan dengan jadwal kuliah tutorial bahasa Inggris bagi international stuudent selasa pagi, untungnya saya baru ingat kalo tutorial tersebut baru mulai Selasa 2 minggu depan. Syukur deh gak pelu pake acara bolos dikuliah perdana segala, hehehe. Berhubung appointmentnya jam 09 pagi, so jam 8.45 saya sudah tiba di health Center University of Sheffield yang berlokasi di 53 Gell Street, 7 menit jalan kaki dari asrama tempat saya tinggal, deket kok. Begitu masuk ke pintu dalam sudah ada resepsionis yang megarahkan saya langsung melakukan konfirmasi registrasi sendiri dimonitor sebelah kanan pintu masuk. Monitornya touch screen, tinggal disentuh aja option pertnyaan yang diberikan. Yang ditanyakan adalah jenis kelamin dan tanggal lahir, setelah itu muncul konfirmasi nama dan tanggal lahir serta jam ketemu dengan nursenya, klik yes, lalu diarahkan untuk duduk diwaiting room. Diwaiting room karena datang lebih awal saya sempat duduk sekitar 15 menit, sebelum nama saya muncul dimonitor hitam di atas kursi waiting room sebelah kiri. Jadi perhatikan baik-baik setiap ada bunyi beeeep panjang lho yah! Gak akan ada nurse atau petugas yang akan memanggil nama anda, hehehe. Nah dimonitor itu nanti muncul nama lengkap pengantri plus nomor ruangan yang harus dituju. Karena baru pertama kali kesana, saya juga sempat agak2 katro gitu deh, heran ngeliat orang2 pada beranjak menuju ruangan tertentu, tapi gak ada yang manggil, tapi selalu ada bunyi beeep panjang mendahului sebelum mereka beranjak. Karena bingung saya akhirnya bertanya pada pengantri yang duduk disebelah saya, seorang cewek bule yang saya yakin juga student Uni of Sheffield dan cewek bule tersebut pun menjelaskan dengan senyum mahfum. Hehehe, thanks ya girl;)

Ditengah kebingungan menunggu tadi, untungnya monitor menunjukkan nama saya dan ruangan yang harus saya tuju, ke Room 17 dilantai 2. Pfiuuuh, berarti nama saya belum terlewat (atau jangan2 sudah tadi yah? i dunno). Bergegas saya menaiki tangga menuju room 17, ada nurse Kate disana menyambut dengan senyuman. Ruangannya nyaman, tidak seberapa besar tapi tertata apik sekali. Setelah bertanya beberapa pertanyaan ringan, nurse Kate menjelaskan mengapa saya diarahkan untuk bertemu dia hari ini. Selain itu dia juga menjelaskan tentang kedua jenis vaksin tsb, serta pemeriksaan Pap Smear. Tapi khusus untuk pemeriksaan terakhir boleh ditunda, secara saya belum married gitu lho! Tapi nurse Kate mewanti-wanti dengan nada yang sangat asertif, kapan saja student mulai sexually active selama kuliah diUni sini agar segera melakukan pemeriksaan Pap Smear ini. Hehehe, siiiip deh Nurse siapa tau aja saya married disini dalam 1 tahun kuliah disini, i will let you know immediately. Begitu kata saya bercanda ke Nurse-nya, hehehe.
Karena masih agak2 takut disuntik setelah sekian lama, saya akhirnya hanya minta diberi vaksin Meningitis dulu kali ini, nanti appointment beikutnya baru saya disuntik vaksin MMR. So, appointment berikutnya, Selasa depan jam 10.10 am.

Catatan pindahan dari tulisan saya di Kompasiana (27 September 2011)