Senin, Maret 31, 2008

Damn, I'm Gorgeous!!!!

Girls, jauh lebih mudah tuk bilang “saya gak pede” dibanding memuji diri begitu rupa. Padahal, kemampuan memuji diri adalah salah satu cara ampuh mendongkrak popularitas…eh salah maksudnya mendongkrak kepercayaan diri kita. Untuk permulaannya, coba deh baca tips-tips simple berikut yang saya rangkum dari beberapa buku self development:

1. I'm Pretty

Berdirilah didepan cermin. Anda menemukan sosok cantik itu kan? Okelah anda tidak puas dengan hidung yang mancung ke dalam atau rambut yang kriwil-kriwil itu (Maaf Tri -teman kost saya yang sangat gak PD dgn rambut curlynya yg menurut saya sangat eksotis) Ah…gitu aja repot, gampang kok, kalo ada duit nih, lurusin aja rambutnya, trus hidung yang pesek bias disamarin dengan make up. Pipi chubby? Perut ndut?.....ya kembali lagi ada make up tuk nyamarin, trus pake aja korset biar perutnya bias kelihatan abis kayak minum jamu urus-urus, hehehe…..the poin is gak ada kekurangan yang gak bisa dikoreksi sekarang ini. Lagian untuk menjadi cantik kan gak mesti penampilan luar yang dinilai. Banyak kok hal2 lain yang bisa kita tonjolin atau banggain untuk menunjukkan kecantikan kita.inner beauty, girls...inner beauty. Ayo, nikmati rasa cantik itu dan sebarkan auranya kesekeliling kita, sebar....sebar...sebar...^_^

2.Asah Talenta

Disadari atau tidak, setiap individu di muka bumi ini pasti memiliki sesuatu yang unik atau keahlian khusus. Termasuk Anda dan juga saya. Merasa gak punya kelebihan? It’s impossible lah.....Mungkin Anda belum menyadarinya saja atau menganggap hal itu adalah hal biasa dalam hidup Anda (tapi belum tentu buat orang lain lho!). Cobalah gali potensi itu, mungkin ia hanya perlu dipancing keluar. Oleh karena itu susunlah target-target jangka pendek maupun jangka panjang yang realistis untuk diwujudkan. Dengan begitu anda memiliki cukup waktu untuk belajar sekaligus memantau proggres pencapaian target atau bakat alami yang ingin anda asah. Kalo anda suka nyanyi, atau suka memotret atau senang berolahraga, perdalam kemampuan itu. Karena semakin anda terampil di bidang tersebut, maka rasa pede pun akan seiring meningkat.

3.Being Aktif

Jangan hanya mengurung diri di rumah girls. Aktif diberbagai kegiatan atau organisasi dooong!! Dari situ anda akan mendapat banyak kenalan, wawasan dan juga baru. Nah semakin banyak aktivitas yang anda ikuti, akan semakin banyak juga teman yang anda dapat. Dengan begitu pergaulan pun akan semakin luas.

4.Ikut Sekolah Kepribadian yuks

Pernah terpikir untuk mengikuti sekolah kepribadian? Wujudkan dong. Disekolah seperti ini kita bakal banyak diajarin tentang hal-hal yang berguna untuk survive dilingkungan pergaulan. Misalnya etika pergaulan, table manners, komunikasi efektif, public speaking, time management, leadership dan mengeksplorasi potensi diri kita. Tapi jangan sekedar ngapalin teori aja ya. Praktekin juga dong di dunia nyata.

5.Baca Buku

Kalo semisalnya kita gak punya waktu atau gak punya duit untuk mengikuti sekolah kepribadian, so ada solusi lain nih. Banyak baca buku. Buku apa aja. Yang jelas buku tersebut akan menambah khasanah pengetahuan umum kita juga memperluas wawasan akan topik-topik yang kita minati. Selain itu gak kalah pentingnya adalah buku-buku pengembangan diri ataupun buku psikologi karangan penulis-penulis hebat, misalnya saja karya Dale Carnegie, Rhonda Byrne, Habiburrahman El-Shirazy, Andrie Wongso, Gde Prama, Andrea Hirata (Hehehe....contoh ini adalah buku-buku standar fave saya). Buku-buku ini penting bagi kita untuk bisa mengenali diri kita lebih dalam dan juga mengajarkan kita bagaimana berinteraksi efektif dengan orang lain yang notabene memiliki karakter berbeda dengan diri kita.

6.Menikmati Hidup

Begitu banyak kenikmatan yang kita rasakan dalam hidup. Sekali waktu cobalah menghitungnya. Study atau karier yang berjalan sesuai harapan, teman-teman yang iseng tapi selalu fun, keluarga yang overprotective tapi selalu hangat, pasangan yang sering lupa ultah Anda tapi sabarnya minta ampun menghadapi kemanjaan Anda. Atasan yang super duper bawel tapi selalu memotivasi Anda untuk maju. See....ternyata hidup itu menyenangkan bukan?! Betapapun menyebalkan suatui kondisi, akan selalu ada hikmah atau sisi positifnya. Jadi mulai dari sekarang, jangan kebanyakan menghitung kegagalan atau hal-hal negatif lainnya. Percaya deh, itu bisa mengikis rasa percaya diri anda. Sayang kan.

7.PD laaaah

Modal terbesar kesuksesan seorang cewek adalah Positive Attitude, Knowledge dan Networking. Tiga hal diatas mampu membangung sosok pribadi perempuan menjadi brand image yang kuat dan memancarkan aura positive. Itu diungkapkan Sylvia Rimm, penulis buku See Jane Win dan How Jane Wo. Berdasarkan penelitian mbak Sylvia ini (Ih Aya SKSD banget sih manggil mbak, emang kenal?) untuk menjadi sukses perempuan tidak mesti harus menjadi seperti pria dan tidak musti harus mengandalkan sensualitas sebagai modal utama. So, girls....udah denger kan?!Mulai dari sekarang, mari kita hapus kata "gak PD" dari kamus harian kita and siap-siap to say Damn, I'm Gorgeous kepada dunia. Good Luck yaaaaaa!!

What I Want To Do on My 26th

Berikut list dari hal-hal yang ingin saya lakukan diumur saya yang ke26 tahun:

  1. Sholat tepat waktu dan tidak bolong-bolong (hiks....aya bandel siy!!)
  2. Menerbitkan satu buah buku referensi untuk mahasiswa keperawatan (in process)
  3. Advance di Microsoft Access 2007
  4. Ikut kelas car driving
  5. Memiliki motor sendiri tanpa minta duit ke Ortu (hampir...hampir)
  6. Memegang sabuk Coklat diShorinji Kempo (dua kali ujian lagi!!)
  7. Ikut Kelas Bahasa Jepang (Hai' !!!)
  8. Mempublished at least satu jurnal keperawatan skala internasional
  9. Ikut Short Course ke Eropa atau Jepang (U to U)
  10. Gunting Rambut ala Polwan (done!!)
  11. Nyobain kelas Golf untuk pemula (done!!)
  12. Masuk dalam list dosen favorit versi HIMIKA FK Unhas
  13. Masuk dalam jajaran pengasuh website Indonesian Community Nursing
  14. Mengambil alih pengasuhan website PSIK FK-Unhas dari Fakultas Kedokteran
  15. Mengupload artikel kesehatan dalam blog at least sebulan sekali
  16. Ganti status diFS (syusaaaaaaaaaah...!!)
  17. Ikut kelas Formal Fotografi (ada yang punya info gak?)
  18. Jadi PNS (Insya Allah Agustus)

Nah, itu semua deh yang ingin saya lakukan atau raih diusia yang ke 26 tahun. Beberapa point sudah mulai saya lakukan dari sekarang, ada juga yang sudah terlaksana penuh sepeprti gunting rambut (makasih mbak HD) juga nyobain kelas Golf untuk pemula (Makasih AN tuk kesempatannya ngajarin maen Golf^_^). Doian aya, ya biar bisa konsisten dan konsentrasi penuh ntuk mewujudkan semua cita-cita tersebut, amien^_^

Gambaru Ne'!! Semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaat!!!!!!

Aya's Hair Story 2008

Rambut indah tergerai panjang nan sehat adalah dambaan hampir setiap cewek di muka bumi ini. Cowok pun begitu, akan bangga dengan sendirinya jika memiliki cewek yang memiliki rambut panjang yang bisa dibelai-belain dengan penuh sayang. Namun, gimana ceritanya jika si empunya rambut bosan dan ingin menggunting pendek rambut cantiknya tersebut.
Cerita ini terjadi pada Aya teman saya (I mean, my self!!). Sudah hampir dua tahun, rambut saya tidak pernah diutak-atik oleh hairdresser manapun. Seingat saya, terakhir kali menggunting rambut adalah seminggu sebelum bertolak menuju Sydney, Australia. Selama diSydney, tidak pernah sekalipun saya menggunting rambut dengan alasan KEMAHALAN!!!! Gimana gak mahal, motong rambut biasa aja tanpa dimodelin buat cewek tuh harganya berkisar antar AUS$40 - AUS$60 (atawa = Rp. 320 ribu - Rp. 480 ribu). Selain itu, alasan lainnya, karena disana lebih didominasi hairdresser cowok ketimbang cewek, makanya jadi males. Maklum...akika kan berjilbab boooow^_^
Ok kembali kerambut panjang. Rambut saya panjangnya sudah hampir sepinggang. Mulanya niat saya pengen dipanjangin lagi, tapi berhubung saya orangnya selalu mobile, jadi jarang sekali punya waktu khusus untuk melakukan perawatan rambut. Kesalon aja, paling cuman niatnya untuk gunting rambut thok, itupun setahun sekali, hehehe..... Untungnya rambut saya juga gak nuntut banyak-banyak. Cukup dipakein shampoo yang sama dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan atau digosok handuk (rambut anti hair- drier;), tiga kali seminggu sudah cukup, bikin banyak teman cewek yang ngiri melihat betapa mudahnya saya mengatur "rambut sunsilk" warisan dari ibu saya. Namun, yang menjadi kendala yang merepotkan adalah kulit kepala rambut mudah berkeringat, hingga harus dicuci sehabis melakukan kegiatan seperti bekerja ataupun berolahraga. Masalahnya, karena rambut saya paling anti dipakein hair-drier makanya butuh waktu untuk menjadi kering. Padahal biasanya dalam sehari paling tidak saya punya dua kegiatan ditempat berbeda. Konsekuensinya, terpaksalah rambut saya diikat dan digelung dalam kondisi setengah kering. Hasilnya, kadang kepala terasa berat dan jadi gak nyaman selama beraktifitas.
Dua minggu lalu saat merayakan ultah saya yang ke26, saya memang sempat menuliskan gunting rambut dalam list "what i want to do on my 26th". Tapi karena terbentur dengan pekerjaan kantor dan juga kegiatan organisasi, maka baru sekarang keinginan ini bisa kesampaian. Dengan ditemani teman kost saya, Elly (yang sepanjang jalan berulangkali bertanya "are you sure, want to cut your hair? Sayang banget lho Ya'?!", pergilah kami ke salah satu salon ternama "RH" yang terletak dilantai 2 Mall Panakkukang Makassar.
Disana, saya memilih pelayanan gunting rambut+Hair Spa (anjuran Elly nih...katanya bisa bikin seger kepala coz ada acara mijet-mijet rambut kepala gitu, biar sirkulasi darah cerebral (otak) jadi lebih lancar jeng. Alhamdulillah, saya langsung ditangani oleh seorang hairdresser cewek bukannya "cowok halus" seperti yang kebanyakan terlihat disana. Untungnya lagi ada satu ruangan yang agak pojok, dimana rambut saya bisa digunting tanpa perlu terlihat langsung ke customer lain maupun penunggunya (bukan kenapa-kenapa......saya kan lagi gak make jilbab mbak, mas!!)
Senada dengan pertanyaan Elly, mbak Hairdresser (HD)-nya juga bingung saat saya ditanya mau rambut model gimana. Dengan lugas saya jawab "Rambut model Polwan mbak!!". "Maksudnya?" Kata mbak HD tadi dengan cepat. "itu lho, polwan....polisi wanita, yang rambutnya cepak, pendek, yang biasa ngatur-ngatur dijalan itu lho, masak gak tau mbak? kata saya menanggapi keheranan mbak HD. Mungkin karena dianggapnya saya keliru menafsirkan model rambut, maka diambilnya buku model rambut terkini dan diperlihatkannya didepan mata saya. Mengerti akan keheranannya, saya pun membalik-balik lembar model rambut tersebut dengan yakin sampai akhirnya saya menemukan model rambut seperti dalam bayangan saya. Kayak gini lho, mbak, model rambut Bob-nya Demi Moore dulu saat main diFilm Ghost. Mbak HD sempat termangu beberapa saat, lalu dengan sigap menjawab. Ok deh, yang seperti ini mbak ya?!. Dengan cekatan, rambut saya mulai digelung lalu diikat dengan penjepit rambut berwarna-warni. Sambil menggunting rambut saya, HDnya bertanya-tanya pertanyaan yang membuat saya tersenyum-senyum karena berhasil membuatnya penasaran. Begini pertanyaannya: "Mbak, pacarnya gak marah kan, rambutnya digunting?" Atau, "jangan-jangan mbak habis putus sama pacar ya?!" Saya yang mendengar pertanyaan2 itu hanya mengulum senyum sambil menggeleng2 tanda jawaban tidak. Lha, rambut-rambut saya sendiri kok, mo motong kok mesti minta persetujuan orang lain. Lagian pacar? Please deh mbak, jaman geneeee....sapa yang butuh pacar, langsung suami aja kaleeeee..... Oia, Lucunya, setiap helai rambut saya yang digunting ditadahnya dengan tangannya yang lain agar tidak jatuh ke lantai, ketika saya tanya kenapa, jawabnya akan dijadikan rambut palsu atau sanggul. Setelah rambut saya selesai dipangkas, saya minta HDnya untuk menahan rambut hasil guntingan tersebut, biar bisa saya dokumentasikan dulu, hehehe.....^_^
Setelah digunting, rambut saya kemudian dibilas lagi, lalu dioleskan cream berwarna sambil kulit kepala saya dipijat-pijat. Duh rasanya geli campur enak, coba kursi duduk saya ada sandaran tinggi dibelakangnya, mungkin saya sudah jatuh tertidur kaleee;p. Setelah dipijat selama sekitar 10 menit, rambut saya lalu dibungkus dengan handuk hangat dan dibiarkan selama 15 menit. Setelahnya rambut saya dicuci lagi dan dibilas sebagai proses terakhir dari rangkaian hair spa. Untuk finishingnya, rambut saya diblow, biar bervolume kata mbak HDnya. Saat hasil terakhir diperlihatkan pada saya, saya langsung sumringah, karena wjah saya memang sangat cocok dengan model praktis sepeprti ini. Kata mbak HDnya yang tersenyum puas melihat masterpiece karyanya, "mbak jadi kelihatan lebih muda 5 tahun deh, serius!!!" hehehe...... Lain lagi kata Elly (teman kost yang mengantar ke Salon). "Kamu terlihat macho untuk jadi cewek, tapi terlalu cantik untuk jadi cowok" . Ada pula teman kost saya yag lain bilang, "Ih..Kak Aya mukanya kayak tokoh komik jepang yang ada dalam manga" Hehehe.....apapun itu, saya senang kok dengan rambut saya, emang lebih segar dan betul-betul praktis. So, next time gak ada lagi acara rambut basah karena gak sempat ngeringin;p
Buat yang penasaran dengan hasil akhir rambut saya, maaf imagenya tidak bisa saya tampilin, berhubung pake jilbab. Tapi sebagai gambaran, bayangin aja Maia Ahmad menggunakan kaca mata minus 4.5, hehehe.....selamat membayangkan^_^

Senin, Maret 10, 2008

Mengapa Bukan Aku Yg Jadi Pengantin Melayumu?

Lembar demi lembar, halaman dari buku biografi Andrie Wongso; Sang Pembelajar (2007) yang ditulis sendiri oleh sang istri Lenny Wongso saya baca dan cerna. Hari itu bertepatan dengan hari Raya Nyepi. Hari dimana umat Hindu diIndonesia pada umumnya sedang merayakan hari dimana tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yg berhubungan dengan aktivitas duniawi. Hari dimana setiap umat Hindu melakukan introspeksi diri akan segala yg telah diperbuat selama ini, juga ternyata merupakan hari dimana saya menemukan kembali diri saya setelah semalam sebelumnya berada pada titik lemah dan sempat mempertanyakan eksistensi diri saya dihadirkan dimuka bumi ini.

Sebabnya dimulai saat tanpa sengaja saya membuka salah satu situs social network di dunia maya, FS. Disana saya melihat ada perkembangan baru dari mantan saya. Rupanya mantan saya itu baru sekitar seminggu yang lalu melangsungkan pernikahan dengan teman kuliahnya yang juga sama-sama berprofesi sebagai dokter. Mereka melangsungkan pernikahannya diKuala Lumpur. Ya..mantan saya itu memang warga negara Malaysia dan istrinya juga adalah warga Malaysia. Kedua-duanya dulu pernah kuliah dikota dimana saya dulu mengambil S1.

Jujur saya masih punya perasaan yang dalam pada mantan saya ini yang membuat saya menutup pintu hati buat pria lain yg ingin kenal lebih dekat dengan saya. Terakhir kami berkomunikasi saat saya masih berada dinegeri Kangguru untuk melanjutkan pendidikan S2. Saat itu kontak antara kami berdua tetap jalan walau status hubungan kami hanya sebatas sahabat biasa.

Singkat cerita, saya shocked karena tidak tahu menahu soal pernikahan mereka. Saya merasa kecewa, karena sebelumnya saya masih berangan-angan, suatu hari kelak saya yang akan menjadi pengantin melayunya, sepeprti katanya dulu. Namun, pada kenyataannya lain yang terjadi. Dia menikah dengan teman kuliahnya, yang juga saya kenal meskipun tidak terlalu dekat. Walau ada perasaan kecewa dan sakit yang mendera, saya tetap mengucapkan syabas (selamat) tuk pernikahan mereka berdua serta memanjatkan doa agar mereka menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Setelah mengucapkan selamat via FS, saat itu saya langsung down, pikiran saya kosong dan sempat tidak konsentrasi kerja. Saya memang sedang berada dikantor, tempat dimana saya melakukan aktivitas sehari-hari sebagai seorang pendidik disalah perguruan ternama diIndonesia Timur. Hari itu serasa panjang saya lalui. Tiba dirumah pun saya langsung mengurung diri. Padahal biasanya saya akan bercengkrama dulu dengan teman-teman kost lain sembari menanyakan apa saja yg mereka lakukan hari ini atau pengalaman unik apakah yg mereka temui hari ini. Tapi kali ini tidak.....saya langsung ngeloyor ke kamar dan langsung berbaring diranjang sambil menatap langit-langit kamar. Mengingat-ingat lagi memori saat saya bertemu pertama kali ditempat KKN profesi kesehatan (Kuliah Kerja Nyata bagi mahasiswa kesehatan, gabungan dari kedokteran, keperawatan, farmasi, kesehatan masyarakat kesehatan semester terakhir).

Selama proses berfikir itu, perasaan kecewa dan terpuruk lebih mendominasi. Untungnya mekanisme koping saya masih bagus, saya gak berfikir macem2 yang bisa membahayakan diri saya. Hanya saja pada saat seperti itu saya membutuhkan seseorang untuk berbagi. Saya tahu gak sehat menyimpan masalah ini sendiri, saya harus membagi perasaan saya keteman-teman dekat saya. Saya sedang tidak bisa memotivasi diri saya, maka saya membutuhkan orang2 disekeliling saya sebagai motivator. Saya punya beberapa orang sahabat pria maupun wanita yang biasa menjadi tempat curhat-curhatan, maka mulailah saya mendial nomer mereka. 2 Nomer pertama sahabat wanita saya tidak ada jawaban, maka saya pun mengirim sms ke teman pria yang satu dan menelfon sahabat pria satunya. Tidak ada balasan dari sahabat pria yang saya kirimi SMS, entahlah mungkin sedang sibuk atau lagi gak ada pulsa.

Untunglah sahabat pria satunya yang saya telfon menjawab panggilan saya. Pada sahabat saya ini (sebut saja inisialnya D) saya menyampaikan kesedihan yang saya rasakan. D ini memang sudah saya anggap lebih dari sahabat biasa bahkan sudah seperti figur kakak laki-laki yang tidak saya punyai. Walaupun kami terpisah jarak, karena D tinggal dipulau lain, tapi kontak antara kami berdua cukup intens melalui sarana komunikasi mobile baik itu email maupun seluler.

Hampir setengah jam saya ngobrol dengan D, banyak masukan, kata-kata penghibur serta fakta-fakta tentang diri saya yang tidak saya sadari (atau buta?) selama ini saya miliki dan cukup membuat saya terperangah. Menurut D, sosok dan karakter yang saya miliki kadang membuat cowok berfikir dua kali untuk mendekati saya, sebab mereka akan menjadi minder dengan sendirinya begitu megetahui apa dan bagimana saya. Menurut istilah D, saya ”overqualified” (OD) untuk dijadikan pacar ataupun pasangan, maka menurutnya hanya cowok yang sepadanlah yang bakal berani mendekati saya. Saya tersentak! Really?

Antara sadar dan tidak sadar, saya bertanya dalam hati. Kok saya nggak pernah berfikir tentang itu? Selama ini saya menganggap kualitas apapun yang ada dalam diri saya adalah sesuatu yang normal dan biasa-biasa saja. Adapun karakter fisik, gelar keagamaan atau titel pendidikan yang melekat pada diri saya, itu adalah karunia yang diberikan Allah dan juga berkat usaha sendiri dan doa dari orang tua saya. Saya nggak pernah ingin pamer atau menjadi sombong hanya karena embel-embel itu, saya pun tidak pernah memilah-milah teman ataupun siapa saja yg ingin berteman, apalagi dekat dengan saya. Puas menelpon D, perasaan saya kemudian menjadi lebih plong walau masih ada perasaan seperti ribuan kupu-kupu berterbangan didalam perut saya.

Malam itu, setelah mengambil wudhu dan sholat isya, saya berdoa kepada Allah SWT. Di dalam doa sebagaimana doa-doa yang biasa saya panjatkan, saya minta diberi petunjuk dan kesabaran menghadapi ini semua. Karena ada kegundahan pada diri saya mengingat sebentar lagi usia saya beranjak 26 tahun, saya meminta jawaban (hahaha....desperado banget ya kelihatannya?!) mengapa sampai saat ini saya masih belum bisa menyempurnakan separuh dien seperti yang disunnahkan Rasulullah SAW, yaitu berumah tangga. Padahal teman-teman kuliah saya, sebagian besar sudah menikah, bahkan ada yang sudah memiliki putra dan putri yang lucu-lucu. Puas menumpahkan uneg-uneg saya lewat doa, setelah itu saya pun kemudian jatuh terlelap.

Keesokan paginya saya bangun seperti biasa dan melakukan rutinitas pagi seperti hari-hari sebelumnya, tapi kali ini tidak perlu harus kekampus, karena libur perayaan Nyepi. Setelah berolahraga, mencuci pakaian dan beres-beres dikamar. Saya duduk bercengkrama dengan teman kost yang baru saja bangun. Kebetulan saat itu teman saya sedang mendengarkan siaran radio Smart FM yang programnya adalah berisi kalimat-kalimat motivasi dari sang motivator no. 1 Indonesia, Andrie Wongso.

Sudah sejak lama saya mengagumi pribadi orang-orang besar dan sukses yang bisa menginspirasi orang lain dengan semngat dan motivasi yang mereka miliki, selain Gde Prama, Aa Gym, Dale Carniage, Rhonda Byrne, Andrea Hirata dan Andrie Wongso. Nama terakhir ini adalah salah satu yang sering saya dengar petuah-petuahnya diradio. Tiba-tiba salah satu teman kost saya bilang, kalau seminggu sebelumnya dia sempat mengikuti seminar motivasi oleh Andrie Wongso ini disalah satu hotel ternama diJakarta. Dia bahkan memiliki buku biografi Andrie Wongso yang sudah dibubuhi tanda tangan sang motivator hebar ini. Karena tertarik, saya pun lantas meminjamnya dan langsung membacanya sampai habis saat itu juga.

Halaman demi halaman saya baca, benar-benar seperti mata saya seakan tidak mau beranjak dari memelototi tulisan pada buku tersebut. Padahal nih, biasanya saya membutuhkan waktu at least 3 hari untuk menamatkan buku setebal 226 halaman seperti itu. Kali ini saya hanya butuh waktu 3 jam saja, hingga akhirnya saya mengkhatamkan buku penuh makna tersebut. Dari tulisan kisah nyata Andrie Wongso itu, rasa haru juga kagum menyeruak tidak ada habisnya. Walau sosok Andrie Wongso in absentia di depan saya, tapi saya bisa rasakan semangat, motivasi, konsistensi, perjuangan hidup, ketegasan hadir didepan mata saya. Selain itu banyak hikmah juga pesan hidup yang bisa saya pelajari hanya dapat dalam kurun 3 jam itu.

Dua pesan motivasi yang masih terekam kuat dibenak saya adalah:

”Memang dikehidupan ini tidak ada yang pasti, tetapi kita harus berani memastikan dan memperjuangkan apa-apa yang pantas kita raih! Karena sesungguhnya cita-cita yang tinggi tidak menjamin seseorang meraih kesuksesan, tetapi orang yang sukses pasti mempunyai cita-cita yang tinggi”

Sedang satunya lagi:

”Yang dikatakan ulet bukan sekedar sabar, pasif, apatis, pasrah dan bertahan, akan tetapi ulet adalah semangat yang didalamnya mengandung tekad, dan sikap antusias, gigih, kukuh, tegar, proaktif dan pantang menyerah”

Dengan saya sadari, serta merta semangat saya kembali berkobar dan dengan hormon adrenalin yang juga tiba-tiba meningkat kadarnya, tangan saya mulai mencari-cari pena. Menemukan sebuah solusi dan juga jawaban untuk pertanyaan yang berseliweran tak menentu semalam. Didalam otak saya, bisa saya rasakan loncatan2 neuron yang mengirimkan impuls motorik ke tangan saya untuk mulai menulis rencana kedepan dan juga mimpi-mimpi saya yang sempat terkubur. Saya bisa rasakan luapan energi mengalir dari tiap-tiap goresan diatas kertas putih tempat saya mengukir semua impian saya dan harapan masa depan. Kini saya mengerti dan saya tahu, maksud dari semua peristiwa yang menimpa saya. Ada jawaban yang Allah kirimkan melalui kata-kata Andrie Wongso, ada hikmah dibalik kegagalan itu semua........bahwa kita tidak boleh terpuruk dengan perasaan tidak bedaya karena kekecewaan ataupun kegagalan atas rencana yang sudah kita buat, masih banyak hal lain yang patut kita syukuri dan mesti kita lakukan agak rasa syukur itu tidak hanya bisa kita nikmati sendiri. Andrie Wongso saja yang pendidikannya hanya SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat) dan berasal dari keluarga yang benar-benar tidak mampu bisa melakukan banyak hal bagi ratusan ribu orang yang terbantu dengan motivasinya, apalagi saya...yang punya sederet kualitas dan kualifikasi pendidikan diatas beliau. C’mon girl....tidak ada gunanya bermuram durja, kerahkan segenap pikiran juga uluran tanganmu untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Karena Allah pasti punya misi khusus untuk tiap hamba-Nya termasuk dirimu, maka karena itulah kamu diciptakan ke muka bumi ini honey!

Makassar, 7 Maret 2008.