Senin, Maret 31, 2008

Aya's Hair Story 2008

Rambut indah tergerai panjang nan sehat adalah dambaan hampir setiap cewek di muka bumi ini. Cowok pun begitu, akan bangga dengan sendirinya jika memiliki cewek yang memiliki rambut panjang yang bisa dibelai-belain dengan penuh sayang. Namun, gimana ceritanya jika si empunya rambut bosan dan ingin menggunting pendek rambut cantiknya tersebut.
Cerita ini terjadi pada Aya teman saya (I mean, my self!!). Sudah hampir dua tahun, rambut saya tidak pernah diutak-atik oleh hairdresser manapun. Seingat saya, terakhir kali menggunting rambut adalah seminggu sebelum bertolak menuju Sydney, Australia. Selama diSydney, tidak pernah sekalipun saya menggunting rambut dengan alasan KEMAHALAN!!!! Gimana gak mahal, motong rambut biasa aja tanpa dimodelin buat cewek tuh harganya berkisar antar AUS$40 - AUS$60 (atawa = Rp. 320 ribu - Rp. 480 ribu). Selain itu, alasan lainnya, karena disana lebih didominasi hairdresser cowok ketimbang cewek, makanya jadi males. Maklum...akika kan berjilbab boooow^_^
Ok kembali kerambut panjang. Rambut saya panjangnya sudah hampir sepinggang. Mulanya niat saya pengen dipanjangin lagi, tapi berhubung saya orangnya selalu mobile, jadi jarang sekali punya waktu khusus untuk melakukan perawatan rambut. Kesalon aja, paling cuman niatnya untuk gunting rambut thok, itupun setahun sekali, hehehe..... Untungnya rambut saya juga gak nuntut banyak-banyak. Cukup dipakein shampoo yang sama dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan atau digosok handuk (rambut anti hair- drier;), tiga kali seminggu sudah cukup, bikin banyak teman cewek yang ngiri melihat betapa mudahnya saya mengatur "rambut sunsilk" warisan dari ibu saya. Namun, yang menjadi kendala yang merepotkan adalah kulit kepala rambut mudah berkeringat, hingga harus dicuci sehabis melakukan kegiatan seperti bekerja ataupun berolahraga. Masalahnya, karena rambut saya paling anti dipakein hair-drier makanya butuh waktu untuk menjadi kering. Padahal biasanya dalam sehari paling tidak saya punya dua kegiatan ditempat berbeda. Konsekuensinya, terpaksalah rambut saya diikat dan digelung dalam kondisi setengah kering. Hasilnya, kadang kepala terasa berat dan jadi gak nyaman selama beraktifitas.
Dua minggu lalu saat merayakan ultah saya yang ke26, saya memang sempat menuliskan gunting rambut dalam list "what i want to do on my 26th". Tapi karena terbentur dengan pekerjaan kantor dan juga kegiatan organisasi, maka baru sekarang keinginan ini bisa kesampaian. Dengan ditemani teman kost saya, Elly (yang sepanjang jalan berulangkali bertanya "are you sure, want to cut your hair? Sayang banget lho Ya'?!", pergilah kami ke salah satu salon ternama "RH" yang terletak dilantai 2 Mall Panakkukang Makassar.
Disana, saya memilih pelayanan gunting rambut+Hair Spa (anjuran Elly nih...katanya bisa bikin seger kepala coz ada acara mijet-mijet rambut kepala gitu, biar sirkulasi darah cerebral (otak) jadi lebih lancar jeng. Alhamdulillah, saya langsung ditangani oleh seorang hairdresser cewek bukannya "cowok halus" seperti yang kebanyakan terlihat disana. Untungnya lagi ada satu ruangan yang agak pojok, dimana rambut saya bisa digunting tanpa perlu terlihat langsung ke customer lain maupun penunggunya (bukan kenapa-kenapa......saya kan lagi gak make jilbab mbak, mas!!)
Senada dengan pertanyaan Elly, mbak Hairdresser (HD)-nya juga bingung saat saya ditanya mau rambut model gimana. Dengan lugas saya jawab "Rambut model Polwan mbak!!". "Maksudnya?" Kata mbak HD tadi dengan cepat. "itu lho, polwan....polisi wanita, yang rambutnya cepak, pendek, yang biasa ngatur-ngatur dijalan itu lho, masak gak tau mbak? kata saya menanggapi keheranan mbak HD. Mungkin karena dianggapnya saya keliru menafsirkan model rambut, maka diambilnya buku model rambut terkini dan diperlihatkannya didepan mata saya. Mengerti akan keheranannya, saya pun membalik-balik lembar model rambut tersebut dengan yakin sampai akhirnya saya menemukan model rambut seperti dalam bayangan saya. Kayak gini lho, mbak, model rambut Bob-nya Demi Moore dulu saat main diFilm Ghost. Mbak HD sempat termangu beberapa saat, lalu dengan sigap menjawab. Ok deh, yang seperti ini mbak ya?!. Dengan cekatan, rambut saya mulai digelung lalu diikat dengan penjepit rambut berwarna-warni. Sambil menggunting rambut saya, HDnya bertanya-tanya pertanyaan yang membuat saya tersenyum-senyum karena berhasil membuatnya penasaran. Begini pertanyaannya: "Mbak, pacarnya gak marah kan, rambutnya digunting?" Atau, "jangan-jangan mbak habis putus sama pacar ya?!" Saya yang mendengar pertanyaan2 itu hanya mengulum senyum sambil menggeleng2 tanda jawaban tidak. Lha, rambut-rambut saya sendiri kok, mo motong kok mesti minta persetujuan orang lain. Lagian pacar? Please deh mbak, jaman geneeee....sapa yang butuh pacar, langsung suami aja kaleeeee..... Oia, Lucunya, setiap helai rambut saya yang digunting ditadahnya dengan tangannya yang lain agar tidak jatuh ke lantai, ketika saya tanya kenapa, jawabnya akan dijadikan rambut palsu atau sanggul. Setelah rambut saya selesai dipangkas, saya minta HDnya untuk menahan rambut hasil guntingan tersebut, biar bisa saya dokumentasikan dulu, hehehe.....^_^
Setelah digunting, rambut saya kemudian dibilas lagi, lalu dioleskan cream berwarna sambil kulit kepala saya dipijat-pijat. Duh rasanya geli campur enak, coba kursi duduk saya ada sandaran tinggi dibelakangnya, mungkin saya sudah jatuh tertidur kaleee;p. Setelah dipijat selama sekitar 10 menit, rambut saya lalu dibungkus dengan handuk hangat dan dibiarkan selama 15 menit. Setelahnya rambut saya dicuci lagi dan dibilas sebagai proses terakhir dari rangkaian hair spa. Untuk finishingnya, rambut saya diblow, biar bervolume kata mbak HDnya. Saat hasil terakhir diperlihatkan pada saya, saya langsung sumringah, karena wjah saya memang sangat cocok dengan model praktis sepeprti ini. Kata mbak HDnya yang tersenyum puas melihat masterpiece karyanya, "mbak jadi kelihatan lebih muda 5 tahun deh, serius!!!" hehehe...... Lain lagi kata Elly (teman kost yang mengantar ke Salon). "Kamu terlihat macho untuk jadi cewek, tapi terlalu cantik untuk jadi cowok" . Ada pula teman kost saya yag lain bilang, "Ih..Kak Aya mukanya kayak tokoh komik jepang yang ada dalam manga" Hehehe.....apapun itu, saya senang kok dengan rambut saya, emang lebih segar dan betul-betul praktis. So, next time gak ada lagi acara rambut basah karena gak sempat ngeringin;p
Buat yang penasaran dengan hasil akhir rambut saya, maaf imagenya tidak bisa saya tampilin, berhubung pake jilbab. Tapi sebagai gambaran, bayangin aja Maia Ahmad menggunakan kaca mata minus 4.5, hehehe.....selamat membayangkan^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar