Minggu, Oktober 31, 2010

Diet Tinggi Lemak Untuk Epilepsi

 (Picture is taken from here)

Pengobatan epilepsi dengan meminum obat anti epilepsi adalah hal yang lumrah kita dengar. Namun selain terapi dengan obat tersebut, ternyata terdapat metode lain yang mampu mengurangi kemungkinan timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Metode tersebut dikenal dengan nama program diet ketogenik. Faktanya, diet ketogenik telah dikenal sejak tahun 1920-an. Namun metode ini mulai ditinggalkan seiring dengan ditemukannya obat anti-epilepsi. Diet ini dilakukan dengan jalan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Contohnya dengan mengkonsumsi makanan kadar lemak tinggi seperti coklat, mentega, daging, dan mayonaise, serta menghindari konsumsi nasi dan kentang .

Karena menggunakan lemak sebagai sumber energi, maka proses pembentukan energi berlangsung melalui pembakaran lemak. Proses pembakaran lemak dapat meningkatkan jumlah senyawa keton dalam tubuh yang merupakan senyawa sisa pembakaran lemak. Keton inilah yang dianggap dapat mencegah kerusakan sistem saraf pusat yang pada akhirnya dapat menurunkan frekuensi kejang.

Diet ini terbukti dapat menurunkan frekuensi timbulnya kejang pada anak-anak, namun diet ini relatif sulit dijalankan. Karena pasien hanya diperbolehkan mengkonsumsi makanan berlemak, maka tubuh akan mengalami kekurangan berbagai nutrisi yang penting, seperti vitamin B, C dan D. Resiko yang lebih besar adalah terjadinya penurunan gula darah secara drastis akibat pembatasan konsumsi karbohidrat termasuk gula. Diare dan gangguan batu ginjal juga kerap terjadi. Dengan demikian sebelum dan selama menjalankan program diet ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Selain diet ketogenik, ada diet lain yang juga dapat membantu mengontrol gejala kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan dengan membatasi asupan glutamat dan aspartat. Diet ini relatif lebih mudah dilakukan karena hanya perlu menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Asam amino glutamat dan aspartat dapat menyebabkan stimulasi saraf secara berlebihan sehingga memicu timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Glutamat lazim dikonsumsi dalam bentuk Mono Sodium Glutamat (MSG), yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan. Sedangkan aspartat dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi aspartam yang digunakan sebagai pemanis buatan. Jadi, cara mudah untuk menghindari timbulnya kejang adalah dengan menjauhi makanan yang menggunakan penyedap rasa dan pemanis buatan. Cukup mengkonsumsi makanan yang alami saja. (Dian)

Source:
http://piogama.ugm.ac.id/index.php/2009/02/diet-ketogenik-diet-khusus-bagi-penderita-epilepsi/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar