Rabu, Januari 24, 2007

Baby Sitter sehari....

(Si Kecil Uya yang seneng difotoin dengan gaya yg gak biasa)

Hari ini bareng mbak Iin aku bertugas jadi baby sitter untuk si kecil Uya (4 thn). Uya ini putrinya K'Taruna kenalan kami dari makassar, mahasiswa research di UNSW. Saat ini K'taruna sedang di Indonesia, sementara K'lina, istrinya pagi ini harus kerja sampai jam 4pm, sementara childcare tempat si Uya biasanya ditipin lagi gak available karena satu dan lain hal. So, untuk satu hari ini terhitung sejak jam 9am-4pm, kami berstatus sebagai baby sitternya, hehehehehe.....Jangan khawatir coz kami berdua adalah qualified nurses yang pernah bertugas di Pediatric ward kok, jadi udah tau teori maupun practice menghadapi anak dengan berbagai usia mulai dari infant, baby, toddler, preschool, school maupun teenager^_^

Uya ini sangat energik dan kritis. Sambil berlari-lari antara kamarku, ruang tamu dan kamar mbak Iin, dia juga tak henti-hentinya bertanya dan berceloteh ttg apa aja yang dilihatnya. Mulai dari bagaimana cara aku membuat nasi goreng, apa yg sedang kulakukan didepan komputer, mengapa rambutku bisa panjang, mengapa aku tidak tinggal bersama orangtuaku seperti dirinya, bahkan mengapa aku mengenakan jilbab difoto sementara dikamar aku tidak mengenakan jilbab.....hwaduh...Uya..uya...ada-ada saja. Bagiku sangat menyenangkan bekerjasma dengan anak preschool seperti ini. Anak seumuran Uya ini sudah pandai menilai sesuatu, bisa diajak berdiskusi untuk menentukan pilihan, dan sudah mengerti akan perintah yang diberikan, hanya saja kita harus extra sabar menghadapi rentetan pertanyaan yang tidak ada habisnya dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan dapat dimengerti olehnya. Mengasuh anak bukan hal baru bagiku karena dulu saat adikku yang bungsu baru lahir akulah yang selalu mengurusi segala keperluannya sampai dia berusia 6 tahun krena kedua orangtuaku sangat sibuk ditoko. Lalu sebagai perawat juga aku sempat punya pengalaman beberapa bulan diPediatric ward merawat bayi sampai anak usia sekolah dengan berbagai kondisi penyakit yang berbeda-beda. Nah khusus untuk mengasuh si Uya ini ada satu hal yang sempat membuatku lumayan kagok. Mostly Uya saat berkomunikasi selalu menggunakan bahasa Inggris, walau kadang2 masih dimixed dengan bahasa Indonesia. Beberapa kali Saat si Uya berceloteh ttg sesautu, aku terpaksa harus mengkonfirmasi ulang apa yg dimaksudnya, kadang dia juga mungkin karena gak tau apa bahasa inggrisnya dia kelepasan ngomong dalam bahasa Indonesia. Contohnya.."Tante Aya..tadi i came here with mommy when it was rain and the bus passed and water kena me in muka (maksudnya tadi dia sempat kecipratan air hujan dimukanya saat busnya melaju didepannya)" atau " I don't like nasi goreng if you put something pedas in it. I don't like pedas" hahahahaha Uya..uya....ada-ada saja dirimu^_^

Oh ya ada satu perbedaan mencolok antara mengasuh anak2 disini dengan anak2 di Indonesia. Si uya karena udah terbiasa belajar diChild carenya, jika diberikan sesuatu selalu mengucapakan "thank you" dan bila meminta sesuatu harus disertai kata "please". Selain itu juga saat dia berusaha dan berhasil mengerjakan sesuatu kita tidak boleh melupakan kata2 encouragement seperti "Well done", "wonderful" atau "You did it very well", "good girl" agar lain kali dia menjadi lebih termotivasi untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif. Secara teori aku familiar dengan sistem mendidik anak seperti ini karena mayoritas nursing textbook yang kubaca saat kuliah dulu rata2 adalah karangan nurses dari amerika maupun australia, namun dalam prakteknya dulu sangat minim karena culture kita di Indonesaia dalam mendidik anak sangat berbeda. Di Indonesia, anak biasanya selalu harus menurut apa kata orang tua dan jarang diberi preferences jika menginginkan sesuatu. Selain itu anak juga akan dianggap manis jika dia tidak bertanya macam-macam dan duduk diam bermain sendiri dengan mainannya saat ditinggal pergi, akibatnya anak menjadi passif dan pemalu untuk mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikirannya (aku termasuk dalam produk yang terakhir ini). Pola mengasuh anak yang sangat berbeda jauh, tapi tetap masing2 punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri, tinggal pintar-pintarnya kita aja sebagai calon orang tua memilih mana yang baik untuk diterapkan pada pola pengasuhan anak-anak kita kelak di masa datang. Well...tanpa Uya sadari, hari ini dia sudah mengajarakanku beberapa hal ttg lessons of life, thanks ya Uya....

Sambil bermain dan menemani Uya berlari-lari kesana kemari didalam flat, aku sempet2in menjelajah didunia maya, hehehehe..ngecheck dan ngirim email untuk adikku Ika, si bungsu yang berulangtahun dan genap berusia 11 tahun hari ini 24/01/07 (Happy Birthday ya sayang, moga-moga ade Ika jadi anak yang soleh dan segala cita-citanya akan tercapai, amien). Sebagai kado ultahnya, dia minta dikirimin miniatur pesawat luar angkasa karena katanya kalo dah gede pengen jadi astronot cewek (hahahaha..emang anak2 bintang aquarius selalu saja berani tampil beda dibanding teman2nya yg lain).....gak papa dek, asal konsisten dan rajin belajar aja ya...

Sambil ngirim email, aku juga bahkan sempat chatting ma seseorang yg lagi sakit disana. Hwaduh....lagi sakit ya kacian, abis aktivitasnya padat sekali dan mungkin semua energinya diforsir habis-habisan tuk kerjaannya disana (fokus....fokus...fokus....). Yah apa boleh buat...karena udah terlanjur sakit aya cuman bisa ngingetin, istirahatin badan dan pikiran dulu please........., jangan lupa nutrisi diperbaiki (makan yg banyak yah biar metabolisme tubuhnya kembali normal.... awas kalo gak...ntar kalo sakitnya tambah parah sekalian disuntik aja deh baru tau rasa, hehehehe), minum vitamin C tuk recovery sel dan organ tubuh juga meningkatkan sistem immune yang berguna melawan antigen yang masuk kedalam tubuh, Insya allah ntar sakitnya sembuh dengan sendirinya kok (flu sifatnya self-limiting disease, jadi jangan khawatir ntar bisa sembuh sendiri kok). Duh, kalo ada yang sakit gini, insting tuk rawat-merawat langsung kumat deh, susah seh...bawaan perawat, hihihihihihi......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar