Selasa, November 28, 2006

Mother's Love

Suatu hari ibu mengajakku untuk berbelanja bersamanya karena beliau membutuhkan sebuah gaun baru. Aku sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain meskipun dengan ibu sendiri, dan aku bukanlah orang yang sabaran, tetapi walaupun demikian aku berangkat juga ke pusat perbelanjaan menemani belaiu.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang beranjak sore, aku mulai lelah dan ibu pun kelihatan mulai frustasi. Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaranku, maka untuk kali ini aku ikut masuk dan berdiri bersama ibu dalam ruang ganti pakaian. Aku melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah payah mencoba untuk mengikat talinya.
Ternyata, tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu belaiu tidak dapat melakukannya sendiri, seketika ketidaksabaranku digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepada beliau. Aku berbalik keluar dari ruang ganti dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa kusadari. Setelah aku mendapatkan ketenanganku lagi, aku kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah,dan akhirnya beliaupun jadi membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatanku begitu saja. Sepanjang sisa hari itu, pikiranku tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi, memandikan, memakaikan baju, membelai rambutku dan memelukku, dan terlebih dari semuanya, berdoa untukku tanpa henti, sekarang tangan itu telah menyentuh hatiku dengan cara yang paling membekas dalam sanubariku.
Kemudian pada malam harinya, aku pergi ke kamar beliau, mengambil tangannya, menciumnya ... dan yang membuat beliau terkejut, aku memberitahukannya bahwa bagiku kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Aku sangat bersyukur bahwa Allah telah menganugerahiku dengan mata penglihatan yang baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Aku hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tanganku dan juga hatiku pun akan memiliki keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Allah yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu...
I love you mom.....
(author : unknown)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar