Rabu, November 21, 2007

Positif or Negatif?

Pasti anda pernah sekali dua kali dikritik atau dikasih comment yang pedas oleh seseorang. Misalnya saja: kamu kok kerjanya lambat sih? Kamu kok bego banget kerja gini aja gak bisa?! pake otak dong! Baju kamu gak nyambung atas bawah? Dandanan kamu oldies banget?! English kamu kok amburadul? et cetera et cetera.

Gimana rasanya? pasti rasanya gak enak kan?! Mungkin diantara anda ada yg akan menanggapi dingin, tapi mungkin juga ditanggepin panas, gak terima dikomentari seperti itu. Ujung-ujungnya kalo kita nanggepin dengan kepala panas, waaah bisa perang jadinya dengan si pemberi komentar.

Kritik kalo kita lihat dari perspektif yg negatif, memang akan selalu menghasilkan penilaian negatif dan membuat kita jadi tersinggung. Lha wong, kita gak seperti yg dia tuduhkan kok?! Itu pasti pembelaan kita. Kadang kita sudah berusaha memberikan effort yang maksimal, tapi sayangya si pemberi kritik mempunyai high expectansi yg jauh diatas, membuat semua usaha kita jadi gak berarti sama sekali. Dan tanpa disadari ini bisa mematikan semangat kita yang emang sudah ampir abis.

Nah, saya punya trik gimana caranya agar setiap kritik yg kita terima gak mematikan semangat kita dalam mengerjakan sesuatu, malah sebaliknya menjadi motivasi bagi kita untuk menjadi lebih baik.

  • Pertama, lihat kritik tersebut dari sisi positif. Si pemberi kritik peduli pada kita, itulah sebabnya dia memperhatikan segala yg terjadi pada kita, buktinya dia tau perubahan apa yg terjadi pada diri kita, iya gak?!. Ya, mungkin hanya caranya aja sih yg gak sesuai dengan yg ingin kita dengar.
  • Kedua, apapun kritikan pada diri kita, kita terima dengan lapang dada, kritiknya didengarkan, tapi jangan dimasukkan ke dalam hati dan menjadi dendam kesumat. Ditelaah tapi jangan ditelan mentah2. Kalo kata orang tua dulu sih, masuk telinga kanan, dikeluarin lagi telinga kiri;p Kalo ada pesan yg penting, kita retrospeksi diri lagi. Kalo sampai ada orang yg ngasih komen sepeprti itu berarti mungkin ada yang harus kita perbaiki, bisa jadi karena kita salah merepresentasikan diri ke orang lain hingga orang lain salah memberi penilaian, coba cari tahu.
  • Next, tanggapi setiap kritikan dengan humor, jangan dengan emosi. Contohnya saja, kalo ada yg bilang "Dandanan kamu kok norak banget sih?" Kalo anda menaggapi dengan emosi ini mungkin jawabannya: "Emangnya kamu siapa, sok kecakepan...bercermin dulu dong kalo mo ngasih komen!!!" (mode: PANAS dan MALU ON). Sebaliknya kalo Anda menanggapi dengan kepala dingin, mungkin ini bisa jadi jawabannya: "Lha gak papa kan, yang penting tetep pake baju, hehehe....(Mode malu sih ON tapi masih bisa dikamuflase dengan wajah pura2 cute).
  • Lastly, jauhi kata tersinggung coz cuman ngabisin waktu dan energi. Ketersinggungan terjadi karena kita menempatkan diri kita pada standar tertentu, dimana ketika ada org lain yg tidak menempatkan diri kita pada standar itu, kita menjadi marah dan menganggap orang lain tidak menghargai area dan eksistensi kita itu.

Well, itu aja pikiran saya hari ini. Hanya ingin berbagi karena beberapa hari ini mendapat kritikan terus dari bos tempat saya bekerja. Minggu pertama saya sempat stress, karena selalu dikomentari dari bos maupun teman2 kerja. Entah itu karena lambat, gak fokus, kerja gak seperti yang diminta bosa, selalu lupa prosedur dan urut2an kerjaan, dll. Itu karena dulu saya melihat kritik2 tersebut dari sisi negatif. Sekarang saya sudah mengubahnya, setiap kritik yg saya terima baik dari bos maupun teman2 kerja saya anggap masukan berharga, malahan jadi berterima kasih karena sudah memotivasi saya jadi pekerja yg lebih tekun dan cekatan. Sekarang malahan jadi aneh kalo sehari saja saya gak kena tegur, hehehe...^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar