Kamis, Juli 17, 2008

Aya Lulus FASID, Yippiiiiiiiii!!

Tuesday, July 14th 2008, 11.05pm.

"Dear participants, we are pleased to inform you that you have been accepted to participate in FASID Fieldwork Program 2008. A notification has been sent to your email and home address via airmail. Please check your email for further details. Selamat". From; FASID contact Person

Yeess!!! Finally...berita yang sudah saya tunggu selama hampir dua minggu datang juga. Terpilih menjadi satu diantara 5 orang participants dalam kegiatan tahunan FASID (Foundation for Advance Studies on International Development) Fieldwork Program. Event ini merupakan ajang pembelajaran metode penilitian lapangan bagi peneliti muda dari Indonesia dan Jepang. Seperti yang sudah-sudah, tahun ini jumlah peserta tetap 20 orang, hanya saja formasinya berubah. Kalo dulu peserta dari Indonesia lebih mendominasi, maka tahun ini peneliti muda dari Jepang yang quotanya diperbanyak. Ada 15 orang kandidat dari Jepang dan 5 orang peserta dari Indonesia. Mereka yang terpilih ini telah melalui dua tahapan seleksi, yaitu tahapan dokumen dan tahapan interview face 2 face maupun via phone.

Saya sendiri di tahun 2005 pernah mendaftar untuk ikut kegiatan ini, sayangnya saya hanya bisa lolos sampai tahap wawancara. Ketika menghadapi interviewer, saya gagal karena sangat nervous ketika ditanya soal ttg eksistensi dukun dimasyarakat, diperparah lagi saat itu bahasa inggris saya masih kacau balau. Alhasil, saya tidak terpilih ditahun 2005 itu. Balik dari Oz, Sekitar bulan Mei 2008 saya lihat lagi melalui sebuah milis beasiswa, bahwa program FASID FWP 2008 telah dibuka dan kebetulan kali ini diadakan diSulawesi Selatan, tepatnya kabupaten Jeneponto. Oia, melihat dari website resminya FASID dulu-dulunya kegiatan ini pernah dilakukan diThailand, Filipina dan daerah remote lain di Indonesia. Namun dalam 6 tahun (2002-2008) terakhir saya perhatikan daerah tujuannya lebih fokus kePulau Sulawesi.

Kegiatannya sendiri akan berlangsung selama 3 minggu (6 - 23 Agustus 2008) didaerah Je'ne Tallasa (Rumbia Area), Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. So, jadi selama 3 minggu itu semua peserta akan tinggal dan membaur bersama masyarakat setempat. Hmmm...jadi ingat jaman-jaman KKN profesi kesehatan dulu deh. Hanya kali ini tingkat kesulitannya menjadi dobel, pertama karena saya sama sekali tidak tahu bagaimana kondisi lapangan daerah Jeneponto coz belum pernah kesana, kedua masyarakat setempat berkomunikasi menggunakan bahasa makassar dalam percakapan sehari-hari, sedang saya cuman bisanya bahasa bugis (itupun cuman bisa ngerti doang gak bisa berbahasa langsung); terakhir karena pesertanya sebagian besar berasal dari Jepang, maka mau tidak mau bahasa inggris merupakan bahasa penyambung lidah antara tiap peserta. Gambaran umum kegiatan yang akan dilakukan disana antara lain, homestay dirumah penduduk, mengekplorasi serta mengenali area yang ditempati, melakukan survey dalam grup-grup kecil yang dibentuk berdasar interest, penyuluhan, diskusi, etc.

Talking with Kappe villagers

(Pic taken from here)

Anyway, Untuk kegiatan lengkapnya selama 3 minggu (Peserta Jepang+Indonesia), dapat dilihat dibawah (dikutip dari sini):

Flow of the Program

Pre-program Session Tokyo 2 days / Makassar 1 day

  • Getting Ready for the Program
     Information on Indonesia / Insiders and Outsiders/ Alumni Talk
     Different curriculums are applied to Tokyo and Makassar.

下矢印

Orientation in Makassar 2 days

  • Objectives of the program
  • Introducing the team
  • Basic information on South Sulawesi
  • Observation exercise

下矢印

Fieldwork in Je’ne tallasa 13 days

  • Exploring in the Village
    • home stay in the host community
    • observing and experiencing the life in the community
    • writing journal
    • sharing experiences and insights with peer participants, villagers and program facilitators
    • feedback of the learnings and insights to the community

    下矢印

    Writing the “Note from the field”, Wrap up in Puntondo 3 days

    • Exchanging the experience and reflections among participants and facilitators
    • Writing up the learnings and reflection
    • Wrap up and closing

    Dalam email pemberitahuan yang saya terima Selasa (15 July 2008), disitu disebutkan bahwa dalam pertemuan 2 hari diMakassar, tiap peserta dari Indonesia baik yang berasal dari Makassar maupun luar Makassar akan memperesentasikan basic info ttg South Sulawesi dihadapan peserta dari Jepang. Topik yang dipresentasikan antara lain demography, culture, food, custom, etc, nanti akan ditentukan oleh koordinator FASID. Duuuw, mudah-mudahan dapat bagian yang gak susah secara saya sendiri belum kenal betul daerah dan adat istiadat Sulawesi Selatan, hehehe....(maklum walaupun ortu saya asli Sulawesi Selatan, Saya lahir dan besar diPapua Barat, maka jadilah saya Putri Daerah Papua yang kulitnya mengalami defisiensi pigmen melanomin;)

    Dua peserta lain dari Indonesia sudah saya kenal. Satunya Moh. Syafar, kolega saya diKeperawatan Unhas, satunya lagi Dj (nama lengkapnya sapa yak?) Dosen Kehutanan UNHAS. Nah, kira-kira dua peserta lainnya siapa yaaaaaa? Hmmm...jadi penasaran???

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar